Partner Ranjang Mr Zen

Partner Ranjang Mr Zen
Bab 130


__ADS_3

Risya dan Brian sedang diam-diaman di ruang tamu, sudah hampir satu jam kedua nya tak memulai pembicaraan apapun, keheningan terjadi. Tak ada yang mau bicara duluan, Brian juga yang biasa nya bawel kini diam membisu, membuat Risya heran, sebenarnya ada apa dengan pria berambut biru itu.


"Brian, kata nya mau ngomong serius, tapi dari tadi malah diem aja." Ucap Risya, akhirnya dia memberanikan diri membuka suara nya, kalau tak ada salah satu yang mengalah, entah sampai kapan mereka akan diam-diaman.


"Eemmm.. A-aku haus, bisakah kau bawakan minum?"


"Itu yang Lo pegang apa? Bukan nya gelas berisi cola?" Tanya Risya, sedari tadi Brian memegang gelas berisi minuman yang tadi Risya suguhkan.


Brian tertawa garing saat menyadari gelas yang dia pegang adalah minuman.


"Langsung ke inti aja Bri, Lo kenapa? Mau ngomong apa? Tinggal ngomong aja kan?"


"Gu-gue gak suka gaya Lo yang sekarang, Sya. Gue lebih suka Lo yang kemaren." Jawab Brian.


"Lo gak suka perubahan gue, Bri? Tapi kenapa?" Tanya Risya lagi.


"Ya soalnya Lo bakal di taksir banyak cowok dan gue gak suka itu, Sya."


"Hah? Emang nya kenapa Brian? Gue jomblo, ya rasanya wajar aja kalo ada yang naksir gue." Jawab Risya santai.


"Gue gak suka Sya, Lo gak boleh deket sama cowok laen, kecuali gue!" Tegas Brian, membuat Risya mengernyitkan dahi nya.


"Gak suka nya kenapa Brian? Pasti ada alesan nya kan?" Tanya Risya lagi.


Tiba-tiba saja, Brian menarik tangan Risya, membuat gadis yang tadi nya duduk bersebrangan dengan nya itu, menjadi duduk di samping nya tanpa jarak.


"Lo gak sadar Sya?"


"Sadar kok, kalo gak sadar pingsan dong." Jawab Risya.


Brian mendekatkan wajah nya, membuat Risya refleks menutupi bibir nya, takut-takut kalau Brian kembali mencuri ciuman di bibir nya.


Brian mengambil tangan itu dengan lembut, pria itu tersenyum menatap wajah cantik Risya.


"Gue suka sama Lo, Sya." Ucap Brian, membuat Risya membulatkan kedua mata nya, tak menyangka Brian akan mengatakan hal yang mengejutkan.


"Gue suka sama Lo udah cukup lama, sejak gue sadar Ica gak mungkin bisa gue gapai, dan Lo yang ada buat gue, dengerin curhatan gue, lama-lama gue nyaman sama Lo."


"Lo becanda kan Bri? Gak lucu asli." Ucap Risya, dia menyangka Brian hanya bercanda karena terbawa suasana.


Tiba-tiba saja, Brian meraih dagu Risya dan mendaratkan kembali ciuman mesra di bibir Risya.


Cupp..


"Apa Lo masih nganggap gue becanda? Gue gak sembarang cium cewek, baru Lo aja yang gue cium."


"Bacot Lu, mana ada buaya kayak Lo baru cium satu cewek, yang bener aja."


"Lu masih gak percaya kalo gue serius? Gue harus buktiin pake cara apa biar Lo percaya, hhmmm?"


Risya diam, sebenarnya dia senang karena perasaan nya terbalas, tapi dia belum sepenuhnya yakin kalau Brian benar-benar menyukai nya.


"Sya, Lo mau jadi pacar gue?" Tanya Brian, tambah terkejut saja Risya di buat nya.


"Brian, kenapa Lo gini?"


"Ya karena gue suka sama Lo, gue gak rela kalo Lo sama cowok laen." Brian mengusap lembut pipi Risya.


"Brian.." Panggil Risya.


"Ya, Lo mau kan jadi pacar gue?" Tanya Brian lagi.

__ADS_1


"Gue gak bisa ngasih jawaban sekarang, gue harus mikir dulu."


"Gue gak suka nunggu Sya, jawab aja sekarang nape sih?"


"Ya Elu ngajak pacaran kek ngajak gelud, gak ada romantis-romantis nya nembak cewek." Sindir Risya.


"Gue gak bisa berpura-pura Sya, gue lebih suka tampil apa ada nya. Jadi, Lu mau?" Tanya Brian.


"Jalanin aja dulu, Bri."


"Gue gak suka, jawaban nya cuma iya atau nggak, itu doang gak ada pilihan lain."


"Oke, iya gue mau." Jawab Risya.


"Uwww, nahh gitu dong." Brian meraih Risya ke dalam pelukan nya.


"Baru satu hari pacaran Lu udah berani gini?"


"Gak ada bekas nya ini, pelukan atau ciuman boleh ya?" Tanya Brian.


"Lu gak jadiin gue pelampiasan nafssu Lo doang kan, Bri?"


"Nggak dong, tapi ya kadang gue pengen gitu. Jadi gue bakal minta sama Lo, Lo kan pacar gue sekarang."


"Mesoom nya ampun." Sindir Risya.


"Tapi suka kan?"


"Nggak sih, tapi gak buruk juga selama Lo bisa tahan nafsuu Lo sendiri."


"Okey, makasih sayang."


"What? Apa Lo bilang?"


"Geli anjirr.." Jawab Risya sambil tertawa.


"Iya juga sih, geli ya." Brian pun ikut tertawa, kedua nya berhenti tertawa saat suara bel berbunyi.


"Siapa ya?"


"Gak tau, gue buka dulu." Pamit Risya, tapi tangan nya di pegang oleh Brian, membuat gadis itu berbalik.


"Jangan lama-lama Yang."


"Udah ahh geli," Ucap Risya lalu pergi dari depan Brian dengan senyum yang terkembang di kedua sudut bibir nya.


"Siapa ya?"


"Maaf, dengan Nona Marisya Santika?"


"Iya saya sendiri."


"Ini ada kiriman pos atas nama Karisa."


"Ohh iya, itu ibu saya." Risya baru berani keluar dari pintu.


"Silahkan tanda tangan disini Nona." Risya menanda tangani paket itu dan kurir pos itu pun pergi.


Risya mengocok paket itu, terdengar suara dari dalam nya, tapi entah apa isi nya.


"Siapa?" Tanya Brian.

__ADS_1


"Tukang pos nganter paket." Jawab Risya lalu duduk lesehan di bawah, di ikuti Brian.


"Dari siapa?" Tanya Brian sambil merangkul pundak Risya.


"Ibu, kepo banget sih Bri."


"Gue kira dari cowok itu."


"Cowok mana Bri?" Tanya Risya.


"Yang tadi Lu bahas sama Ica di kantin." Jawab Brian ketus.


"Itu Lo kali, gak ngerasa gitu?"


"Seriusan?"


"Nggak, gue becanda kok."


"Mau gue telanjangiin Sya?"


"Ihh mesoom.." Ketus Risya, dia masih mencoba membuka paket kiriman dari ibu nya.


Brian memainkan rambut Risya, menggulung nya dengan jari lalu menghirup aroma nya.


"Apaan sih Bri, cacingan Lu?"


"Enak aja cacingan, gue dari keluarga yang mampu ngasih gue makan enak." Jawab Brian sewot.


"Lahh terus nyiumin rambut gue dari tadi?"


"Gue suka aja wangi nya, candu banget." Jawab Brian, membuat Risya memutar mata nya sebal, dia cukup risih dengan tingkah kekasih baru nya itu.


Risya berhasil membuka paket itu, sebuah album foto kecil dengan tulisan yang Risya hafal benar itu tulisan tangan ibu nya.


"Untuk Risya, anak Ibu."


"Ya iyalah Lu kan anak nya ibu Lo, kacau."


"Diem ihh.." Risya menepuk pelan lengan Brian karena kesal pria itu begitu cerewet.


Risya membuka buku itu, di halaman pertama dia melihat foto sebuah keluarga. Ada dua anak perempuan dan sepasang suami istri, ibu nya yang masih terlihat muda dan ayah nya yang sudah lama meninggal.


Kedua mata Risya berkaca-kaca, dia terus membuka lembar demi lembar album poto itu, semakin lama terasa semakin menyesakan dada, apalagi saat dia melihat gambar dirinya saat masih bayi, balita, remaja hingga dewasa, semua nya lengkap di dalam sana.


Hingga Risya menemukan sebuah catatan kecil di balik halaman terakhir album foto itu.


Risya menutup mulut nya, air mata nya mengalir membasahi kedua pipi nya, Brian tau kalau ada yang tak beres dengan kekasih nya itu.


"Sayang, kenapa?" Risya menoleh lalu menghambur memeluk Brian, dia menangis tersedu-sedu di pelukan Brian.


Brian tak tau alasan perubahan mood kekasih nya itu, jadi dia memilih tak banyak bertanya, lebih baik dia menenangkan gadis nya yang masih menangis di pelukan nya.


Pria itu mengusap lembut punggung Risya, sesekali melayangkan ciuman mesra di puncak kepala Risya.


.....


๐ŸŒท๐ŸŒท๐ŸŒท๐ŸŒท


.Risya kenapa ya? nanti up lagi๐Ÿ˜Š


__ADS_1


Visual Risya (Myoui Minna Twice)๐Ÿ’œ


__ADS_2