Partner Ranjang Mr Zen

Partner Ranjang Mr Zen
Bab 62


__ADS_3

Seorang pria tengah duduk sambil memainkan gelas berisi minuman beralkohol di tangan nya, mata nya terlihat tak tenang, seperti mencari seseorang.


Tak lama, seorang gadis datang dengan seragam bar nya. Dia Hanisa Maharani, gadis cantik yang menjadi pelayan bar karena di tuntut kebutuhan yang semakin lama semakin menggunung, membuat nya mau tak mau harus bertahan dengan pekerjaan ini, meski pun lingkungan nya menganggap pekerjaan nya kotor, tapi percayalah Hani bukan tife wanita yang dengan mudah memberikan hal yang berharga pada sembarang laki-laki.


Pria itu tersenyum semringah dan segera mendekat ke arah gadis itu.


"Hai, kita bertemu lagi.."


"Maaf, anda siapa? Maaf saya pelupa," Jawab Hani, pria itu nampak kecewa terlihat dari ekspresi nya yang murung.


"Saya hanya ingin bertemu dan membicarakan tentang penawaran saya waktu itu."


"ONS?" Tanya Hani ragu-ragu.


"Yes, jadi apa jawaban mu?"


"Kalau saya menolak, apa yang akan tuan lakukan? Disini banyak gadis yang lebih menarik, kenapa harus saya?" Tanya Hani penasaran.


Pria itu membuka kacamata transparan nya, lalu tersenyum manis hingga menampakan lesung pipi nya.


"Entahlah, aku tak tau kenapa harus kamu. Tapi, sejak pertama aku melihat mu, aku langsung tertarik."


"Kapan waktu nya?"


"Sekarang juga bisa, aku akan bilang pada manager mu."


"Setidaknya saya harus bersiap-siap dulu sebelum melayani anda kan?"


"Silahkan, mandi yang bersih. Aku menunggu disana." Tunjuk pria itu pada meja bar yang memanjang.


"Baik, saya permisi." Hani pergi dari hadapan pria itu.


Ya, pria itu selalu datang setiap malam minggu dan sialnya selama dia disini, dia pasti akan menawarkan sebuah ajakan one night stand atau cinta satu malam bersama nya.


Entah ada apa dengan pria itu sehingga terus menerus mengajukan pertanyaan yang sama, meski sudah beberapa kali Hani tolak, tapi minggu berikutnya dia akan menwarkan nya lagi.


"One night stand with me to night?"

__ADS_1


"Tidak, saya permisi."


Minggu depan nya dia akan datang dan bertanya seperti itu lagi, hingga akhirnya dia bosan dengan pertanyaan yang pria itu lontarkan lalu menyetujui nya, malam ini dia akan melakukan hal yang tak pernah dia alami selama 21 tahun ini.


Bukan tanpa alasan dia menerima tawaran pria asing itu, tapi karena sahabat nya yang memanas-manasi nya kalau hubungan itu akan membuat nya ketagihan karena sensasi dan rasa nya yang membuat candu.


Rasa penasaran Hani langsung mengambil alih, dan tanpa berfikir dua kali, dia segera mengiyakan tawaran pria asing tampan yang sudah beberapa bulan ini selalu mengganggu pekerjaan nya.


Hani membuka pakaian nya, mengganti nya dengan pakaian bersih yang tadi dia bawa dari rumah. Rasa gugup begitu terasa, jantung nya berdetak tak karuan sedari tadi, dia membayangkan apa yang akan terjadi kalau dia ikut bersama pria itu.


...


Disini lah Hani sekarang, di sebuah ruangan besar bernuansa putih, ranjang king size dengan sprei berwarna putih polos.


"Minum?" Tawar pria itu, menuangkan segelas wine dan menyesap nya pelan.


"Maaf, tapi saya tidak minum minuman beralkohol." Jawab Hani menolak tawaran pria itu.


Jika di lihat dari dekat, selain tampan dengan wajah yang nyaris sempurna, ternyata pria ini juga sangat manis saat tersenyum.


"Kau pegawai bar pertama yang aku temui tapi tak meminum minuman seperti ini."


"Jadi, apa kau masih virgin?" Tanya pria itu mulai mempertanyakan kesucian nya.


"Saya belum pernah di jamah, saya masih suci, jika tidak percaya silahkan buktikan sendiri." Tantang Hani, membuat pria itu menyunggingkan senyum misterius nya.


"Baik, kita buktikan sekarang. Ganti pakaian mu dengan ini.." Pria itu melempar sebuah paperbag berisi pakaian haram ke arah Hani.


Hani segera pergi ke kamar mandi dan mengganti pakaian nya, sedangkan pria itu melucuti seluruh pakaian nya dan mengganti nya dengan bathrobe hotel.


Tak lama, Hani keluar dengan pakaian mini berwarna merah cerah, sangat kontras dengan kulit nya yang putih bersih.


Pria itu menatap Hani nyaris tak berkedip, membuat rasa gugup kembali melanda.


"Kenapa menatap saya seperti itu, Tuan? Apa penampilan saya aneh?"


"Kamu sangat cantik, apalagi kalau mendesahh di bawah ku." Jawab pria itu lalu menarik tangan Hani, hingga membuat gadis itu jatuh di ranjang. Pria itu merangkak menaiki tubuh Hani dan mulai menyentuh tubuh Hani yang masih terbalut pakaian tipis itu.

__ADS_1


Pria itu menyerang bibir ranum Hani sebagai pemanasan pertama nya, pria itu terus melumaat dan mengulumm bibir atas dan bawah Hani bergantian, tapi Hani diam saja tak membalas, ini pertama kali nya dia berciuman.


"Kamu tak pernah berciuman? Kaku sekali."


"Maaf, aku mungkin akan kurang merespon karena ini semua pertama kali nya." Jawab Hanu dengan nafas yang tersengal setelah ciuman pria asing yang terlihat profesional itu.


"It's okey, no problem Honey!"


Pria itu terus menggerayangii tubuh mungil Hani, hingga puncak nya jemari pria itu meraba paha dalam Hani, membuat gadis itu merapatkan kaki nya. Tapi dengan cepat tangan itu melebarkan kembali kaki Hani.


Tangan pria itu meraba lembah lembab yang di hiasi bulu-bulu manja di sekitarnya, membuat Hani bergerak tak karuan karena sensasi geli yang baru kali ini dia rasakan.


Pria itu terus bermain aktif di atas tubuh sexy gadis itu, Hani sudah pasrah. Dia akan di unboxing sebentar lagi, entah akan apa yang dia rasakan nanti.


"Siap?" Hani mengangguk perlahan, tatapan mata nya sayu. Tapi itu tak mempengaruhi pria yang berada di atas nya, nampak pria itu sudah sangat bernafsuu.


Pria itu melebarkan kaki Hani, membasahi ujung senjata nya dengan ludah dan menyejajarkan posisi benda berbentuk panjang itu dengan inti nya, pria itu menggesekan ujung benda itu di irisan daging tanpa tulang itu.


Hani menggigit bibir nya, dia menahan agar tak bersuara apapun. Tapi semakin lama, benda itu terasa merangsek lebih dalam, membuat nya tak tahan dan memekik kesakitan.


"Awwwhhsss, sakitt.. Tolong pelan-pelan.." Pinta Hani, gadis itu terus meringis bahkan setelah benda itu masuk sepenuh nya.


Pria itu mulai menggerakan pinggang nya maju mundur, menyesuaikan irama permainan. Milik gadis itu masih sangat sempit, jadi dia mencoba membuat lubang baru itu terbiasa dulu, meski sebenarnya dia ingin bergerak cepat menghentak lubang nikmat itu.


"Sudah merasa enak? Jangan tegang terus, kalau kamu terus begini, kamu gak bakal rasain nikmat nya, rileks saja!"


Hani menurut, dan benar saja. Semakin lama dia merasakan kenikmatan yang luar biasa, bahkan dia tak bisa menjelaskan dengan kata-kata.


Pria itu terus bergerak memacu tubuh nya di atas Hani, sesekali pria itu bergerak cepat, dan sesekali juga bergerak pelan. Sejauh ini pun dia tak meminta berganti posisi, masih seperti tadi Hani yang berada dalam kungkungan nya.


Hani melingkarkan kedua tangan nya di leher kokoh pria itu dengan mesra nya, membuat pria itu tersenyum senang karena Hani mulai merespon sentuhan nya.


Pria itu kembali mendaratkan bibir nya di atas bibir mungil Hani, kali ini gadis itu pun membalas ciuman nya, meski masih sedikit kaku tapi pria itu memaklumi nya.


....


🌷🌷🌷

__ADS_1


Karena banyak yang minta di gabung, jadi author gabung aja biar gak susah nyari ke karya sebelah yaπŸ˜πŸ™


__ADS_2