
Setelah mendapat laptop yang cocok dengan gadis nya, Zen langsung membawa nya pulang, begitu pun dengan Bimo, dia pun memutuskan pulang karena mood Hani anjlok karena melihat sahabatnya di rendahkan tadi.
"Kita pisah disini ya, aku pulang dulu bestie." Ica memeluk Hani sebelum pulang.
"Sering-sering ngajakin ketemu ya? Aku bosan di apartemen mulu."
"Iya, dia gak bakal bisa larang kamu buat ketemu aku." Sindir Ica, mata nya mendelik ke arah Bimo, membuat pria itu salah tingkah. Karena bukan hanya Ica yang mendelik, tapi Zen juga.
"Yaudah kita pulang sekarang ya Bby, besok kan bisa ketemu lagi."
"Iya Dad." Ica melepaskan pelukan nya dan beralih menggelayut manja pada lengan Zen, sebenarnya Hani ingin bermesraan juga dengan pria nya, tapi dia canggung jika harus memamerkan kemesraan nya di depan bos pacar nya sendiri. Gini lah ribet nya jika double date dengan bos sendiri, serba salah.
Kedua pasangan itu pun melajukan mobil ke arah berbeda, Zen pulang ke mansion sedang Bimo pulang ke apartemen. Dulu, Bimo pun punya rumah, tapi tragedi kebakaran membuat rumah itu hangus, beserta semua barang nya.
.....
Bimo membuka pintu apartemen dengan card acces, apartemen ini adalah bonus tahunan dari Zen.
"Honey."
"Iya sayang, sebentar mau ngupas buah dulu." Jawab Hani, gadis itu sedang berkutat di dapur dengan pisau dan berbagai macam buah.
"Baru aja pulang udah ngemil aja."
"Ngemil buah Yang, sehat." Balas Hani tak mau kalah.
Bimo menyusul ke dapur, memeluk tubuh gadis nya dari belakang.
"Kau hutang penjelasan pada ku, Honey." Bisik Bimo, membuat bulu kuduk Hani meremang.
"Penjelasan apa sayang? Perasaan aku gak nyembunyiin apa-apa."
"Cepat selesai kan, dan kita bicara." Bimo melepaskan pelukan nya dan pergi ke ruang tamu.
Hani mengernyitkan dahi nya pertanda heran, penjelasan katanya? Penjelasan apa kira-kira? Tak mau menerka-nerka, Hani segera menyelesaikan mengupas buah nya dan menyusul sang pria yang ternyata sedang menonton siaran sepak bola.
__ADS_1
Hani duduk di samping nya dengan memangku piring berisi buah yang sudah di kupas dan di potong kecil-kecil.
"Mau yang?" Tawar Hani, menyodorkan sepotong buah melon ke mulut Bimo, pria itu membuka mulut nya dan memakan buah itu.
Hani pun memakan buah itu dengan lahap, sejak tinggal bersama Bimo, dia jadi doyan ngemil buah, lagi pun pria itu tak mengizinkan nya ngemil malam yang lain kecuali buah. Membuat Hani yang awalnya tak terlalu suka buah-buahan pun, kini menjadi suka.
"Btw soal penjelasan, penjelasan apa yang?" Tanya Hani di sela makan buah nya.
"Kamu tau kalau aku sekretaris nya tuan Zen?"
"Tidak, memang nya kamu pernah cerita? Nggak kan." Jawab Hani seadanya.
"Lalu?"
"Ya aku tau nya tadi, mana aku tau kalau Daddy nya Ica itu bos kamu." Jelas Hani.
"Terus temen yang kamu jenguk ke rumah sakit itu Nona Ica?"
"Iya, dia kan habis di culik sama mantan pacar nya Tuan Zen." Jawab Hani santai.
"Kenapa gak bilang sih honey kalau temen mu itu Nona Ica." Rutuk Bimo, dia merasa malu kuadrat. Kalau saja dari awal dia tau, mungkin dia takkan setuju untuk melakukan double date konyol itu.
"Iya juga sih." Bimo mengingat-ingat, dia memang tak pernah bertanya lebih lanjut tentang siapa teman yang gadis nya jenguk di rumah sakit kala itu, meski dia sempat merasa heran tapi dia buru-buru menepis segala prasangka waktu itu.
"Kamu lucu tau pas tadi pertama lihat wajah Ica, kayak langsung pucat gitu."
"Aku malu Honey, pasti kamu sudah cerita banyak dengan Nona muda kan? Termasuk pertemuan kita?" Tanya Bimo, dia yakin gadis nya sudah membocorkan bagaimana cara dia mengejar Hani.
"Haha, iya dong. Ica juga cerita semua nya, dan kalau kamu tau Ica juga yang buat aku nerima tawaran one night stand itu." Celetuk Hani membuat Bimo terheran.
"Maksudnya?"
"Ya waktu itu aku gak sengaja ketemu Ica di mall pas lagi jalan-jalan, terus kita cerita dan dia bilang kalau dia jadi sugar babby gitu, aku penasaran kan gimana rasa nya gituan pertama kali. Ehh Ica nya bilang sakit, tapi nanti enak banget, bikin nagih dan bikin candu. Aku penasaran, dan terjadilah malam itu." Jelas Hani panjang lebar.
"Apa kau berguru gaya-gaya baru itu dari Nona muda juga?" Hani menganggukan kepala nya pelan, membuat Bimo menepuk dahi nya sendiri.
__ADS_1
Tadi nya dia sudah kesenangan karena Hani ada kemajuan dalam permainan, dia mulai agresif dan ingin berganti gaya, ternyata dia di ajari guru pribadi nya, siapa lagi kalau bukan Ica.
"Nona muda, kau merusak kepolosan gadis ku." Gumam Bimo sambil menggelengkan kepala nya.
"Tapi kamu suka kan? Enak gaya apa, Yang?"
"Gaya apa saja enak Honey, duhh jadi pengen. Boleh gak sih?" Tanya Bimo.
"Boleh dong, mau disini aja?"
"Kita memang belum pernah mencoba nya disini Honey, bagaimana kalau malam ini?" Balik tanya Bimo, walau dia sudah sangat bernafsuu dan ingin segera menghajar gadis nya, tapi dia juga tak boleh egois dan tak memikirkan faktor kenyamanan gadis nya.
"Yaudah ayok kalau mau disini, aku nyimpen buah dulu ya, sebentar." Hani pamit dan pergi ke dapur, niat nya menyimpan sisa buah di kulkas.
Tapi Bimo memiliki ide yang lebih gilaa, yaitu bermain di dapur. Dia mengikuti Hani ke dapur dan langsung menyergap gadis itu dengan buas nya, membuat Hani mau tak mau harus melayani hasratt pria nya di dapur.
Hani berdiri di depan meja kompor dengan tangan yang memegangi sisi meja itu sebagai pegangan karena Bimo sedang menghentak inti nya dari belakang dengan cepat, itu membuat tubuh Hani terguncang.
"Ahhhh sayang.." Hani mendesaah nikmat, dia menyukai gaya ini, milik pria nya terasa menusuk lebih dalam ke dalam inti nya.
Bimo terus bergerak memacu tubuh nya, sesekali tangan nakal nya memegangi buah kenyal yang terombang-ambing karena hentakan nya.
Hani memekik saat tiba-tiba pria itu melepaskan penyatuan mereka dan menarik nya ke meja makan. Bimo menaikan Hani ke atas meja dengan dia berdiri di antara kedua paha gadis nya.
Tanpa basa-basi, Bimo langsung melahap puncak gunung kembar Hani, membuat gadis itu mendongak dengan kedua mata terpejam menikmati permainan pria nya.
Hani pikir, Bimo akan memasuki nya lagi disini. Tapi ternyata dia salah, pria itu menggendong nya, membawa nya ke ruang tamu, membaringkan tubuh polos nya di sofa empuk dan segera menindih nya.
"Kalau terus berdiri, lutut mu akan lemas honey, jadi bermain disini saja ya?"
"Terserah kamu saja Yang." Jawab Hani pelan. Bimo tersenyum dan kembali menyatukan dua benda yang menciptakan kenikmatan surgawi itu, mengeluar masukan nya hingga membuat gadis yang terbaring itu mendesaah manja.
....
🌷🌷🌷
__ADS_1
Panas gak? Berendem yuk? author ge pnas, mana suami belom pulang🤣🤣🤣
Besok kita bahas Azwar kali ya? dah lama dia tenggelam.🤣