
Pagi hari nya, Meisya bangun terlebih dahulu. Dia masih punya uang beberapa ribu untuk membeli sayuran yang kebetulan lewat di depan kontrakan kakak nya.
"Bang, kangkung sama tempe nya berapa?" Tanya Meisya sambil memilih sayuran yang masih segar itu.
"Kangkung seiket nya 5 ribu Neng, tempe nya 4 ribu." Jawab abang tukang sayur itu. Ada pun ibu-ibu yang menatap nya dengan heran, mungkin merasa asing dengan Meisya.
"Dari rumah mana Neng?" Tanya salah satu ibu-ibu yang sedang belanja itu.
"Rumah itu Bu." Jawab Meisya ramah.
"Bukan nya itu kontrakan nya Azwar? Dia kan belum kawin, kamu siapa nya?"
"Iya, saya adik nya kak Azwar Bu." Jawab Meisya lagi, membuat ibu-ibu itu ber'oh' ria.
"Yaudah bang, kangkung aja sama tempe, cabe nya satu bungkus bang sama kaldu bubuk." Ucap Meisya, abang-abang penjual sayur itu pun segera membungkus sayuran yang di tunjuk Meisya ke dalam kresek.
"Kalau begitu saya permisi dulu Bu, mari."
"Iya Neng, duluan aja.." Meisya pun pergi dan kembali ke kontrakan nya, dia melihat kakak nya sudah terbangun, seperti biasa jika baru bangun Azwar akan bengong, mengumpulkan nyawa nya terlebih dahulu.
"Dari mana Mei?" Tanya nya pelan dengan suara serak nya.
"Dari tukang sayur, Mei mau masak. Ada beras gak?"
"Ada, bumbu dapur nya cuma tinggal bawang merah sama bawang putih doang." Jawab Azwar.
"Ada garem atau micin?"
"Ada di toples, ada telor juga di lemari."
"Okey, Meisya mau masak tumis kangkung saos tiram, sama tempe mendoan."
"Wihh enak tuh, jangan lupa sambel."
"Iya, bikin sambel nya pake bawang, pasti enak."
"Kakak bantuin ya.."
"Makasih." Ucap Mei tulus, Azwar pun membantu menyiangi kangkung dan memotong nya, sedangkan Meisya memotong tempe tipis-tipis dan membalut nya dengan tepung bumbu instan.
"Ini minyak cuma segini kak? Gak ada lagi?" Tanya Meisya, dia melihat minyak yang hanya tersisa setengan botol.
"Gak ada Dek, Kakak dapet bonus juga di pake beliin Sintia cincin buat lamaran."
"Ya gapapa, nanti kalau Mei gajian, Mei yang beli sendiri." Ucap Meisya.
__ADS_1
"Nanti habis dari konveksi, kamu mampir ke warung yang di ujung gang, disana sembako nya lebih murah, ini kakak kasih uang nya." Azwar mengulurkan 2 lembar uang seratus ribuan.
"Buat belanja berapa hari, Kak?"
"Secukup nya aja, kalau gak cukup nanti kakak kasih lagi." Jawab Azwar.
"Oke, Mei bakal hemat uang ini Kak." Azwar hanya menjawab dengan anggukan kepala nya, Meisya sibuk menggoreng tempe di wajan, membalik nya agar tak gosong, dan Azwar yang sedang mencuci kangkung di kamar mandi.
Sembari menunggu tempe nya agak kering, Meisya juga menyiapkan bahan-bahan untuk sambel nya, dari dulu Azwar sangat menyukai sambal, apalagi sambal bawang.
"Selesai, tinggal nyambel doang."
"Udah Mei?" Tanya Azwar yang baru keluar dari kamar mandi, bersiap-siap karena sebentar lagi waktu nya pergi bekerja.
"Udah kak, yuk makan dulu."
"Iya, setelah makan kamu siap-siap. Kakak antar ke konveksi." Ucap Azwar, Mei mengangguk dan memulai acara makan nya dengan lahap. Sudah cukup lama dia tak merasakan nikmat nya makan, meski makanan sederhana seperti ini. Dia memejamkan mata nya, menikmati setiap suapan nasi ke dalam mulut nya.
"Enak sekali, sudah lama aku tak makan begini." Gumam Meisya, selama di culik dia tak di biarkan makan dengan tenang, belum lagi tangan nya yang selalu terikat, membuat nya harus makan menggunakan mulut langsung.
"Masakan mu enak Mei, biasain masak pagi ya.."
"Iya kak, Meisya bakal masak setiap pagi, biar nanti gak malu sama kakak ipar."
"Santai aja kali, Sintia itu wanita yang baik, dia pasti akan menerima mu apa adanya." Ucap Azwar.
"Boleh, tapi nanti gak bisa. Soalnya kan kamu nya mau ke rumah Ica."
"Ehh iyaa ya, Mei lupa." Ucap Meisya.
"Udah lah, sekarang kamu siap-siap, mandi yang bersih. Biar kakak yang beresin sama nyuci piring."
"Oke kak," Jawab Meisya, dia pun segera beranjak pergi dari depan Azwar dan masuk ke kamar mandi dengan menenteng pakaian ganti.
Singkat nya, Azwar mengantar Adik nya ke konveksi dan tak lupa menitipkan nya pada pemilik konveksi, Bu Romlah.
Setelah selesai, pria itu pun kembali melajukan motor butut nya ke kantor.
.....
Di kampus, Brian dan Risya mulai menunjukan kemesraan mereka sebagai kekasih di hadapan orang lain, mereka mulai go publick dengan hubungan mereka.
Ada yang terkejut, heran, ada juga yang tak suka dengan kedekatan kedua nya.
"Makan yang?"
__ADS_1
"Laper sih, tapi gak ada guna nya aku olahraga tiap malam kalo gini." Celetuk Risya, membuat Brian menyengir kuda.
"Justru kamu harus banyak makan biar bertenaga pas aku pengen." Bisik Brian.
"Ohh yaudah, mie ayam aja dua mangkok. Tapi nanti aku gendut lagi,"
"Gapapa, kamu empuk nanti bikin aku makin betah main lama-lama." Goda Brian membuat Risya refleks memukul pelan lengan Brian, sedangkan pria itu hanya terkekeh geli.
Brian pergi memesankan makanan untuk Risya, meninggalkan kekasih nya itu di meja sendirian.
"Heii Ris.."
"Iya kak Loli, kenapa?" Jawab Risya.
"Pacaran sama Brian?" Tanya nya dengan wajah jutek.
"Iya kak, baru 2 bulan." Jawab Risya tenang, santai.
"Gak nyangka sih, cowok sekelas Brian suka nya cewek kayak Lo. Udah gendut, culun lagi." Ledek nya dengan senyum sinis.
"Gapapa, Mungkin Brian nya lagi sakit mata jadi nya salah pilih."
"Setau gue, Brian tuh doyan nya cewek berkelas kayak modelan Ica, bukan kayak Lo gini." Ucap nya lagi, membuat Risya tersenyum.
"Dia mundur saat sadar laki nya Ica jauh lebih bisa buat Ica bahagia makanya dia ikhlasin Ica, masalah kenapa dia bisa sama gue sekarang? Tanya aja sama orang nya." Jawab Risya, membuat Lolita merasa dongkol sendiri.
"Setidaknya Risya lebih baik dari mu, Loli. Dia cantik menurut pandangan ku, bukan hanya cantik wajah, tapi hati nya juga. Tak seperti kau yang bermuka dua." Sindir Azwar, membuat Lolita bungkam.
"Aku hanya punya satu muka, Brian."
"Benarkah? Lalu yang waktu itu apa?" Tanya Brian, dengan seringaian jahat nya. Sudah beberapa kali dia memergoki Lolita yang masuk ke hotel bersama om-om.
Tak sengaja, hari itu dia malah kepergok saat sedang bersama pria tua berduaan di dalam kamar dengan pakaian yang setengah terbuka. Ya, Brian salah satu pegawai kebersihan hotel waktu itu. Dia merasa lucu saat melihat Lolita yang gelagapan saat melihat Brian yang bertugas mengantarkan makan malam untuk nya dan sugar daddy nya itu.
"Itu hanya salah paham!"
"Cihhh, najongg.." Brian berdecih lalu pergi mendekati Risya dan duduk di samping nya dengan tenang.
"Tunggu sebentar ya Sayang, lagi di buat."
"Tapi udah gak nafssu." Keluh Risya.
"Pas sampe nanti, pasti kamu makan juga." Kelakar Brian sambil mengusap lembut kepala Risya, membuat Lolita bete sebete bete nya.
.....
__ADS_1
🌷🌷🌷🌷
Besok bahas Hani sama Bimo kali ya??