Partner Ranjang Mr Zen

Partner Ranjang Mr Zen
Bab 124


__ADS_3

Brian masih berada di rumah Risya, dia betah berlama-lama di rumah gadis itu karena rumah nya bersih, rapih dan wangi.


"Mau buah Bri? Kayaknya masih ada beberapa deh di kulkas, gue ambil dulu ya." Brian menganggukan kepala nya, Risya pun pergi dari hadapan Brian dengan langkah cepat.


"Nape si Risya pake celana begituan sihh? Panas dingin anjirr, padahal biasa nya kagak begini. Lu juga, kenapa bangun hehh? Malu tau." Rutuk Brian saat merasakan sosis di dalam celana nya mulai bangkit dari tidur panjang nya, maka dari itu sedari tadi dia memangku bantal di paha nya untuk menutupi celana nya yang menggembung agar Risya tak tau.


Tak lama, Risya kembali dengan beberapa jenis buah yang ada di dalam sebuah mangkok berukuran cukup besar.


"Duduk disini Sya." Pinta Brian, Risya mengernyitkan dahi nya. Tak biasa nya Brian meminta nya duduk di samping nya, ya meski pun di kantin mereka sering duduk bersisian.


"Mau ngapain?"


"Elahh kagak ngapa-ngapain Sya," Risya membulatkan bibir nya dan beranjak duduk di samping Brian, tapi masih ada jarak di antara kedua nya.


"Gak seru nonton beginian Bri, ganti channel nya."


"Mau nya nonton apa?" Tanya Brian sambil memperhatikan cara Risya memakan buah jeruk, pipi nya menggembung berisi bulir buah jeruk.


"Drakor." Jawab Risya santai, tak sadar kalau gaya bicara nya mengundang Brian mendekat.


"Napa Lo? Jangan deket-deket Bri." Pinta Risya, tapi Brian seolah tak mendengar dan duduk memepet Risya di ujung sofa.


Merasa ada yang aneh, Risya turun dari sofa dan duduk lesehan di karpet, tapi Brian malah mengikuti dan mereka duduk berdempetan.


"Minggir dong Bri ahh, masih luas. Lu kan bisa duduk disana." Gerutu Risya, tapi tak menghentikan acara makan jeruk nya.


Tapi kali ini, entah di sengaja atau tidak, Risya menggigit buliran jeruk itu di dekat bibir nya, membuat jus jeruk itu muncrat hingga ke pipi nya.


Refleks Brian mengambil tissu dan mengusap lembut pipi Risya yang terkena air jeruk.


"Napa sih Bri? Lo perhatian banget, jangan buat gue baper lah." Batin Risya, meskipun di mulut dia bilang tak menyukai Brian, tapi kalau di beri perhatian gini, cewek mana yang gak luluh kan?


"Lu cantik Sya."


"Ha-ahh? Gak salah ngomong Lu Bri?"


"Lu cantik apa adanya, jadi gak usah insecure lagi. Kalau olahraga lebih baik Lu terusin biar sehat."


"Iya Bri, thanks ya udah nemenin gue seharian ini."


"Bayar dulu dong Sya."


"Bayar? Elahh gak ikhlas banget Lu bantu gue." Ketus Risya.


"Bukan pake duit, Sya."


"Jadi, maunya pake apa?"


"Pake bibir Lu aja gue mau Sya," Jawab Brian, tatapan mata nya terus mengarah ke bibir Risya yang berwarna pink alami dengan sedikit olesan liptint berwarna merah.

__ADS_1


"Jangan mesuum Bri, bibir gue masih perawaan."


"Gue mau Sya, bentar aja."


"Bri, Lu napa sih? Pulang sono, jangan mesoom disini." Usir Risya, tapi bukan Brian jika dia menurut.


Dia hanya memegang tangan Risya dan mengusap punggung tangan nya dengan lembut.


"Brian, Lu ngapain sih ihh kok jadi gini." Risya berusaha melepas genggaman tangan Brian, tapi pria itu menggenggam nya erat.


"Cuma tangan doang, mau gue cium paksa?" Ancam Brian membuat Risya diam seketika.


Risya kembali fokus menatap layar televisi yang sedang menayangkan drama korea, entah apa judul nya tapi bisa di pastikan ini bukan tontonan anak kecil.


Bahkan ada beberapa adegan ranjang yang membuat sosis di celana Brian semakin meronta. Brian mati-matian menahan nya, tapi drama di televisi malah menayangkan adegan itu cukup lama.


"Lu keringetan, napa Bri? Panas ya? Perasaan AC nya nyala deh." Risya celingukan mencari remot AC, tapi dia tak sadar kalau itu membuat Brian semakin blingsatan menahan gairahh di dalam diri nya, apalagi di suguhi leher putih mulus milik Risya.


"Penyiksaan batin ini mah, nape tadi mampir dulu sih? Kalo langsung pulang kan gak bakal kek gini." Rutuk Brian di dalam hati.


"Bisa tolongin gue Sya?" Tanya Brian, membuat gadis itu berbalik.


"Tolongin apa?"


"Gue kelilipan, bisa tiupin gak?"


"Yang mana, kanan apa kiri?" Tanya Risya.


Risya meniup pelan mata Brian, hingga membuat Brian tak tahan dan langsung mendaratkan bibir nya di bibir sexy Risya.


Cupp..


Risya membulatkan mata nya saat merasakan benda kenyal itu menyentuh bibir nya, bahkan terasa sedikit ada gigitan-gigitan kecil.


"Brian.." Pekik Risya, dia menjitak kepala Brian dengan kesal, bisa-bisa nya pria itu merenggut kegadisan bibir nya.


Brian kembali melancarkan aksi nya, kali ini bukan sekedar kecupan singkat, tapi ciuman mesra nan lembut. Risya meronta, tapi buru-buru kedua tangan nya di pegangi oleh Brian.


Risya terus meronta hingga akhirnya dia menyerah sendiri, kekuatan Brian bukan tandingan nya. Jadi dia diam saja, membiarkan Brian mencium bibir nya.


Brian melumaat bibir Risya, meski tak mendapat respon dari gadis itu, Brian tetap melakukan nya, dia tau kalau ini pertama kali nya Risya berciuman.


Setelah di rasa cukup, Brian melepaskan ciuman nya, mengusap pelan bibir Risya yang basah karena ulah nya.


"Bibir Lu enak di lumaat Sya, jadi pengen lagi."


"Ngelunjak ya Lo Bri," Risya menimpuk Brian dengan bantal sofa.


"Tapi enak kan Sya? Setelah ini kalo Lo mau ciuman sama gue aja."

__ADS_1


"Briannn, nyebelin banget sihh.." Teriak Risya, tapi yang di teriaki malah tertawa terbahak-bahak.


Hingga tangan itu berhenti karena Brian mencekal nya. Dia menatap Risya dengan tatapan berbeda, membuat nyali gadis itu menciut.


"Sya."


"Apa?"


"Gak ada, udah selesai nimpuk nya? Gue pengen cium Lo lagi."


"Brian.."


"Gemes," Ucap Brian sambil menguyel-uyel pipi Risya.


"Sakit lah, sana pulang."


"Cium dulu, sekali lagi aja." Pinta Brian, membuat Risya kesal dan menjitak kepala Brian cukup kuat.


.....


Di apartemen, Hani baru selesai melakukan tugas nya, apalagi kalau bukan beberes rumah, itu adalah tugas negara setiap ibu rumah tangga, tapi Hani kan bukan ibu rumah tangga ya? Gak apalah, tapi dia menolak saat Bimo menawari nya untuk menyewa ART, karena merasa dia bisa sendiri untuk membersihkan apartemen nya sendiri, lagi pun dia tak bekerja jadi bosan kalau hanya duduk berpangku tangan tanpa melakukan apa-apa.


"Honey.." Panggil Bimo, membuat Hani yang sedang mengepel dapur mendekat ke arah asal suara.


"Iya sayang, ada apa?"


"Gak usah masak buat makan siang, kita kan mau belanja bulanan."


"Ohh iya, aku selesai kan ini dulu setelah itu mand terus kita berangkat."


"Masih beresin apa?"


"Ngepel ini dikit lagi, kenapa?"


"Ada yang bisa aku bantu, Honey?"


"Emmm, kayaknya gak ada kok. Kamu tunggu aja ya, sebentar lagi selesai."


Bimo menurut dan duduk di kursi meja makan dengan mata yang terus memperhatikan gerak-gerik gadis nya, dia terlihat beberapa kali mengusap keringat di dahi nya.


"Capek sayang? Aku kan udah bilang, kita pake ART aja. Biar kamu gak kecapean."


"Gak usah, aku bisa kok bersihin sendiri. Lagian aku gak ada kerjaan, bosen kalo cuma diem aja." Jawab Hani, jawaban yang sama persis seperti waktu itu.


"Baiklah, aku akan kasih kamu bonus karena pelayanan kamu bagus."


"Baik tuan, terimakasih." Jawab Hani menirukan cara bicara Bimo jika di depan Zen, membuat pria itu terkekeh.


....

__ADS_1


๐ŸŒท๐ŸŒท๐ŸŒท๐ŸŒท


Hari ini up 3 bab lho, kalian seneng? Kalo seneng, kasih hadiah sama vote dong๐Ÿ˜Š jan lupa juga tinggalkan jejak like atau komen di setiap bab ya๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜˜


__ADS_2