Partner Ranjang Mr Zen

Partner Ranjang Mr Zen
Bab 177


__ADS_3

Pagi hari ini, ada yang terlihat berbeda dengan penampilan Ica, dia nampak cantik dengan gaun yang kemarin Zen belikan, gaun berbahan tipis di bagian bawahnya, berwarna pink muda yang membuat Ica terlihat sangat cantik. Belakangan ini pria itu sangat suka belanja, tapi membelikan nya pakaian untuk sang istri, bukan untuk dirinya sendiri.


"Bby, sudah siap?" tanya Zen, pria itu juga sudah siap dengan setelan jas kerja nya.


"Sudah Dad, berangkat sekarang?"


"Waahh istriku sangat cantik dengan gaun itu, besok Daddy belikan lagi yang seperti ini." Puji Zen, membuat wajah Ica memerah menahan malu. Padahal bukan sekali ini saja pria itu memuji nya, tapi pagi ini dia merasa malu saat Zen menatap nya dari atas sampai bawah dengan tatapan kagum nya.


"Sudahlah Dad, jangan terlalu sering membeli pakaian. Lemari Ica udah hampir penuh sama pakaian yang Daddy beli."


"Daddy suka sayang, jangan menolak. Ayo kita berangkat, Daddy gak sabar lihat dedek." Ucap Zen sambil mengusap perut istrinya yang sudah mulai membuncit di usia kehamilan nya yang ke 4 bulan.


Ica menggandeng lengan suaminya dengan mesra, menuruni anak tangga dengan perlahan, dia juga di biasakan agar tak memakai sendal yang memiliki heels, Zen lebih suka melihat istrinya itu memakai sepatu dari pada sendal high heels, kecuali dalam acara penting.


"Bby, besok acara resepsi jadi hari ini kamu full istirahat ya, besok pasti melelahkan."


"Iya Dad, tapi setelah periksa kandungan nanti, siapa yang anter Ica pulang?" tanya Ica, mereka berencana ingin melakukan pemeriksaan sekaligus ingin melihat keadaan dedek bayi di dalam perut nya dengan melakukan USG di rumah sakit.


"Kamu ikut Daddy aja ke kantor, bisa istirahat sambil baca buku disana, sambil nemenin suami kerja."


"Ohh gitu ya, oke." Jawab Ica, Zen tersenyum senang karena istrinya akan menemani nya mengerjakan beberapa pekerjaan yang masih tersisa, besok dan dua hari kedepan perusahaan libur, dengan alasan CEO nya akan pergi berbulan madu. Libur 3 hari takkan membuat perusahaan bangkrut kan? Mungkin begitulah pikir Zen.


Zen dan Ica masuk ke dalam mobil, hari ini dia menyetir sendiri, karena Bimo sudah ke kantor lebih dulu tentunya atas perintah Zen.


"Dad puter lagu, boleh?" Tanya Ica.


"Kalau lagunya bukan lagu BTS, boleh Bby."


"Isshh Daddy, emang kenapa sih kalau dengerin lagu BTS?" Tanya Ica ketus, pasalnya Zen selalu melarang nya memutar lagu boyband asal korea selatan itu.


"Gapapa, cuma Daddy gak suka aja." Jawab Zen enteng, membuat Ica kesal. Dia menggembungkan pipi nya, dengan tangan yang bersedekap lalu memalingkan pandangan nya ke arah jendela.


Singkat nya, Ica dan Zen sudah sampai di rumah sakit, mereka langsung mengambil antrian di depan ruang praktek dokter kandungan terkenal. Sebenarnya Zen bisa saja langsung masuk tanpa mengantri, tapi Ica kekeuh ingin ikut mengantri seperti ibu-ibu yang lain.

__ADS_1


Ica melihat seorang ibu-ibu yang masih terlihat muda berjalan melewati nya, dia berjalan pelan sambil memegangi pinggang nya, mungkin terasa sakit atau pegal karena kehamilan nya yang sudah bulan nya seperti nya.


"Ibu mau duduk? Silahkan Bu." Ucap Ica, dia langsung berdiri saat melihat tak ada lagi kursi kosong yang tersisa, semuanya penuh.


"Terimakasih Nak, kamu baik sekali." Ucap ibu-ibu itu, membuat Zen juga langsung berdiri dan membiarkan sang istri duduk, mana mungkin dia membiarkan istrinya yang sedang hamil itu berdiri.


"Sudah berapa bulan Bu?" Tanya Ica sambil mengusap lembut perut buncit ibu itu, dan sepertinya ibu itu pun tak keberatan saat Ica mengusap perutnya.


"Bulan ini pas 9 bulan Nak, kamu sendiri?"


"Baru jalan 4 bulan Bu, wahh dedek nya sebentar lagi launching kan? Semoga dedek bayi sama Ibu nya sehat-sehat ya." Ucap Ica sambil tersenyum manis.


"Terimakasih doanya Nak, kamu juga ya. Semoga sehat selalu dan lancar jika sudah waktunya."


"Iya Bu, terimakasih juga doanya."


Zen berdiri melihat istrinya yang terlihat begitu ramah pada orang lain, membuatnya sangat senang. Istri nya wanita yang sangat baik, dia tak pernah membeda-bedakan orang berdasarkan penampilan, sebelum dia di atas seperti saat ini, dia juga pernah mengalami kesusahan, bahkan makan pun Ica harus bekerja dulu.


Satu persatu ibu-ibu mulai pergi setelah selesai pemeriksaan nya, dan saat tiba ibu itu yang di panggil dia mempersilakan pada Ica agar masuk lebih dulu.


"Tapi Bu.."


"Masuklah, anggap saja ini balas budi Ibu padamu karena sudah memberikan ibu tempat duduk."


"Baiklah Bu, terimakasih."


"Sama-sama Nak." Jawab ibu itu, membuat Zen langsung membantu istrinya untuk berdiri. Pria itu merangkul Ica dengan mesra, membawanya ke ruang pemeriksaan.


Ibu itu tersenyum saat melihat punggung sepasang suami istri itu menghilang di balik pintu.


"Selamat pagi Nyonya, Tuan.." Sapa dokter itu ramah.


"Pagi Dok.."

__ADS_1


"Ada keluhan apa Nyonya?" Tanya dokter itu langsung tanpa basa basi.


"Hanya ingin melakukan USG, Dok."


"Baiklah, Mari." Zen membantu Ica berbaring di brankar pemeriksaan, dokter itu menyibak pakaian Ica, untungnya dokter kandungan itu perempuan, kalau laki-laki Zen pasti sangat murka!


Dokter itu mengoleskan gel dingin ke perut Ica dan memutar benda yang terhubung ke layar yang menampakan ada bulatan kecil berwarna abu-abu.


"Usia kandungan anda 17 minggu, berarti 4 bulan lebih satu minggu Nyonya." Ica dan Zen fokus mendengarkan penjelasan dokter itu.


"Ohh lihatlah, ini adalah rahim anda, ada dua janin disini."


"M-aksudnya dok?" Tanya Zen.


"Nyonya mengandung anak kembar." Zen dan Ica saling menatap lalu tersenyum manis, pria itu bahkan langsung mengecup kening sang istri saking bahagianya mengetahui fakta kalau istrinya itu tengah mengandung anak kembar.


"Selamat Tuan dan Nyonya, tapi maaf untuk jenis kelamin masih belum bisa di lihat, nanti setelah 5 atau 6 bulan, baru bisa di lihat."


"Baik dok, tak masalah."


"Janin nya sehat dan berkembang sesuai usia nya, kurangi berpikiran berat ya Nyonya. Untuk Tuan, selalu jaga mood ibu hamil ya. Usahakan agar mood nya selalu bagus, itu salah satu faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang janin."


"Tuh dengerin, jadi kalau cuma nonton video atau dengerin lagu BTS gapapa, asal mood aku nya bagus." Celetuk Ica, merasa di atas awan karena dokter menasehati Zen agar tetap menjaga mood ibu hamil.


"Iya iya sayang iya, boleh tapi jangan sampai lupa waktu."


"Oke Dad, makasihh." Jawab Ica, membuat dokter itu tersenyum melihat pasangan suami istri itu.


.....


🌷🌷🌷🌷


__ADS_1


Bumil cantikπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œ


__ADS_2