Partner Ranjang Mr Zen

Partner Ranjang Mr Zen
Bab 209


__ADS_3

Pagi harinya, Brian membujuk Risya setengah mati. Karena perempuan itu yang masih merajuk, membuat Brian harus extra membujuk nya agar mau ikut.


"Ayo Yang.."


"Kemana sih? Nggak ahh, males." Jawab Risya yang masih bergelung dalam selimut hangat nya.


"Kan namanya juga surprise Ayang, gak jadi kejutan kalau di kasih tau sekarang dong." Jawab Brian sambil menarik selimut yang di pakai Risya.


"Dingin Yang, siniin selimutnya."


"Enggak, ayo bangun terus kita mandi."


"Sayang, bentar lagi dong. Males nih, bawaan nya lemes." Rengek Risya, memang perempuan itu nampak lebih pucat dari biasanya.


Tapi bukan Brian namanya jika tak punya ide cemerlang untuk mengerjai gadisnya. Tanpa aba-aba, Brian langsung menggendong Risya ala bridal style dan membawa nya ke kamar mandi. Risya memekik kuat saat merasakan tubuhnya di angkat secara tiba-tiba.


"Sayang.."


"Kenapa cantik? Ingin protes? Baiklah, kalau kamu malas mandi, biarkan aku saja yang memandikan mu." Jawab Brian dengan senyuman secerah matahari pagi hari ini.


Dengan terpaksa, Risya pun melingkarkan kedua tangan nya di leher Brian, kalau sudah begini ya mau bagaimana lagi. Lagipun, pria itu yang akan memandikan nya, sejak tahu dia hamil, entah kenapa Risya jadi malas mandi padahal sebelumnya dia bisa mandi 3 kali dalam sehari.

__ADS_1


Brian mendudukan Risya di pinggir bath up, pria itu tersenyum lalu mengecup kening nya dengan mesra.


"Kamu manis sekali hari ini, ada apa sayang?" Tanya Risya, dia sendiri merasa heran kenapa Brian bisa semanis ini.


"Gak ada kok, aku cuma mau manjain bumil cantikku ini." Jawab Brian sambil mengisi air hangat di bath up, meletakan bath bomb dan beberapa tetes aromaterapi kesukaan Risya, aroma bunga sakura dan peach.


"Air nya sudah siap Nyonya Brian." Risya tersenyum malu-malu lalu membuka seluruh pakaian nya, lalu memasuki bath up dan berendam di dalam nya.


Brian menggosok punggung Risya dengan lembut, tak lupa menyabuni seluruh tubuhnya, beberapa kali dia mesum dengan meremass buah kenyal yang menggantung indah di dada Risya dengan gemas, hingga membuat acara mandi pagi itu sangat istimewa rasanya.


Sedangkan di lain sisi, ketiga pria sedang fokus memperhatikan bagaimana berlangsung nya persiapan acara pernikahan Brian dan Risya. Ya, mereka yang memutuskan untuk merancang sendiri konsep pernikahan untuk adik bungsu mereka, tentunya para bumil juga ikut andil.


Awalnya mereka semua kaget bukan main saat para pria memberitahu kalau Risya juga tengah berbadan dua, dan yang lebih mencengangkan lagi, Risya juga di kabarkan sedang mengandung anak kembar. Mereka heran sekaligus senang, bagaimana bisa mereka bisa kompakan hamil kembar, tak terbayangkan bagaimana ramai suasana kumpul-kumpul nanti dengan 8 orang anak.


"Sayang, kamu mau bawa aku kemana sih? Pake acara tutup mata segala."


"Nanti juga kamu tahu, Sayang. Ayo, pegang tangan ku dan berjalan pelan-pelan." Risya tak menjawab lagi, dia hanya meraih tangan Brian dan berjalan mengikuti nya.


Tepat di atas altar, seseorang membuka penutup mata Risya. Perempuan itu membuka kedua mata nya, dia terkejut hingga menutup mulutnya dengan kedua tangan. Apalagi saat melihat Brian yang nampak sangat tampan dengan setelan jas warna hitam yang membalut tubuh atletis nya dengan rapi.


Dia juga baru sadar kalau dia memakai gaun dan mahkota, tapi kapan? Dia tak menyadari kapan gaun itu melekat di tubuhnya, aneh bukan? Bahkan pemilik tubuhnya saja tak sadar kalau dia memakai gaun.

__ADS_1


Dia mengedarkan pandangannya, lagi-lagi dia di buat terharu. Ketiga sahabat dan suaminya berdiri tepat di depan altar, dia menangis. Tak menyangka kalau inilah kejutan yang di berikan oleh Brian.


"Sayang, mari kita menikah." Brian mengulurkan tangan nya dan langsung di sambut hangat oleh Risya, keduanya pun menghadap pendeta dan saling mengucap janji suci, janji sekali seumur hidup, janji yang di ucapkan di hadapan tuhan.


"Hari ini, kalian resmi menjadi pasangan suami istri. Silahkan cium istri anda, Tuan."


Brian tersenyum, lalu membuka penutup kepala Risya dan mencium bibirnya dengan lembut dan mesra.


Semuanya bertepuk tangan melihat kemesraan kedua nya, pasangan suami istri yang baru saja di resmikan itu.


Suasana berubah haru saat tiba-tiba saja seseorang datang dan langsung memeluk Risya. Risya pun nampak memeluk erat seseorang itu, dan menumpahkan tangis nya di pelukan orang itu.


Ica, Hani dan Sintia kompak mengusap ujung mata mereka saat melihat betapa menyakitkan nya tangisan Risya.


"Tisu sayang?" Kompak ketiga pria itu, membuat Ketiga perempuan hamil itu saling melempar tatapan mereka, kompakan saja terus.


"Kamu tak mengundang ku, ke acara pernikahan mu? Selamat ya, semoga pria pilihan mu ini adalah yang terbaik."


"Terimakasih kakak, aku sangat senang kakak bisa hadir di pernikahan ku." Perempuan cantik itu mengangguk dan kembali memeluk tubuh Risya.


....

__ADS_1


🌷🌷🌷


Siapa ya? jangan lupa vote yuk!πŸ’œ


__ADS_2