Partner Ranjang Mr Zen

Partner Ranjang Mr Zen
Bab 236, Ending S1


__ADS_3

Hari ini, adalah hari berkumpul nya para hot Daddy dan hot mommy, semua nya berkumpul di mansion Zen. Ica dan Zen sedang duduk sambil memangku putra dan putri mereka, seperti biasa Zen selalu memilih Daisy dan Ica akan memangku Baby Dave.


Di samping nya, ada Bimo dan juga Hani yang sama-sama menggendong putra kembar mereka. Lalu ada Sintia dan Azwar, dan tak lupa pasangan paling muda, Risya dan Brian yang kompak menggendong putri cantik mereka.


Syakila dan Syakira nampak sangat lucu mengenakan gaun berwarna biru muda pemberian Anton. Hari ini, tepat kedua putri cantik itu berusia satu bulan.


"Wahh cantik sekali Syakila sama Syakira, kita besanan yuk?" Celetuk Hani membuat Bimo mendelik.


"Gak usah ngadi-ngadi, Sayang. Syukur-syukur kalau mereka pas udah besar saling mencintai, nah kalo enggak?"


"Isshh kamu ini ketularan tuan Zen deh, apa-apa terlalu serius!" Ucap Hani, yang mana membuat Zen yang sedang menimang Daisy langsung mendongak.


"Ngapain bawa-bawa nama gue, suami Lu tuh yang terlalu datar."


"Iya ketularan dari atasan nya." Ucap Hani membuat Zen memutar mata nya jengah, mana ada sifat menular, setahunya hal itu bukan sesuatu yang bisa menular seperti penyakit.


"Kalo mau sama Grey juga gapapa kok, Kira atau Kila." Celetuk Sintia, tentu saja membuat Hani mendelik, merasa dapat saingan.


"Harus sama Aarash atau Aarish, Grey sama Daisy aja!"


"Ya ampun, udah stop! Anak-anak kita masih bayi lho ini." Ucap Ica tegas, melerai sedikit perdebatan yang pasti nantinya akan semakin memanas jika tak segera di hentikan.


"Anak-anak ku memang cantik karena terbuat dari 100% bibit unggulan alias bibit terbaik, maka gak heran masih bayi udah banyak saingan nya." Bangga Brian membuat para pria langsung menatap tajam pria itu.


"Lalu, kau pikir bibit kami kurang bagus begitu?"


"Anak-anak kami juga terbuat dari bibit yang terbaik!"


"Awas ya kau Brian!" Para pria itu kompak mengerubungi Brian dan mencubiti pria itu, hingga suasana berubah menjadi riuh karena gelak tawa yang memenuhi halaman mansion.


Hingga tawa itu langsung seketika senyap ketika satu pasangan datang, ya Meisya dan Arian datang dengan tangan yang saling bertautan mesra. Keduanya memutuskan menikah satu Minggu yang lalu, tanpa restu dari ibu nya karena percuma saja dia meminta izin, ibu nya masih belum berubah.

__ADS_1


"Ciee pengantin baru datang nih.." Goda Ica sambil menyikut lengan Kakak nya dengan jahil, tentu saja membuat wajah Meisya langsung merona karena malu.


"Wajah Kak Mei merah tuh!" Tunjuk Risya sambil terkekeh.


"Issh udah jangan di godain terus, Mei nya malu tuh."


"Tapi beneran sih, wajah si Arian lebih berbinar setelah punya bini ya?" Celetuk Bimo.


"Jelas lah, dia punya teman menyalurkan beban hidup, ye kan?" Ucap Brian sambil tergelak.


"Beneran ya, wajah nya kek bersinar gitu bikin silau." Azwar menggoda Arian, tapi pria datar itu bisa menyembunyikan rasa malu nya di balik wajah super duper datar nya.


"Sok datar Lu, kalo pengen ketawa ya ketawa aja." Zen menepuk punggung Arian hingga membuat pria itu hampir terhuyung.


"Apaan sih Bang? Julid amat, mentang-mentang udah berpengalaman." Ucap Arian akhirnya.


"Dia guru kita, paling pertama merasakan surga dunia." Cetus Bimo membuat Zen terkekeh.


Obrolan para pria itu pun harus terhenti kala istri-istri mereka berteriak kompak memanggil nama suami masing-masing, entah kenapa juga bayi-bayi itu menangis serempak. Aneh bin ajaib, para hot Daddy itu pun sibuk menenangkan putra putri mereka, membuat suasana semakin ramai.


Zen tersenyum, melihat teman-teman nya dan para istri-istri mereka yang sibuk dengan anak mereka masing-masing. Dia benar-benar tak menyangka, ide konyol nya untuk menjadikan Ica sebagai partner ranjang akan berakhir sangat membahagiakan seperti ini.


Tak terasa, sudah 2 tahun dia hidup bersama Ica, wanita yang bisa menyembuhkan setiap luka yang pernah di tinggalkan wanita lain yang pernah hadir dalam hidup nya. Zen merasa sangat beruntung memiliki Ica, selain cantik dia juga wanita yang baik, istri dan ibu yang baik.


Ica tersenyum pada Zen dan mengecup pipi nya.


"Terimakasih sudah membersamaiku selama ini, Mas. Happy Anniversary yang kedua tahun, aku mencintaimu Azzendra."


"Aku juga Wenthrisca, happy anniversary." Zen mencium puncak kepala sang istri dan memeluk nya dengan sebelah tangan karena tangan satunya menggendong Daisy yang sudah terlelap kembali.


Tamat.

__ADS_1


.....


🌷🌷🌷


Sedih mau namatin Bang Zen tuh🤧 terimakasih buat para readers yang udah setia menemani perjalanan cinta antara Zen dan Ica sampai ending🥰


Visual.


Azzendra Grew Nicholas.



Wenthrisca Liu.



Bimo Astra Sanjaya.



Hanisya Maharani



Brian Robertson.



Marisya.


__ADS_1


terimakasih buat semua nya🥰🥰🥰🌷


__ADS_2