Partner Ranjang Mr Zen

Partner Ranjang Mr Zen
Bab 118


__ADS_3

Sore hari setelah pulang bekerja, Azwar menyempatkan diri berkunjung ke rumah makan dekat rumah sakit, dia masih penasaran dengan sosok orang yang memasak menu kesukaan nya.


Pemuda itu pun memulai misi untuk mencari keberadaan ibu dan adik nya, karena dia merasa Ica sudah bersama orang yang tepat, yang bisa menjaga nya dengan baik, dia yakin Zen adalah pria baik yang datang sebagai malaikat penolong untuk Ica.


Sedangkan ibu dan adik nya entah bagaimana nasib nya, jadi sudah semingguan ini dia memulai misi untuk mencari kedua nya.


Azwar mengemudikan motor butut nya ke rumah makan itu, dia kembali menanyai siapa yang memasak menu itu, sudah beberapa kali dia kesini tapi orang yang memasak itu belum masuk bekerja juga.


"Permisi, apa koki yang memasak menu ini sudah masuk bekerja kembali?"


"Sudah tuan, ingin bertemu? Mari ikut saya." Azwar menganggukan kepala nya dan mengikuti pelayan itu kedapur, pelayan itu sudah tidak aneh lagi dengan kedatangan pemuda tampan yang hampir setiap hari kesini hanya demi menemui orang yang sudah memasak sebuah menu.


"Bi, ada yang mencari mu." Panggil pelayan itu pada seorang ibu paruh baya yang berdiri membelakangi Azwar.


Rambut nya di ikat cepol, memakai pakaian sederhana dan memakai celemek di depan tubuh nya.


"Siapa?" Wanita itu membalik badan nya, dia menganga saat melihat siapa yang ingin bertemu dengan nya.


"Ibu.." Panggil Azwar lirih, dia tau benar rasa dan bentuk makanan yang ibu nya masak. Maka dari itu dia yakin kalau ibu nya bekerja di rumah makan ini.


"Azwar? Kamu sudah kembali nak?" Wanita itu mengelap tangan nya dan menghambur memeluk putra sulung nya.


"Apa kabar Bu? Azwar sudah pulang kesini sejak dua bulan yang lalu. Bisa kita bicara berdua dulu?"


"Tentu bisa Nak, ayo."

__ADS_1


Azwar mengangguk dan berjalan mendahului ibu nya, sedangkan wanita itu mengikuti di belakang punggung tegap Azwar setelah meminta izin pada kepala koki.


Azwar membawa ibu nya duduk di salah satu kursi kosong dekat jendela.


"Apa kabar Bu?"


"Ibu baik nak, kau sendiri? Bagaimana kuliah mu?" Tanya ibu nya dengan antusias.


"Aku juga baik, Ibu bisa melihat nya sendiri aku tumbuh dengan baik. Kuliah ku juga lancar dan sudah lulus dengan nilai yang cukup baik." Jawab Azwar.


"Syukurlah, Ibu senang mendengarnya."


"Bagaimana dengan Meisya, kemana dia?"


"Mei hilang, sudah 10 hari dia tak pulang. Terakhir dia pamit untuk menghadiri acara ulang tahun teman nya, tapi sampai sekarang tak kunjung pulang." Jelas Ibu nya, membuat Azwar mengernyit.


"Kenapa harus? Dia sudah besar, nanti juga pulang sendiri." Celetuk ibu nya membuat Azwar emosi. Dari dulu ibu nya tak pernah berubah, selalu egois dan tak mementingkan anak-anak nya.


"Meisya itu anak ibu atau bukan? Aku melihat Ibu tak seperti kebanyakan Ibu pada umum nya,"


"Maksudmu?" Tanya ibu nya ketus.


"Jika Ibu pada umum nya akan khawatir setengah mati bila anak nya tak pulang, kalau Ibu malah sebaliknya."


"Dia sudah besar Azwar, dia tau jalan pulang. Lagi pun anak itu tak ada guna nya, hanya berfoya-foya saja kelakuan nya, pemalas tak mau bekerja, hingga membuat ibu harus bekerja di tempat ini." Jelas nya.

__ADS_1


"Jadi, setelah Ibu menjual Ica pada pria paruh baya, lalu Ibu ingin Meisya yang menggantikan nya? Ibu juga akan menjual anak ibu sendiri, demi uang?"


"Kalau ada yang mau sama Mei, kenapa nggak? Ibu juga tak jadi menjual adik tiri mu itu, karena dia berlindung di belakang punggung orang berkuasa."


"Azzendra? Dia yang memberiku pekerjaan yang layak, gaji yang besar." Cetus Azwar membuat ibu nya terperanjat kaget.


"Kenapa bisa? Pria itu jahat dan arogan, egois juga. Dia yang membuat Ibu jadi gelandangan, dia mengusir ibu dan Mei dari rumah peninggalan ayah mu."


"Ayah ku? Setau ku itu ayah nya Ica, jadi wajar jika Ica mengambil hak kepemilikan rumah itu, karena itu peninggalan ayah nya. Ibu sedikit pun tak berhak tinggal disana tanpa izin dari Ica. Karena dia pemilik yang sah." Jawab Azwar.


"Kau selalu saja membela anak tak tau diri itu, Azwar."


"Yang tak tau diri itu Ica atau Ibu sama Mei?" Balik tanya Azwar membuat ibu nya terpojok.


"Kalau kedatangan mu hanya untuk berdebat dengan Ibu hanya karena anak tiri itu, sebaiknya kau pergi saja."


"Baiklah, aku memang akan pergi. Syukurlah ibu baik-baik saja, aku permisi. Selamat sore." Azwar kembali menggendong tas nya di punggung dan pergi dari rumah makan itu, setelah memesan seporsi makanan untuk makan malam nya.


Azwar tak habis pikir, kenapa ibu nya tak pernah berubah, dia terlalu egois untuk bisa mengerti penderitaan anak-anak nya.


"Aku pikir ibu sudah berubah, tapi ternyata sama aja. Lebih baik aku tinggal sendiri saja, aku tak mau tinggal dengan ibu seperti itu, meski dia ibu kandung ku sendiri." Gumam Azwar sambil menggelengkan kepala nya.


....


🌷🌷🌷🌷

__ADS_1


masih bingung visual azwar😂


__ADS_2