Partner Ranjang Mr Zen

Partner Ranjang Mr Zen
Bab 213


__ADS_3

Disisi lain, Soraya kembali datang ke apartemen Anton. Seperti biasa, jika marah dia akan datang pada Anton dan meminta pelampiasan. Pria yang sedang duduk sambil memangku laptop itu langsung tersenyum saat melihat Soraya datang dengan penampilan modis nya.


"Ohh Sayang, kamu kesini." Sambut nya dengan pelukan hangat. Pria itu langsung mengecupi leher Soraya, membuat Soraya melenguhh pelan, padahal dia baru datang tapi sambutan yang di berikan Anton sungguh membuatnya bergairah.


"Aku butuh pelampiasan, kau sibuk?" Tanya Soraya setelah Anton melerai pelukan mereka.


"Tentu tidak Sayang, apa yang tidak untukmu. Tapi kamu kenapa, apa ada masalah?" Tanya Anton.


"Brian menikah tanpa izin ku dan kini istrinya itu sedang hamil, Anton." Jelas Soraya lalu duduk, di ikuti Anton di belakang nya, tangan nya menepuk-nepuk panttat kenyal nan padat Soraya.


"Masih berseteru dengan anak mu itu, Sayang? Sudahlah, biarkan saja. Dia sudah dewasa, dia berhak memilih siapa yang akan jadi pendamping nya." Soraya mendelikan matanya ke arah Anton.


"Kau tak mengerti Babe, aku ingin dia tunduk padaku. Tapi seperti nya akan sangat sulit, terlebih Yasmin sudah bangun, dia pasti akan sangat mengganggu."


"Tak ada gunanya membuat anak mu itu tunduk, Sayang. Semakin kau berusaha membuat nya tunduk, percayalah putramu itu akan semakin menjauh." Ucap Anton membuat Soraya terdiam, benar juga apa yang di katakan Anton.


"Jangan bahas ini dulu, aku kesini untuk bermain." Soraya bangkit dari duduknya, langsung saja dia duduk di pangkuan Anton dan menyerang bibir pria itu dengan brutal. Anton yang sudah terbiasa dengan nafssu Soraya, dengan mudahnya mengimbangi permainan bibir wanita itu.


Keduanya berciuman dengan liar, sesekali decapan nikmat terdengar, membuat hasraat keduanya melambung tinggi.


"Sayang, buka pakaian mu." Pinta Anton, dengan cepat Soraya menurut dan menanggalkan semua yang ada di tubuhnya, membuat nya polos. Anton tersenyum senang, melihat tubuh mulus Soraya selalu membuat nya bernafssu.


Soraya kembali mendudukan panttat nya di pangkuan Anton, dia melingkarkan kedua tangan nya di leher kokoh milik pria itu. Keduanya saling melempar senyum nakal, dan di detik berikutnya Soraya di buat mendesaah nikmat saat puncak buah kenyal di kulumm manja oleh mulut Anton.


"Aaahhhh Sayang.." Desahnya sambil menjambak kecil rambut pria itu.

__ADS_1


Pantatt nya bergoyang-goyang, membuat senjata Anton merasa terjepit oleh tubuh Soraya yang kini sangat menempel dengan nya.


"Ssshhh, Sayang. Tolong bukakan resleting ku, milik ku terjepit." Pinta Anton, tapi tak menghentikan mulut nya yang terus memakan buah kenyal itu dengan rakusnya. Soraya lagi-lagi menurut dan menurunkan resleting celana jeans yang pria itu pakai, hingga benda panjang itu mencuat dengan bebas nya.


Tangan lentik Soraya mengelusnya dengan lembut, membuat Anton menggeram nikmat di sela kegiatan menyusu nya.


"Kita sudahi saja, Babe. Aku sudah tidak tahan ingin di hentak milikmu yang besar dan keras ini." Pinta Soraya, membuat Anton langsung berhenti.


Pria itu berdiri dan menuntun Soraya ke dalam kamar dan menutup pintunya, Anton membuka semua pakaian nya, hingga tubuh keduanya sama-sama polos.


Soraya langsung memeluk Anton membuat benda sensitif mereka saling bergesekan, milik Soraya sudah banjir dengan lendir nikmat yang akan membuat senjata itu masuk dengan mudah.


"Masukkan disini atau disana, Sayang?" Tanya Anton.


"Terserah kamu saja, aku patuh." Jawab Soraya manja, membuat Anton terkekeh. Wanita itu selalu bersikap manja saat nafsuu nya akan terpenuhi.


"Aassshh, Sayang.."


"Milikmu berkedut Sayang, nikmat sekali." Puji Anton membuat Soraya tersenyum manis.


"Aahhh emmm.." Soraya kembali mendesah saat perlahan benda itu mulai bergerak maju mundur, memompa miliknya yang sudah kebanjiran.


Keduanya menyatu dalam posisi berdiri, ini pertama kalinya setelah sekian lama keduanya sepakat menjadi partner ranjang, yang saling memuaskan tanpa iming-iming uang, hanya kepuasan.


"Sayang, apa kau tak berniat menikah lagi?" Tanya Anton di sela permainan nya.

__ADS_1


"Kenapa bertanya seperti sayang, ahhh.. Kalau aku menikah lagi, tentunya kita takkan bebas seperti ini." Jawab Soraya dengan terengah-engah.


"Kita akan bebas melakukan nya jika kau menikah dengan ku, Sayang."


"Aku pantas menjadi ibumu bukan istrimu, Anton, jangan konyol!" Ucap Soraya, Anton masih melakukan nya, hingga tubuh Soraya terguncang.


"Aku tidak konyol, bagaimana kalau aku mencintaimu?"


"Cinta? Haha, apa yang akan kau dapat dariku? Aku sudah tua, mungkin hidupku takkan lama lagi."


"Jangan pernah mengatakan hal semacam itu, Sayang."


"Aku sudah bilang padamu dari awal, Anton. Hubungan ini jangan terlalu melibatkan hati, kita hanya partner ranjang, hubungan kita cukup saling memuaskan, kau setuju kan dulu?"


"Aahh iya, aku lupa kalau kau selalu mengingat kesepakatan kita dulu. Baiklah, aku akan melakukan tugas ku sebagai pemuas!" Jawab Anton, dia langsung menghentak milik Soraya dengan kuat hingga membuat Soraya memekik.


"Pelan-pelan Anton, kau menyakitiku!"


"Aku hanya pemuas, jadi aku akan melakukan nya seperti seorang gigolo." Jawab Anton. Tanpa ragu, dia mengangkat tubuh Soraya tanpa melepas penyatuan di bawah, dia membanting tubuh Soraya di ranjang dan langsung menindih nya. Anton benar-benar melakukan nya dengan kasar pada Soraya.


Dia merasa marah karena Soraya hanya menganggap nya sebagai pemuas saja. Harusnya dia juga tau diri, dari awal hubungan ini terjalin hanya karena satu hal itu. Kesepakatan mereka pun terjadi atas persetujuan kedua belah pihak, tanpa melibatkan hati. Tapi Anton melanggar kesepakatan, dia malah diam-diam menyukai Soraya. Dia tak peduli apapun, dia ingin memiliki Soraya meski perbedaan usia mereka sangat jauh.


.....


🌷🌷🌷

__ADS_1


Yang nagih bab Soraya ehem, nih author buatin.


__ADS_2