
Meisya tertampar kenyataan, dimana dia harus kehilangan sesuatu yang sangat berharga dalam hidupnya. Itu semua adalah perbuatan ibu kandung nya sendiri, demi mencelakai adik angkat nya, Wenthrisca atau Ica, yang tak lain adalah istri dari Azzendra Grew Nicholas, laki-laki paling berpengaruh di negara ini.
Dia baru saja terbangun dari keadaan yang sangat mengkhawatirkan, tapi dia malah mendengar hal yang paling menyakitkan bagi seorang wanita, kehilangan rahim yang artinya dia takkan pernah bisa punya anak sampai kapan pun.
Meisya tergugu, menangis dalam kesendirian. Fakta ini sangat-sangat menyakiti hatinya, bagaimana bisa dia menjalani hidup sebagai wanita yang tak punya rahim, dia tak sempurna.
Di tengah keterpurukan nya, sosok Arian datang, memeluk nya dan memberikan kekuatan untuk nya, meyakinkan dirinya kalau hidup tak sejahat itu.
"Kenapa menangis hmm?"
"A-aku tak punya rahim lagi, Kak. Bagaimana bisa aku hidup dengan kekurangan yang aku punya sekarang?" Ucap Meisya, air mata nya membanjiri wajah cantik nya.
"Sudah, jangan terlalu di pikirkan ya. Kamu masih lemah, harusnya kamu banyak beristirahat saat ini."
"Ini sangat menyakitkan, Kak." Ucap Meisya, Arian memeluk gadis cantik itu, mendekap nya dengan erat, membiarkan nya menangis di pelukan nya.
"Aku akan selalu ada untukmu, Meisya. Tak perlu khawatir, Sayang."
Meisya mendongak, dengan wajah berurai air mata dia menatap wajah tampan Arian yang memeluk nya dengan penuh kasih sayang.
"Kakak berjanji?" Tanya Meisya, Arian tersenyum manis lalu menganggukan kepala nya. Lalu mencium kening dan bibir Meisya dengan lembut.
__ADS_1
"Aku takkan pernah meninggalkan kamu sampai kapan pun."
"T-api aku wanita yang tidak sempurna." Ucap Meisya terbata.
"Tak ada manusia yang sempurna Sayang, aku menerima semua kekurangan mu, masa lalu mu juga. Jadi, apa yang kamu khawatirkan takkan pernah terjadi." Arian mengelus kepala Meisya dengan lembut.
"Apa Ica baik-baik saja Kak?"
"Kemarin dia sempat pingsan karena shock, mungkin sekarang dia sudah bangun. Kamu ingin bertemu dengan nya?" Meisya menganggukan kepala nya pelan.
"Baiklah, sebentar aku akan memanggil nya, kamu disini dan istirahat ya."
Arian pun pergi keluar ruangan meninggalkan Meisya sendirian, membiarkan sejenak dia beristirahat terlebih dulu, mengingat dia baru saja siuman dari situasi yang gawat.
Memang target nya bukanlah dirinya tapi Ica, sebagai kakak yang mencoba berubah, Meisya tentunya tak bisa tinggal diam begitu saja saat melihat ibu nya ingin mencelakakan adik nya.
Sampai Ica datang, Meisya masih melamun hingga tak menyadari kehadiran nya.
"Kakak, apa yang sakit kak?" Suara nyaring Ica membuat lamunan Meisya buyar, dia melirik ke samping dan melihat adiknya berlari lalu menghambur memeluknya sambil menangis.
"Udah-udah, kamu kenapa nangis sih? Suami kamu nanti nyangka kakak ngapa-ngapain kamu lagi."
__ADS_1
"Ica minta maaf sama kakak, maafin Ica ya kak."
"Kenapa minta maaf, kakak gak kenapa-kenapa kok, cuma sakit ini dikit."
"Katanya gak kenapa-napa, tapi kakak luka." ucap Ica, matanya masih berkaca-kaca.
"Gapapa kok, kamu baik-baik aja kan?"
"Aku baik, tapi kakak luka gara-gara aku."
"Gapapa Ca, kakak gapapa. Kakak minta maaf pernah jahat sama kamu ya,"
"Ica udah maafin kakak dari lama kok, kita mulai semua dari awal ya kakak, semoga hubungan kita semakin membaik, jadikan semua nya pelajaran yang berharga tapi bukan untuk di ulang."
"Iya Ca, kamu anak yang baik pantas saja banyak orang yang menyukai kamu."
"Kakak juga harus berubah ya, kakak pasti bisa." Meisya mengangguk dan tersenyum. Tak lama datang Azwar dengan Sintia, mereka pun berpelukan dan saling menguatkan.
.....
🌷🌷🌷
__ADS_1
Belum tamat asli nih, masih ada cerita Meisya sama Arian☺️