Partner Ranjang Mr Zen

Partner Ranjang Mr Zen
Bab 220


__ADS_3

Malam harinya, Ica terbangun. Tubuhnya terasa sangat sakit setelah bertaruh nyawa melahirkan buah hati nya bersama Zen, pria yang dia cintai dan sekaligus pahlawan nya.


Dia mengedarkan pandangan nya, seketika senyuman manis terbit dari bibir tipis nya. Dia melihat Zen tertidur sambil duduk, mungkin dia juga merasa lelah setelah di landa kepanikan.


Tangan nya bergerak mengusap kepala Zen yang tertelungkup di sampingnya, membuat Zen terbangun seketika.


"Mommy, sudah bangun?"


"Daddy kenapa tidur disini? Gak pulang aja Dad?" tanya Ica.


"Nggak deh, mendingan nungguin Mommy disini."


"Mana anak kita, Dad? Ica pengen lihat anak-anak kita, mereka sepasang kan?" tanya Ica, Zen tersenyum lalu mengangguk.


"Nama nya siapa, Dad?"


"Maaf Mom, aku tak berdiskusi dulu tentang nama anak kita."


"Tak apa Dad, aku tak sabar, siapa nama nya Dad?"


"Dave dan Daisy, bagus kan?"

__ADS_1


"Dave, Daisy, bagus Dad dan yang terpenting mudah di ucapkan." Jawab Ica sambil cengengesan.


"Daddy keluar dulu ya, semoga aja suster mengizinkan membawa anak-anak kita kesini."


"Bawalah mereka Dad, Ica pengen lihat hasil kerja keras kita." Ica memainkan alis nya genit membuat Zen tergelak, istrinya begitu menggemaskan sekarang.


Zen keluar dan pergi ke ruangan yang tadi sore dia kunjungi, ruangan uang di penuhi dengan bayi-bayi yang baru saja di lahirkan. Satu perawat datang dan menanyakan maksud kedatangan Zen ke ruangan itu.


"Permisi Tuan, ada perlu apa?"


"Eemm, saya ingin membawa anak saya untuk bertemu ibunya. Bisakah?"


"Tentu saja bisa Tuan, siapa nama dan orang tua sang bayi?"


Zen membuka pintu, membuat Ica yang masih menunggu langsung menoleh. Dia tersenyum saat melihat suaminya datang dengan troli bayi.


Perawat itu membantu Ica agar duduk selonjoran dengan menumpuk bantal di belakang tubuhnya untuk membantu menopang tubuh Ica yang masih lemah.


"Pelan-pelan Nona." Ica mengangguk, kedua orang itu mendekatkan troli dorong ke sisi brankar hingga membuat Ica bisa melihat wajah anaknya dengan jelas.


"Dave, Daisy, kalian sangat manis." Itulah pujian yang pertama kali keluar dari mulut Ica saat melihat wajah tampan dan cantik putra putri nya.

__ADS_1


"Dad lihatlah Dave, dia sangat mirip denganmu. Baby Daisy juga, kenapa hanya bibir nya yang mirip dengan ku? Ini sungguh tidak adil, karena aku yang sudah mengandung mereka selama 9 bulan dan aku juga yang sudah melahirkan mereka, tapi kenapa malah mirip denganmu!" Gerutu Ica membuat Zen terkekeh pelan. Memang kedua buah hati nya mewarisi wajah tampan dan cantik dari ayah ibunya, tapi Zen lah yang paling dominan.


"Kamu hanya menampung Mom, maaf." Ucap Zen sambil terkekeh membuat Ica juga ikut terkekeh.


"Aku ingin menggendong nya, boleh?"


"Boleh Nona, tapi selalu hati-hati ya kondisi anda masih sangat lemah setelah melahirkan."


"Baik Sus." Jawab Ica, perawat itu membantu Ica menggendong salah satu anak nya, dia menggendong Baby Daisy, mengusap lembut dan penuh kasih sayang wajah sang putri, sangat cantik dengan wajah bulat dan pipi cabi yang kemerahan.


Tapi sepertinya, Baby Dave iri, dia juga ingin di gendong oleh sang ibu, dia menangis kuat hingga membuat Ica terjengit kaget. Dia menyerahkan Baby Daisy pada Zen dan menerima Baby Dave. Berusaha menenangkan nya dengan memberikan kecupan tanda kasih sayang di kening putra nya. Dan seperti sebuah keajaiban, Baby Dave langsung terdiam. Dia kembali tertidur di dekapan hangat sang Mommy.


"Tuh kan, dia iri itu Mom." celetuk Zen membuat Ica terkekeh.


"Masih kecil udah iri aja kamu Nak, Mommy akan menyayangi kalian berdua tanpa membeda-bedakan kasih sayang, karena kalian berdua itu anak Mommy."


Zen tersenyum, ternyata begini ya rasanya punya dua anak sekaligus dalam satu waktu. Tentunya dia harus selalu siap siaga jika sang istri membutuhkan bantuan nya, mengurus satu anak saja sangat merepotkan, menyita waktu dan tenaga. Apalagi ini, tuhan sangat baik hingga menitipkan dua malaikat kecil secara langsung.


......


🌷🌷🌷🌷

__ADS_1


Bingung mau namatin ini mah, maaf kalau bertele-tele πŸ™πŸ™


__ADS_2