Partner Ranjang Mr Zen

Partner Ranjang Mr Zen
Bab 37


__ADS_3

Ica bergegas masuk ke dalam kamar nya, tadinya dia ingin menyendiri dulu di kamar, tapi terlambat karena Zen sudah duduk santai di sisi ranjang dengan bertumpang kaki.


Ica melengos, dia masih kesal pada Zen mungkin lebih tepat nya cemburu karena Zen belum bisa melupakan masa lalu nya bersama wanita bernama Rosa.


"By.."


"Hmmm..." Ica hanya berdehem tanpa berniat menjawab panggilan Zen, gadis itu sedang membuka jaket dan sepatu nya.


"Masih kesal?"


Ica pergi ke kamar mandi dengan santai nya, tanpa menghiraukan pertanyaan Daddy nya. Ica hanya mendelik sebal ke arah Zen, itu pun hanya sekilas. Mungkin kalau Zen peka, jawaban nya 'sudah tau pake nanya', itu translate dari delikan sang gadis tadi.


"By.." Zen ngintil ke kamar mandi, tadinya dia ingin membuat gadis nya senang hari ini, tapi dia salah langkah hingga membuat Ica kesal dan mendiamkan nya.


Ica membuka seluruh pakaian nya tanpa melihat ekspresi pria di belakang nya, gadis itu dengan santai nya masuk ke dalam bath up berisi air hangat dan busa sabun.


Zen mendekat, dia duduk di pinggiran bath up sambil memainkan busa sabun di tangan nya.


"Maaf kalau Daddy membuat mu sangat kecewa sayang, sungguh Daddy tak tau kalau akan begini." Ucap Zen.

__ADS_1


"Selama Daddy tak bisa melepaskan masa lalu Daddy, percuma saja Daddy minta maaf. Daddy akan menyakiti orang lain, meski itu bukan Ica, bisa saja terjadi pada wanita lain."


"Pilihan nya hanya dua Dad, lepaskan masalalu Daddy atau kehilangan dulu baru Daddy sadar? Jangan sampai salah memilih, Ica tak peduli meski Daddy akan membuang Ica setelah bosan, tapi sampai kapan pun Daddy takkan bahagia jika tetap mengenang masa lalu Daddy." Ica berkata dengan tenang, seolah hal ini bukan lah hal yang besar untuk nya. Toh dia benar kan? Mungkin saja pria itu akan membuang nya setelah bosan.


"Jadi Daddy harus bagaimana?"


"Apa Daddy tak mengerti juga setelah aku jelaskan beberapa kali? Lepaskan masa lalu Daddy dan kembali menata hidup dengan baik, itu saja." Jawab Ica.


"Daddy akan mencoba demi dirimu, By.."


"Lakukan dengan tulus, jangan karena aku." Ketus Ica, gadis itu menyapukan busa sabun ke punggung putih mulus nya, membuat Zen menelan ludah nya dengan kepayahan.


"Jatah? Tak ada jatah Dad, masih siang."


"T-tapi Daddy ngiler lihat itu.." Zen menunjuk buah kenyal di dada sang gadis.


"Lebih baik Daddy keluar, tak ada yang meminta Daddy masuk kesini." Usir Ica, gadis itu menyipratkan air ke wajah Zen dengan tangan nya.


Tapi bukan nya keluar, pria itu malah membuka seluruh pakaian nya dan memaksa masuk ke dalam bath up hingga air nya meluber.

__ADS_1


"Apa-apaan ini Dad, keluar.." Pekik Ica, dia akan keluar dari bath up tapi terlambat, karena tangan Zen lebih cepat meraih tubuh nya.


"Daddy menginginkan mu, By. Sekali saja, besok Daddy harus pergi."


"Tak ada Dad, kalau mau pergi ya pergi saja." Ketus Ica sambil memalingkan wajah nya yang bersemu kemerahan, sedang tangan nya menutupi buah kenyal yang menggantung indah.


"Ayolah sayang, Daddy sudah meminta nya kemarin dan kamu membolehkan."


"Itu sebelum aku tau kalau hati mu masih bersama wanita lain." Jawab Ica membuat Zen diam.


"Cukup untuk hari ini Dad, aku lelah. Aku mau istirahat dulu, untuk jatah nanti saja sepulang dari luar negeri, maaf mengingkari janji." Ica melepas paksa tangan Zen yang semula melingkar erat di pinggang nya, lalu meraih bathrobe dan keluar kamar mandi, meninggalkan Zen yang masih di dalam bath up.


Zen menatap senjata nya yang tegak menantang itu dengan sendu, tadinya dia akan menghajar gadis nya semalaman untuk perpisahan karena besok dia harus pergi meninjau proyek dan sang gadis akan di sibukan dengan kuliah dan tugas-tugas nya, tapi ya begini lah jadinya.


....


๐ŸŒท๐ŸŒท๐ŸŒท


Kasian bang Zen๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

__ADS_1


__ADS_2