
Di apartemen, Hani sedang berkutat dengan alat masak dan juga sayuran yang ingin dia masak untuk menu makan malam nya dengan sang pujaan hati, siapa lagi kalau bukan Bimo.
Kebetulan juga hari ini dia sudah selesai datang bulan, Bimo pasti akan senang jika tau dia sudah bersih.
"Huhh, jangan berdenyut di saat seperti ini. Pria itu pake pelet kali ya? Baru bayangin aja udah berdebar gak karuan gini." Gumam Hani sambil meraba dada nya yang terasa berdebar menanti kepulangan sang pria.
Hari ini dia memasak ayam rica-rica, tumis jamur, dan tahu tempe goreng. Sederhana saja, karena hanya ada itu yang tersisa di kulkas, seperti nya Bimo lupa mengajak nya belanja bulanan.
Tak lama, pintu apartemen terbuka. Bimo pulang dengan wajah lelah nya, rambutnya berantakan dengan jas yang dia tenteng.
Seketika aroma masakan menguar ke indra penciuman nya, dia penasaran dan mengikuti aroma yang membuat perut keroncongan itu, dan ternyata berasal dari dapur.
Bimo tersenyum saat melihat gadis nya sedang mengaduk masakan di wajan, tangan nya bergerak lincah membuat pria itu gemas.
"Sial, hanya dengan melihat nya memasak saja kau bangun, sabar dulu. Sarang mu masih kebanjiran." Gumam Bimo sambil mengusap senjata nya yang mulai aktif.
Tanpa kata-kata lagi, Bimo mendekat dan memeluk Hani dari belakang cukup erat.
"Aroma masakan mu sampai memenuhi semua ruangan apartemen ini, Honey." Ucap Bimo di telinga Hani, membuat gadis itu tersipu.
"Sudah pulang ternyata, bagaimana pekerjaan mu Yang?" Tanya Hani, dia tak merasa terganggu sedikit pun dengan kehadiran pria itu di belakang tubuh nya.
"Seperti biasa, setiap hari selalu banyak dan menumpuk, aku lelah." Jawab Bimo.
"Gak ada kerjaan yang gak melelahkan sayang, aku juga lelah melayani mu."
"Tapi kau kan libur seminggu ini." Cetus Bimo dengan ekspresi wajah lucu nya, membuat Hani tersenyum geli melihat perubahan ekspresi sang pria.
"Ohh apa yang mengganjal di belakang ini? Kau bangun sayang?" Tanya Hani sambil berbalik, benar saja celana pria itu nampak menggembung.
"Seminggu dia berpuasa Honey, wajar saja jika berdekatan dengan mu membuat nya aktif." Jawab Bimo.
"Yasudah kamu boleh buka puasa nanti, sekarang mandi dulu. Aku ingin menyelesaikan masakan ku dulu,"
"Buka puasa?" Tanya Bimo memastikan.
"Iya, bulan nya sudah pergi Sayang."
"Beneran? Kamu gak lagi bercanda kan?"
__ADS_1
"Mau lihat sebagai pembuktian?" Tanya Hani.
"Aahh tidak, aku percaya padamu. Kalau begitu aku mandi dulu," Ucap Bimo cepat, dia mencuri satu ciuman basah di pipi Hani dan berlari ke kamar nya dengan riang.
"Ya ampun pria itu, dengar kata jatah atau buka puasa langsung aja lesu nya hilang. Tapi aku suka, dia terlihat manis saat merajuk." Gumam Hani, dia kembali mengaduk masakan nya dan tak butuh waktu lama, semua masakan nya sudah siap, dia menyajikan semua hasil karya nya di meja.
Bimo juga sudah nampak segar dengan rambut basah dan pakaian santai nya.
"Ohhh bahagia nya.." Gumam nya sambil senyam senyum dari tangga hingga ke meja makan.
"Kenapa? Kok mandang aku gitu banget, aku aneh?" Tanya Hani, saat melihat pria itu terus menatap nya dengan senyuman di bibir nya.
"Kamu cantik."
"Baru sadar? Kemaren kemana aja?"
"Apalagi kalau tanpa busana, uhh membayangkan nya saja membuat celana ku menyempit."
"Mesoom terus, jadi makan gak?"
"Jadi dong Honey, aku butuh tenaga ekstra untuk bertarung nanti." Hani memutar mata nya jengah, sudah pasti Bimo akan melakukan nya semalaman.
"Mau makan sama apa?"
Hani menyendok nasi dan lauk nya, lalu meletakan nya di depan Bimo. Pria itu makan dengan lahap, meski sesekali curi-curi pandang ke arah Hani yang memakai dress dengan belahan dada yang cukup rendah.
"Kenapa sih dari tadi mandangin aku terus?"
"Pengen itu." Tunjuk Bimo ke arah dada nya.
"Iya nanti, jangan mesoom di meja makan, bisa?"
"Iya bisa sayang, maaf."
Mereka pun kembali makan dengan tenang hingga semua nya habis, bersih tak bersisa. Hani membawa piring kotor ke wastafel dan mengelap meja nya hingga bersih.
"Aku cuci piring dulu."
"Katanya mau main." Rengek Bimo.
__ADS_1
"Baru aja makan sayang, tunggu turun dulu. Kamu nonton televisi dulu sana, jangan ganggu dulu."
"Yasudah." Jawab Bimo singkat, lalu pergi ke ruang tengah, menyalakan televisi dan menonton nya dengan pikiran yang sudah di ranjang.
Bimo gagal fokus saat mendengar gemericik air di dapur. Entah sadar atau tidak, pria itu berjalan ke arah dapur lagi, kembali memeluk Hani dari belakang, menyandarkan dagu nya di pundak gadis nya.
"Tunggu sebentar sayang, ini sedikit lagi selesai."
"Kamu bisa terus mencuci piring dan aku akan melakukan kegiatan favorit ku dari sini." Jawab Bimo, dia terlalu bersemangat untuk berbuka puasa.
Tangan Bimo merayap nakal ke atas lalu berhenti di kedua bulatan kenyal milik gadis nya, meremass nya lembut. Sedangkan bibir nya sibuk mengecupi leher putih Hani.
"Sayang, sebentar lagi selesai kok. Jangan memulai disini."
"Aku sudah tidak tahan, Honey." Bisik Bimo membuat gadis itu merinding.
Pria itu menyibak dress yang Hani pakai, menurunkan sedikit celana dan segitiga hingga ke lutut, dia juga menurunkan celana nya sendiri.
"Kamu yakin kita bermain disini? Aku bahkan belum bersiap."
"Apa peduli ku, aku hanya ingin memasukan senjata ku ke sarang nya." Jawab Bimo acuh, dia hanya fokus melakukan kegiatan nya.
"Sedikit merendah sayang." Hani menurut, tangan nya mulai bergetar saat pria itu berhasil memasuki inti tubuh nya.
"Enak nya, terasa hangat." Gumam Bimo sambil terus bergerak. Hani mencuci tangan nya dan membiarkan cucian piring nya di wastafel yang tergenang air, dia bertumpu di sisi meja dengan Bimo yang terus bergerak di belakang nya.
"Sayang, sudah ya. Ini terasa ngilu."
"Kalau begitu kita pindah ke kamar." Jawab Bimo, dia mencabut miliknya dari inti sempit gadis nya, menggendong tubuh itu di pundak nya bagai karung beras dan membawa nya ke kamar.
Bimo menutup pintu dengan menendang nya, dia pun menurunkan Hani di ranjang dan mulai mengungkung nya.
Mereka pun bertarung panas di atas ranjang empuk itu, tepat sasaran Bimo benar-benar melakukan nya semalaman, hingga membuat Hani tepar dan tertidur sebelum Bimo menyelesaikan permainan nya.
.....
🌷🌷🌷
Masih hari selasa, vote nya masih ada kan? Sumbangin kesini😊
__ADS_1
couple yang bikin cenat cenut terus😂😂😂