Partner Ranjang Mr Zen

Partner Ranjang Mr Zen
Bab 103


__ADS_3

Hani berbaring dengan kondisi yang mengenaskan, pakaian nya terkoyak dan seorang pria yang sedang menindih nya.


"Tidak, jangan lakukan ini, tolongg..." Gadis itu berusaha menepis kecupan-kecupan yang pria itu layangkan, tapi tangan nya di kunci di atas kepala.


Bimo tak bisa lagi menahan emosi nya saat melihat gadis kesayangan nya di perlakukan seperti itu. Dia berjalan dan menendang tepat kepala pria itu, hingga membuat nya meringis.


"Honey.." Bimo memeluk Hani, menenangkan nya dalam dekapan.


"Sa-yang.."


"Iya, aku disini Honey." Bimo mengusap lembut rambut Hani yang acak-acakan, bahkan ruangan ini di penuhi serpihan kaca dari botol minuman yang pecah.


"Sialan, kau mengganggu kesenangan ku!" Pria itu berdiri meski sempoyongan karena pengaruh minuman.


"Kau pria brengs*k, berani sekali menyentuh gadis ku."


"Dia sendiri yang datang menawarkan diri." Celetuk nya entah sadar atau tidak.


"Jangan membodohi ku, gadis ku bukan wanita gampangan!"


"Benarkah? Coba kau tanyakan, apa dia masih peraw*n?" Pria itu menyeringai.


"Aku yang melakukan nya pertama kali, kau mau apa hmm?" Tantang Bimo.


Pria itu menggeram, dan sedetik kemudian dia maju, berusaha memukul Bimo. Tapi pria itu tak mabuk, jadi bisa bergerak cepat menghindari serangan.


Bimo dengan cepat menangkap kepalan tangan itu, memelintir nya ke belakang, membuat pria itu mengerang kesakitan.


"Kau belum tau siapa aku kan? Berani sekali kau menyentuh gadis ku, aku akan menutup tempat ini."


"Lakukan saja jika kau bisa." Tantang pria itu, membuat Bimo marah dan menampar pipi pria itu dengan keras.


"Aku Bimo Astra Sanjaya, mana ada yang tak bisa aku lakukan, bahkan membunuh mu sekarang pun aku bisa."


"Cihhh, kau bisa apa tanpa Zen? Semua nya bisa kau lakukan hanya karena kau bekerja dengan pria itu."


"Setidaknya aku bisa melakukan apapun yang aku mau tanpa ada yang melarang, meskipun dia bos ku sendiri." Bimo melepas cekalan tangan nya dan menendang dada pria itu hingga membuat nya tersungkur menimpa pecahan botol kaca.


"Mati saja kau, bajing*n!" Bimo bahkan masih sempat menyiram kepala pria itu dengan minuman yang tersedia.


Pria itu tersenyum penuh kemenangan lalu pergi dengan menggendong Hani.


"Urus bos mu, dia mati seperti nya dan mungkin dia akan jadi mantan bos mu, karena bar ini akan aku tutup besok!"


Bimo pun pergi dengan langkah tenang sambil menggendong Hani yang tak sadarkan diri.


....


Keesokan hari nya, Hani terbangun saat cahaya matahari menerobos masuk melalui celah gordeng jendela.


"Sayang.." Panggil Hani lirih, membuat Bimo yang sedang bermain ponsel di sofa segera mendekat.


"Iya, kenapa? Lapar, mau makan?"


"Maaf ya.."


"Lain kali jangan keras kepala, aku sudah bilang kamu tak perlu mengurusi hal yang tak penting, aku bisa mengurus semua nya untuk mu. Lihat, apa yang terjadi? Untung saja aku datang di waktu yang tepat, kalau tidak? Apa yang akan terjadi padamu, Honey!"


"A-ku minta maaf, aku salah.."


"Iya, kamu memang salah."

__ADS_1


"Aku mohon jangan marah, Yang."


"Aku tak marah, hanya kesal saja." Jawab Bimo ketus.


"Kok suaranya gitu, katanya gak marah."


"Ya terus? Aku harus gimana? Bersikap lembut pada gadis keras kepala ini?"


Hani menunduk, dia tau dia sangat salah. Tak sangka kalau pemilik bar sudah lama mengincar nya untuk menjadikan dirinya teman bermain di ranjang.


Kalau saja dia tau pria itu mengincar nya, dia takkan mau masuk ke ruangan laknat itu dan mengalami pelecehan.


Saat Hani bilang ingin mengundurkan diri, pria itu marah besar, dia melempar botol-botol minuman hingga pecah, puncak nya saat pria itu berlaku kasar dan hampir saja memperk*sa nya.


"Sudah, ganti baju mu. Semalam aku tak menggantikan nya, takut tergoda."


Hani baru menyadari kalau pakaian nya cumpang camping, lengan nya sobek karena pria itu menarik nya saat Hani berusaha lari.


Gadis itu memasuki ruang ganti dengan perlahan, sedangkan Bimo kembali mengirim pesan pada tuan nya, Zen.


"Tuan, bisa kah menolong saya?"


Sudah 15 menit berlalu tapi pria itu tak kunjung membalas, bahkan hanya ceklis berwarna abu-abu.


"Apa tuan belum bangun? Ini kan hari minggu."


Tapi tak lama ada panggilan dari pria itu, membuat Bimo keluar dari kamar, menuju ruang tamu.


"Hallo Bim, ada apa? Ada masalah?"


"Bisa kah tuan menutup bar xxx di jalan AD?" Tanya Bimo.


"Bukan kah itu bar milik teman mu, Bim?"


"Aku Zen, tentu saja bisa. Aku akan menyuruh anak buah ku menutup nya sekarang juga, ada tambahan?"


"Kalau pemilik nya melawan, habisi saja di tempat."


"Bisa di atur."


"Terimakasih tuan."


"Ya, kau santai hari ini?"


"Hari libur tuan, saya santai." Jawab Bimo.


"Baguslah, istirahat yang banyak. Karena besok kita bekerja keras lagi."


"Baik tuan."


Setelah obrolan selesai, Zen mematikan sambungan telepon nya.


Hani mendekat dan duduk di samping Bimo dengan kepala yang masih menunduk dalam.


"Kenapa Honey?"


"Maafin aku yang."


"Sudahlah, aku sudah memaafkan mu sayang. Tapi lain kali, jika kamu nakal atau keras kepala lagi, aku pastikan kamu di kurung di sini selamanya." Bimo meraih gadis nya ke dalam pelukan.


....

__ADS_1


Di sisi lain, Azwar penasaran. Rasa masakan yang tak asing membuat nya nekat mencari ke rumah makan yang kemarin Zen bilang.


Azwar masuk ke dalam rumah makan itu, mata nya celingukan ke arah dapur.


"Permisi, bisa kah saya bertemu dengan orang yang memasak menu makanan ini?" Tanya Azwar sambil menunjuk menu yang kemarin dia makan bersama Zen.


"Maaf, tapi yang memasak menu itu sedang sakit, jadi menu ini masih sold."


"Tapi kemarin aku memakan nya?"


"Kemarin beliau masih sehat, tapi hari ini beliau izin karena sakit." Jawab pelayan itu.


"Baiklah, besok saya kemari lagi."


Azwar bangkit dari duduk nya, tapi tak sengaja dia malah bertemu dengan teman adik nya.


"Kak Azwar? Kok disini.."


"Jalan-jalan aja nyari angin."


"Mau makan? Bareng yuk." Ajak Risya ramah.


"Emm emm, boleh deh." Azwar pun menerima tawaran makan bersama dari sahabat adik nya itu.


....


Di mansion, Ica baru saja terbangun dari tidur nyenyak nya, tubuh nya terasa sakit dan pegal karena semalam dia kembali di hajar oleh Zen.


Ya, pria itu kembali melakukan penyatuan semalam. Dia tau benar Ica pasti kalah dengan sentuhan Zen yang memabukan.


"Sudah bangun Baby?"


"Badan Ica rasanya remuk, semua ini gara-gara Daddy."


"Kamu menikmati nya sayang, enak kan? Jangan lupa, kamu mendesaah saat kita bermain tadi malam."


"Daddy menyebalkan."


"Kok menyebalkan sih? Kamu kan yang maksa Daddy buat cepet masukin lubang sempit kamu."


"Ya itu kan karena Daddy yang menggoda aku."


"Itu membuktikan kalau kamu gak bisa menolak sentuhan Daddy kan?"


"Terserah Daddy saja lah."


"Tutupi tubuh mu dengan selimut, atau mau Daddy makan lagi?"


"Tidak, cukup sudah. Ini saja masih sakit."


"Baiklah sayang, Daddy keluar dulu."


"Kemana?" Tanya Ica.


"Ke ruang tamu, nanti kesini lagi sambil bawa makanan buat kamu."


Ica menganggukan kepala nya dan kembali memejamkan mata nya, dia ingin istirahat dulu seharian ini.


....


🌷🌷🌷🌷

__ADS_1


Lagi fase perendaman otak, jadi garing kayak kacang🤣🤣 jangan lupa vote sama hadiah nya beb😘


__ADS_2