
Soraya tertawa puas saat melihat gambar yang dia ambil tadi, dia yakin dengan poto itu akan membuat putra nya kembali dan meninggalkan gadis bernama Risya itu.
"Hai sayang, sedang apa? Sudah lama nunggu ya?" Sapa seorang pria yang baru datang dengan menenteng jas di tangan nya.
"Sudah pulang rupanya, ini lagi lihatin hasil foto doang Sayang, kesini duduk."
"Itu foto apa sayang?" tanya pria itu, dia adalah kekasih baru Soraya, ibu kandung Brian.
"Yang ceweknya pacar Brian, tapi yang laki aku gak kenal, tapi sudah jelas ini bukan Brian. Dia gak punya motor gede, setahuku dia cuma jadi office boy, jadi gak mungkin dia bisa beli motor seharga ratusan juta."
"Bisa jadi minjem, Sayang." Cetus nya sambil mengusap lembut paha mulus Soraya.
"Siapa yang mau minjemin? Dia kan miskin sekarang." Jawab Soraya. Dia diam saja saat tangan pria itu mengusap paha nya sensual, bahkan merayap nakal hingga menyusup ke dalam celana segitiga yang dia pakai.
"Assshhh, sayang jangan nakal dong." Rengek Soraya manja, membuat pria itu tersenyum nakal dan langsung meraup bibir Soraya. Meski usianya sudah hampir kepala lima, tapi berkat uang semuanya bisa di atasi dengan perawatan, hingga takkan ada yang menyangka kalau Soraya tahun ini akan genap berusia 50 tahun, karena penampilan nya yang terlihat muda dan bentuk tubuhnya yang seksii bak gitar spanyol, membuat nya tak kesulitan mencari pria muda untuk menjadi penghangat ranjang nya, tak terkecuali pria yang tengah memagutt bibirnya dengan buas saat ini.
Tangan pria itu melucuti semua pakaian yang di pakai Soraya tanpa melepas tautan bibir dan lidah mereka, ciuman itu semakin memanas, suara decapan lidah yang beradu mewarnai suasana hening apartemen itu.
Pria itu dengan tak sabar nya menindih tubuh Soraya dan tanpa basa-basi langsung menghentak miliknya masuk ke dalam lubang milik Soraya, membuat wanita itu sedikit meringis karena lubang nya belum terlalu basah.
"Kamu selalu saja terburu-buru." Ucap Soraya manja, sambil menepuk dada pria itu.
__ADS_1
"Aku selalu merindukan tubuhmu Sayang, aaahh nikmat sekali." Jawab Anton, ya pria itu bernama Anton, dia pemuda sepantaran putranya. Tapi dengan segala tipu daya dan muslihat, dia bisa mendapatkan Anton dengan mudahnya, bahkan menjadikan nya partner ranjang.
"Cukup, ayo duduk biar aku yang memuaskan mu Sayang." jawab Soraya, Anton menurut. Dia mencabut senjata nya dari lubang milik Soraya dan bangkit dari tubuh Soraya.
Dia mendudukan tubuhnya sambil mengelus senjata nya yang berdiri tegak. Tanpa bicara Soraya duduk di pangkuan Anton dan memasukan senjata pria itu ke dalam miliknya, dengan cepat dia bergerak membuat Anton mengerang nikmat.
"Arrrghhhh Sayang..."
Tubuh Anton mengejang dengan kedua mata yang tertutup, dia meledak membuat Soraya tersenyum penuh kepuasan karena Anton selalu kalah dalam permainan.
"Kau selalu bisa membuat aku kewalahan Sayang." Ucap Anton sambil meremass buah kenyal yang tergantung di dada Soraya.
Soraya melakukan banyak operasi agar tetap terlihat awet muda, termasuk di bagian dada, dia menanam benang agar pay*dara nya tetap kencang di usia nya saat ini, gila memang tapi itulah kehidupan seorang Soraya Meidina, penuh dengan kepalsuan.
"Sayang, aku duluan. Mau di masakin apa Calsu?" Tanya Risya sambil membuka sepatunya.
"Calsu? Apaan sih Yang, aku gak ngerti."
"Calon suami dong, Sayang." Jawab Risya dengan malu-malu, Brian gemas dan mengacak rambut Risya.
"Masak apa aja, kalau calon istri yang masakin pasti aku makan." Ucap Brian lalu mencubit pelan kedua pipi Risya.
__ADS_1
"Aku suka bingung kalau kamu bilang gini, Yang." Jawab Risya.
"Yaudah, aku mau ayam goreng sambel kemangi, bisa gak?"
"Bisa sayang, aku masakin dulu ya." Ucap Risya dengan antusias. Dia memang malas jika ingin memasak lalu bertanya pada Brian ingin di masakin apa, tapi yang di tanya malah jawab terserah, itu membuatnya kebingungan sendiri.
Risya memakai celemek di depan tubuhnya, meski baru saja makan toppoki di restoran, tapi dia belum merasa sudah makan jika belum makan nasi, dan Brian juga sama. Mereka memang sefrekuensi, itulah mungkin kenapa mereka bisa berjodoh.
Brian tersenyum, dia memeluk Risya dari belakang, menyandarkan dagu nya di pundak Risya dengan manja. Risya pun tak keberatan dan membiarkan saja tingkah manja Brian itu, tohh dia menyukainya.
"Mandi dulu sayang, nanti selesai mandi kita makan."
"Pengen gini dulu, Yang." Jawab Brian, Risya pun membiarkan nya dan melanjutkan saja acara masak memasak nya. Dia mulai membersihkan ayam, lalu merebus nya dengan bumbu ungkep dan menggoreng nya, tak lupa membuat sambal kemangi nya juga.
"Udah mau selesai nih, yakin gak mandi dulu, gak pegel Yang?"
"Eehh iya deh, aku mandi dulu sayang. Muaahh.." Brian mencium pipi Risya dan pergi ke kamar untuk membersihkan tubuhnya. Risya hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya melihat tingkah Brian yang menggemaskan itu.
......
🌷🌷🌷🌷
__ADS_1
Abang Brian bikin meleyot🤭🤭🤭