Partner Ranjang Mr Zen

Partner Ranjang Mr Zen
Bab 232


__ADS_3

Pagi hari yang damai pun begitu terasa di sebuah apartemen, entah kenapa pasangan suami istri dengan dua anak kembar itu masih betah menghuni unit apartement. Padahal mereka bisa saja membeli atau membangun rumah sendiri agar lebih leluasa.


Sepasang insan itu tengah menikmati pagi hari dengan masih saling memeluk satu sama lain di atas ranjang, tubuh keduanya yang polos membuat suasana pagi ini terasa begitu hangat dan membahagiakan, terutama bagi Bimo.


Malam tadi, dia mendapatkan jatah unboxing pertama kali setelah sang istri melahirkan buah hati mereka. Maka dari itu, matahari sudah menunjukan sinar nya pun kedua nya masih betah berbagi kehangatan di bawah satu selimut yang sama.


Bimo mengusap lembut kepala sang istri lalu mengecup nya, dia terbangun lebih dulu karena desakan sesuatu di bawah nya, dengan malas dia bangkit dari tidurnya dan pergi ke kamar mandi untuk menunaikan hajat nya.


Tak butuh waktu lama, dia sudah kembali dengan berjalan santai tanpa busana, alias telanjangg bulat.


Dia tersenyum saat ingatan nya merekam jelas percintaan penuh gairah semalam, dimana dia dan sang istri kembali bersatu dalam gelora cinta yang membuat gairah mereka sama-sama terbakar. Setelah berpuasa 44 hari, Bimo melampiaskan semua nya tadi malam.


Dia merasa sangat puas, sakit di kepala nya perlahan menghilang seiring dengan tubuhnya yang terasa ringan, mungkin karena semua beban sudah keluar bersamaan dengan cairan pelepasan yang meledak di dalam inti sang istri.


"Eenghhh..." Hani melenguh pelan lalu merenggangkan tangan nya yang terasa kaku setelah semalaman melayani sang suami, belum lagi dia di peluk bagai guling, tentu saja itu membuat tubuhnya terasa pegal.


"Sudah bangun, Sayang?" Tanya Bimo, dia mengambil boxer yang tergeletak di lantai lalu memakai nya.

__ADS_1


Hani tersenyum lalu mengangguk, dia malu karena semalam dia sangat buas. Bahkan dia juga yang meminta ronde tambahan sebagai bonus katanya. Padahal dia ketagihan karena rasa nya yang membuat candu, meski awalnya dia takut seperti awal-awal dulu saat pertama kali melakukan nya bersama Bimo, tapi ternyata setelah melakukan nya kembali, Hani malah ketagihan.


Rasanya hampir sama seperti pecah perawaan dulu, hanya saja dominan lebih ngilu, benar kata Ica. Agak sakit juga, tapi tak sesakit saat pertama kali melakukan nya.


"Masih ngilu gak?" Tanya nya lagi, sambil duduk di sisi ranjang. Sedikit menyibak selimut yang menutupi tubuh polos istrinya, dan melihat area itu dengan teliti. Tentu saja membuat Hani merona.


"Sayang, ihh malu!"


"Lho ngapain malu? Biasa nya juga saling liat-liatan kan? Cuma meriksa doang, takutnya lecet, soalnya semalem kamu main nya ganas banget." Goda Bimo, semakin memerah saja wajah Hani di buatnya.


"Ayang ihh.." Hani menepuk pelan lengan sang suami sambil menyembunyikan wajah nya.


Singkatnya, setelah ronde kedua selesai Bimo langsung pergi bekerja, tentunya di antar Hani sampai keluar dari pintu utama apartemen, dia menyapa kedua putra nya terlebih dahulu lalu mengecup kening sang istri dan pergi.


"Mbak, boleh bikinin aku makanan? Laper banget." Ucap Hani pada ART yang sengaja dia sewa untuk meringankan pekerjaan Hani, selain itu dia juga menyewa dua orang Nanny untuk menjaga kedua putra nya.


"Sudah Nona, silahkan makan dulu, yang banyak ya. Biar kuat." Jawab nya membuat Hani terkekeh, dia tahu arti ucapan mbak ART.

__ADS_1


"Peka banget si Mbak nya, yaudah aku makan dulu ya. Aarash sama Aarish kemana ya?" Tanya Hani, pasalnya setelah dia melihat Bimo pergi setelah menggendong dan mengecupi kedua putranya itu, Hani tak melihat mereka lagi.


"Di bawa sama Nanny, Nona. Ke kamar, kedua nya tidur."


"Ohh ya sudah kalo gitu Mbak, saya makan dulu laper." Ucap Hani lagi lalu makan makanan yang sudah tersaji di meja makan. Hani makan dengan lahap, tidak begadang bersama kedua putranya, malah begadang dengan suaminya, siapa lagi kalau bukan Bimo, pria tampan yang menjadi suami nya hampir satu tahun ini.


"Nyonya sudah bangun?" Tanya Salah satu Nanny pada ART.


"Sudah, lagi makan."


"Gak nanyain Aarash sama Aarish, Bi?"


"Nanyain kok, bibi bilangin si kembar lagi tidur."


"Oke Bi, saya ke kamar lagi ya." Bibi ART itu pun pergi kembali ke kamar si kembar dengan cepat, takutnya terbangun terus rewel dan mengganggu acara sarapan ibu nya.


....

__ADS_1


🌷🌷🌷🌷


Author kang ghibah dateng nih, jangan lupa vote nya. Ohh iya, disini lagi hujan deras enak nih kalo di kasih kopi 🤭🤭


__ADS_2