
Keesokan harinya, Risya kekeh mengajak Brian ke rumah orang tua nya. Brian yang memang membenci wanita berstatus ibunya itu pun menolak, tapi dengan berbagai bujukan akhirnya dia mau menuruti keinginan Risya, dengan syarat.
"Oke, kita ke rumah Mama, tapi sebelum itu kamu di periksa dulu ke dokter kandungan, aku pengen lihat dia udah sebesar apa."
"Yaudah boleh, aku ganti baju dulu ya." Jawab Risya, lalu pergi ke kamar nya mengganti pakaian nya dan sedikit berdandan agar tak terlalu pucat, meski dia sangat malas memakai make up tapi hari ini dia akan keluar rumah.
Sedangkan di bawah, Brian tengah duduk sambil merenungi, kira-kira apa yang membuat ibu nya berubah pikiran secepat itu, atau ancaman apa yang seseorang berikan hingga membuatnya bertekuk lutut?
"Wanita itu licik, tak mungkin dia mau melakukan hal semacam ini tanpa tujuan. Lihat saja, kalau dia berani menyakiti Risyaku, kupastikan nasib nya sama seperti Chloe!" Gumam Brian.
Kemarin dia pergi ke markas dan melihat keadaan Chloe yang dia tinggalkan saat berdarah-darah terakhir kali, luka nya benar-benar membusuk dan menguarkan aroma yang tak sedap, mengundang gerombolan lalat datang dan hinggap di atas luka nya, benar saja dalam beberapa hari luka itu infeksi dan beberapa belatung berdatangan.
Chloe terus berteriak kesakitan, bagaimana tidak sakit, setiap hari belatung itu memakan tubuhnya. Dia meminta ampun pada Brian dan berjanji takkan pernah muncul lagi di hidup Brian apalagi mengganggu kebahagiaan nya. Akhirnya dengan segala pertimbangan, Brian mengampuni Chloe dan membiarkan nya pergi. Dia berharap setelah kejadian ini, wanita itu takkan pernah berani muncul lagi dan merasa jera.
Risya turun dan mengagetkan Brian yang sedang fokus dengan lamunan nya.
"Ihh sayang, bisa gak jangan ngagetin."
"Gitu aja kaget, hayo lho kamu lagi ngelamunin apaan? Jangan bilang cewek lain!" tebak Risya dengan mata yang memicing.
"Ihh nggak ada Sayangku, ayo berangkat keburu siang banget." Ajak Brian lalu menggandeng tangan Risya dengan erat. Sebelumnya, Brian sudah memesan taksi online. Motor milik Arian sudah dia kembalikan, karena pria itu sudah kembali bekerja setelah Meisya pulang.
Keduanya pun keluar rumah, tak lupa mengunci pintu sebelum pergi, ternyata taksi yang dia pesan sudah ada di depan, mereka naik dan mobil itu pun pergi menuju alamat tujuan, yaitu rumah sakit dengan dokter kandungan yang terpercaya.
Singkatnya, mobil itu berhenti dan pasangan itu pun keluar dengan bergandengan tangan, tentunya setelah membayar ongkos nya sesuai tarif di aplikasi.
"Aku kok degdegan ya.."
"Itu wajar dong sayang, kita kan mau ketemu debay kita." Jawab Brian sambil mengusap lembut wajah Risya.
"Nyonya Marisya, silahkan masuk." Nama nya sudah di panggil setelah cukup lama mengantri.
__ADS_1
Risya menggenggam erat tangan Brian saat keduanya masuk ke dalam ruang pemeriksaan.
"Ada keluhan apa Nyonya?" Sapa dokter itu dengan ramah.
"Aaa tidak ada Dok, hanya ingin USG." Jawab Risya.
"Silahkan berbaring disana Nyonya."
Tak lama, dokter itu datang dengan gel dingin yang di oleskan ke perut Risya, dokter itu memutar-mutar benda bulat berkabel yang terhubung langsung ke layar besar.
"Bulatan ini adalah rahim anda Nona, dan titik kecil ini adalah janin anda, usia kehamilan anda baru menginjak 4 minggu, satu bulanan ya. Ukuran janin nya masih sebesar kacang merah,"
"Ohh lihat, ada dua titik kecil. Perkiraan saya, anda hamil twins. Untuk jenis kelamin nya masih belum bisa terlihat, karena masih berupa gumpalan darah, setelah usia kandungan 5 atau 6 bulan baru bisa terlihat." Jelasnya, membuat Brian berkaca-kaca.
"Istri saya hamil anak kembar, Dok?"
"Iya Tuan, selamat. Jaga kandungan nya dengan baik, hamil bayi kembar lebih rentan dan membutuhkan perhatian khusus. Asupan nutrisi nya juga harus lebih banyak, agar perkembangan nya bagus."
"Sudah mengalami gejala morning sickness atau mood swing?" Tanya dokter setelah membersihkan bekas gel itu di perut Risya.
"Tidak dok, hanya mood swing aja."
"Tak masalah, itu hal yang wajar di alami ibu hamil trimester pertama. Jika terjadi flek, atau mual-mual yang berlebihan segera di periksa lagi ya, sekarang saya hanya akan meresepkan vitamin saja." Brian dan Risya mengangguk, sesekali mereka saling melempar tatapan mesra, dunia memang hanya milik sepasang sejoli yang tengah di mabuk cinta, yang lain mah ngontrak aja.
Begitu pun yang terjadi pada Risya dan Brian, mereka menunjukkan kemesraan mereka di depan dokter itu, membuat nya mesem-mesem saat melihat kemesraan keduanya.
"Ini resep yang harus anda tebus di bagian farmasi, sehat selalu ya Nyonya."
"Terimakasih Dok, kalau begitu kami permisi." Pamit keduanya lalu pergi dari ruangan dokter itu.
Calon ayah dan ibu itu berjalan dengan tangan yang selalu bertautan mesra.
__ADS_1
"Oyy.." Panggil seseorang membuat Brian memalingkan wajahnya.
"Kok disini, habis ngapain? Pasti periksa kehamilan ya kan?" Tanya nya dengan cengengesan, Brian pun melakukan hal yang sama.
"Kamu siapa?"
"Aku? Perkenalkan, saya dokter Ferdi. Dokter yang kemarin memeriksa Nona di rumah saat Nona tak sadarkan diri." Jawab pemuda yang mengaku sebagai dokter pada Risya.
"Iya, habis USG doang. Ternyata, Risyaku hamil anak kembar." Bangga Brian membuat Ferdi terkekeh.
"Kalau begitu bayar hutang mu."
"Hutang, hutang apa? Kamu gak pernah cerita kalau kamu punya hutang, Yang." Tanya Risya, membuat Brian terlihat salting.
"Dia ngutang biaya pemeriksaan kemarin, Nona."
"Ap-apa? Ngutang? Ya ampun Sayang, kok ngutang sih!" Ucap Risya sambil menggelengkan kepala nya.
"Ya kan uang nya di kamu semua, aku cuma megang dikit buat ongkos pulang pergi kalau kerja."
"Huhh, ya sudah berapa totalnya?"
"Eeehh nggak kok Nona, gapapa saya hanya bercanda. Selamat untukmu Bri, kalau begitu aku pergi dulu."
"Lu praktek di rumah sakit ini?"
"Iya Bri, yaudah. Jagain istri Lu baik-baik ya," Brian menganggukkan kepala nya dengan cepat. Lalu mereka pun pergi ke tujuan masing-masing.
....
🌷🌷🌷
__ADS_1
hayo lho, di tagih di depan Risya, malu gak tuh?🤭🤭🤭