Partner Ranjang Mr Zen

Partner Ranjang Mr Zen
Bab 55


__ADS_3

"Rosa?"


"Kau masih mengingat ku ternyata, apa kau merindukanku, Zen?" Tanya Wanita itu, ya dia Rosania. Mantan kekasih Zen beberapa tahun lalu.


"Kau masih hidup, Ros?"


"Kenapa? Kau berharap aku mati, Zen? Kau terlihat tak senang bertemu dengan ku." Celetuk Rosa.


"Aku hanya terkejut melihat mu, Ros."


"Kau tak ingin memeluk ku, Zen?" Tanya Rosa, wanita itu merentangkan tangan nya, lalu memeluk Zen.


Bahkan wanita itu begitu berani, dia mencium pipi kanan dan kiri pria itu. Sedangkan Zen, dia hanya diam. Tak membalas pelukan Rosa, atau pun menunjukan ekspresi bahagia saat dia bertemu wanita yang dulu berstatus kekasih nya.


"Zen.." Wanita itu melambaikan tangan nya di depan Zen, karena dia hanya diam sedari tadi.


"A-apa?"


"Sebegitu terkejut nya kamu bertemu dengan ku, Zen? Kamu ingin makan? Bersama siapa?" Tanya Rosa, baru saja Zen akan menjawab, ujung mata nya melihat Ica keluar dari toilet.


Zen buru-buru melepas pelukan Rosa, bahkan menepis tangan wanita itu dengan kasar.


"Daddy, aku tadi di kunci in di toilet.." Ica belum menyadari kalau ada wanita lain di hadapan Zen.


"Kau siapa?" Tanya Rosa, membuat Ica menoleh ke arah wanita yang berdiri angkuh di belakang nya.


"Ini siapa Dad?" Ica malah bertanya pada Zen.


"I-ni Rosa, By.."


"Rosa? Ohh, aku kekasih Daddy Zen." Ica memperkenalkan dirinya sebagai kekasih Zen di hadapan wanita itu.


"Salam kenal.." Ica mengulurkan tangan nya, tapi wanita itu tak menyambut nya. Wanita itu malah menyedekapkan tangan nya di dada, menunjukan kesombongan nya.


Ica menarik kembali tangan nya yang tak di sambut itu, lalu dia menatap Zen yang juga menatap nya penuh ke khawatiran.

__ADS_1


"Apa dia mantan yang membuat Daddy gagal move on?" Tanya Ica.


"Baby.."


"Baby? Dia siapa sebenarnya Zen? Dia kekasih mu, kau sudah melupakan aku?"


"Kalau iya memang nya kenapa? Dia kekasih ku sekarang, kau sudah tau kan, jadi pergilah jangan mengganggu ku lagi." Zen menarik tangan Ica membawa nya pergi dari hadapan wanita bernama Rosania itu.


Rosa mengepalkan kedua tangan nya, merasa geram karena Zen lebih memilih pergi bersama gadis ingusan yang mengaku kekasih dari Zen, mantan kekasih nya.


"Zen, tunggu.." Pekik Rosa, dia mencekal tangan Zen dari belakang hingga membuat pria itu menghentikan langkah nya.


"Kenapa pergi Zen, ayo kita makan bersama? Bukan nya ini seperti reuni? Kita belum putus saat aku kecelakaan."


"Lalu selama ini kau dimana? Apapun alasan nya aku tak mau mendengar nya!" Tegas Zen lalu pergi bersama Ica.


Ica berbalik dan menatap remeh pada wanita mantan kekasih Daddy nya itu, membuat wanita itu marah, terlihat dari wajah nya yang memerah.


"Aku berjanji, aku pasti akan merebut Zen kembali dari mu bocah kecil." Teriak wanita itu.


"Tak semudah itu, seperti nya Daddy lebih memihak ku." Jawab Ica dengan senyum penuh kepuasan.


...


"Kita ke kamar By, Daddy ingin bicara.." Ica mengangguk dan mengikuti Zen ke kamar.


Zen memutar knop pintu dan sepasang anak manusia itu masuk ke dalam nya, Ica membuka sweater nya dan meletakan nya di meja nakas.


"By, duduk.."


"Ada apa Dad? Seperti nya penting.." Ica menurut dan duduk di samping Zen.


"Maaf untuk kejadian yang tiba-tiba ini, Daddy juga tak tau kalau Rosa masih hidup dan akan datang pada Daddy."


"Sudahlah Dad, lagian untuk apa Daddy menjelaskan hal ini padaku?" Tanya Ica.

__ADS_1


"Daddy takut kamu salah paham."


"Salah paham? Tentu tidak," Jawab Ica santai.


Zen diam, apalagi melihat gadis yang sangat terlihat tenang.


"Daddy pasti sedang berbunga-bunga sekarang.." Celetuk Ica, membuat Zen menatap nya.


"Maksud mu By?"


"Bukan nya Daddy bertemu wanita yang membuat Daddy gagal move on? Bagaimana rasa nya Dad?" Sindir Ica.


"Tidak, justru Daddy malah merasa semua ini seperti prank."


"Ya iyalah di prank, katanya udah mati ehh nyatanya masih hidup." Celetuk Ica dengan kekehan geli nya.


"Udahlah, ini bukan masalah yang harus di bahas dengan ku, aku lelah dan malas. Aku capek, laper mau makan dulu."


Tanpa menunggu Zen, Ica keluar kamar dan membanting pintu cukup keras membuat Zen terkejut.


Ica duduk di kursi dan menyendok nasi beserta lauk nya dengan porsi yang tak main-main banyak nya.


Zen juga datang menyusul, dia melihat gadis nya makan dengan lahap, bahkan piring di samping nya sudah bertumpuk.


"By.."


"Ya Dad, apa?"


"Kamu kesel?"


"Nggak kok Dad, emang nya napa?" Tanya Ica dengan senyuman sinis nya.


"Enggak, Daddy cuma nanya." Zen pun memulai makan nya, begitupun Ica yang tak terganggu dengan kehadiran Zen.


Zen melamun sambil makan, dia tau gadis nya kesal tapi tak mau mengakui nya, dia tau betul kalau Ica kesal dia pasti makan banyak. Dan saat ini dia sedang menyaksikan nya sendiri, bagaimana gadis itu makan.

__ADS_1


....


🌷🌷🌷


__ADS_2