
"Daddy.." Pekik Ica, gadis itu segera mendekati Zen yang terduduk di lantai dengan kedua tangan yang memegangi senjata nya.
"Sakittt.." Ringis Zen.
"Ya maaf Dad, Ica kan gak tau kalau itu Daddy. Lagian ngapain pake acara ngagetin Ica segala, kan kena tendang. Maaf Dad.."
"Telor Daddy pecah ini Ca.."
"Emang nya telor itu bisa pecah Dad? Kok Ica baru tau."
"Sudah lah, ayo bantu Daddy berdiri.." Zen merentangkan tangan nya, Ica dengan susah payah menarik tubuh besar Zen dan membopong nya ke ranjang.
"Dad, maafin Ica ya, Ica gak sengaja nendang itu Daddy.."
"Kamu pikir siapa yang berani masuk ke dalam kamar kita By? Pengamanan ketat, bahkan di luar Daddy memerintahkan bodyguard Daddy berjaga, gak mungkin orang lain bisa masuk kesini sembarangan Baby."
"Maaf Dad, Ica kan refleks." Jawab Ica lirih.
"Kamu bayangkan, gimana kalau Daddy gak bisa masukin senjata Daddy lagi By? Haishh.." Zen mengusap wajah nya kasar, dia harus memeriksakan kesehatan senjata nya ke dokter besok.
Ica menunduk, gadis itu merasa sangat bersalah.
"By, ambilin Daddy air putih ya."
"Iya Dad.." Ica menurut dan pergi keluar kamar, mengambilkan air minum untuk Zen.
Pria itu tak sempat minum segelas air pun, setelah sampai dia langsung ke kamar dengan maksud ingin memberi kejutan pada gadis nya, tapi yang terjadi malah di luar keinginan.
"Niat ngasih kejutan malah jadi petaka, haduh mana ngilu banget lagi." Keluh Zen, tangan nya terus mengusap senjata nya.
"Untung sayang, kalau enggak udah aku lempar dia dari balkon tadi."
Zen mengeluarkan ponsel nya untuk menghubungi Bimo.
Berdering, tak lama panggilan itu di angkat. Tapi terdengar suara gaduh yang begitu mengganggu, entah dimana pria itu berada.
"Hallo tuan, ada apa? Maaf disini ramai sekali."
"Jadwalkan pemeriksaan ke dokter khusus untuk ku besok." Perintah Zen, membuat Bimo terheran-heran.
"Apa yang terjadi? Apa terjadi sesuatu disana?"
"Diam lah, besok aku ceritakan."
"Baiklah, tolong jangan ganggu aku sehari saja. Aku ingin menikmati hidup ku.."
__ADS_1
"Cihh, baiklah." Zen langsung mematikan sambungan telepon nya sepihak, berbicara lama-lama dengan Bimo sering membuat nya darah tinggi.
Pintu berderit, Ica masuk dengan segelas air putih di tangan nya, juga sepiring buah.
"Ini Dad.."
"Terimakasih By, kamu udah makan?" Tanya Zen.
"Makan sih belom, tapi udah ngemil spaghetti dua porsi."
"Terus, apa spaghetti itu bukan makanan sayang?" Tanya Zen dengan dahi yang berkerut heran.
"Ica orang Indonesia, jadi belum bisa di sebut makan kalau gak makan nasi, Dad."
"Astaga sayang, kamu ini ada-ada aja. Itu di meja oleh-oleh untuk mu." Tunjuk Zen pada meja rias yang tergeletak sebuah paperbag dengan tulisan brand ternama, bisa di tebak isi nya apa.
Ica membuka nya dan benar saja, isi nya sebuah tas berwarna hitam yang terlihat elegant.
"Tas Ica masih bagus Dad.."
"Ya habisnya Daddy bingung mau beliin apa, jadi Daddy beli tas aja yang ada. Itu pun limited edition By, Daddy jamin gak bakal ada yang nyamain." Jawab Zen.
"Kamu suka sayang?" Tanya Zen saat melihat Ica yang terus mengusap-usap tas itu, dengan senyum yang terkembang di bibir mungil nya.
"Suka banget Dad, makasih. Tapi yang itu masih bagus, gimana dong?"
"Buat apa sih Dad ngoleksi tas banyak? Kan gak kepake semua, apalagi harga nya mahal-mahal banget. Udah lah, Ica cuma butuh satu atau dua tas itu sudah cukup."
Zen melongo mendengar jawaban sang gadis, Ica benar-benar berbeda dengan gadis kebanyakan. Sudah cantik, perhatian, sederhana dan tidak matre.
"Begitu ya? Baiklah kalau itu mau mu sayang, apa ada stok pakaian dinas untuk malam ini Baby?"
"Ada dong Dad, Ica beli lagi kemarin." Jawab Ica sambil tersenyum manis menatap Zen.
"Warna apa sayang?" Tanya Zen lagi.
"Warna merah maroon Dad, Ica yakin sih Daddy bakal suka."
"Pelayanan nya sayang?"
"Karena Daddy udah beliin Ica tas, terus tadi gak sengaja menendang terong ungu Daddy, jadi Ica berikan pelayanan ala sugar baby malam ini, bagaimana?"
"Deal, Daddy rasa itu setimpal dengan rasa sakit akibat tendangan mu tadi By."
"Daddy yakin terong ungu Daddy bisa berdiri?" Tanya Ica, gadis itu terlihat ragu. Apalagi tadi dia menendang nya cukup keras.
__ADS_1
"Kenapa? Mau lihat? Paling agak sedikit ngilu By, tapi tak masalah Daddy akan memeriksakan nya besok."
"Emang ada dokter yang meriksa begituan, Dad?" Tanya Ica, dia mana tau ada dokter yang menangani hal intim seperti itu.
"Ada sayang, Daddy punya dokter khusus untuk menangani senjata Daddy. Tak perlu khawatir sayang.."
"Ohh begitu ya,"
"Kemarilah sayang, kata nya rindu pelukan Daddy?" Ica mengangguk cepat dan segera menghambur memeluk Zen dengan erat, begitu pun dengan Zen, dia menyambut sang gadis yang datang memeluk nya dengan senang hati.
Zen mengusap dan mengecupi puncak kepala sang gadis dengan mesra, dia juga merindukan aroma menyegarkan yang selalu menguar dari rambut dan leher gadis nya.
Zen mengubah posisi nya, hingga Ica duduk di pangkuan nya. Pria itu menyusupkan kepala nya di leher Ica, mengendus aroma jeruk khas gadis nya.
"Daddy begitu merindukan aroma tubuh mu ini sayang.."
Ica tak menjawab, dia hanya tersenyum simpul lalu mengusap ujung rambut Zen dengan lembut.
"Tak ada salah nya memulai sekarang kan sayang?" Tanya Zen dengan tatapan mendamba.
"Daddy gak cape?"
"Tidak, jika itu bersama mu." Jawab Zen santai, bahkan tangan nya sudah nakal merayap kemana-mana, mencari pegangan.
"Terserah Daddy saja, tapi jangan masuk sekarang ya masih sore."
Zen tak peduli dan mulai membuka satu persatu kancing pakaian sang gadis, mengeluarkan salah satu buah kenyal Ica dan segera melahap nya dengan nikmat.
Ica memejamkan mata nya, ini yang dia mau. Kenikmatan yang sudah 5 hari ini tak dia dapatkan.
"Dad.."
"Yes baby, why?" Tanya Zen, menghentikan sejenak kegiatan nya saat Ica memanggil nya dengan mesra.
"Tidak, lanjutkan.." Pinta Ica, dengan senang hati Zen kembali melanjutkan kegiatan nya.
Hingga kegiatan itu harus terhenti sejenak karena suara perut Ica yang berbunyi.
"Lapar sayang? Makan dulu, nanti kita lanjut."
"Yaudah, Daddy mandi dulu Ica turun duluan.."
Zen mengangguk dan pergi ke kamar mandi, gadis itu keluar dari kamar setelah merapikan pakaian nya dan menyiapkan pakaian untuk Zen juga.
....
__ADS_1
🌷🌷🌷
Maaf up jam segini😂😂