Partner Ranjang Mr Zen

Partner Ranjang Mr Zen
Bab 82


__ADS_3

Sampai di mansion pun Ica masih mendiamkan Zen, dia kesal bukan main karena tindakan yang di lakukan pria itu tadi.


"By.."


"Baby, jangan merajuk sayang.." Zen mencekal tangan gadis nya dan memeluk paksa tubuh mungil gadis nya, meski Ica berontak tapi tenaga nya kalah jauh dari Zen.


"Cukup Dad, Ica capek. Mau mandi terus istirahat." Ketus Ica lalu melepas paksa pelukan Zen, Gadis itu mulai meniti tangga dan masuk ke dalam kamar nya meninggalkan Zen.


"Apa aku memang keterlaluan? Cuma mencium saja kan, gak lebih. Tapi kenapa Ica marah?" Gumam Zen sambil menggaruk kepala nya yang tak gatal.


"Sudahlah, nanti aku pikirkan cara untuk membujuk nya." Putus Zen lalu pergi entah kemana.


....


"Terus Bee.." Racau sang pria saat wanita itu bergerak naik turun di atas pangkuan nya, siapa lagi kalau bukan Rosa.


Dia menjadi budak nafsuu sang pria dengan kedok akan membantu nya membalas dendam pada Zen.


Rosa bergerak cepat, dia ingin menyelesaikan pertarungan ini, karena dia mempunyai janji juga dengan Albert tanpa sepengetahuan pria yang sedang dia layani saat ini.


"Arrrghhh.." Pria itu memekik dengan mata yang terpejam, cairan hangat nan kental meledak di dalam inti Rosa, membuat wanita itu segera bangkit dan berjongkok agar cairan itu kembali keluar, dan mengurangi resiko kehamilan.


"Kau puas?" Tanya Rosa, wanita itu meraih pakaian yang teronggok di lantai dengan santai nya.


"Pelayanan mu tak pernah mengecewakan, Bee."


"Kapan kita memulai rencana kita untuk membuat Zen hancur?" Tanya Rosa tak sabaran.


"Kita tak bisa terburu-buru Bee, Zen bukan orang sembarangan, jadi kita harus menyusun rencana nya sematang mungkin, jika ceroboh sedikit saja semua nya bisa berbalik pada kita, Bee." Jawab Pria itu.


"Aku ingin secepatnya rencana itu di jalankan, Jack."


"Tak perlu khawatir, aku pasti akan segera melakukan nya, Bee."


"Baguslah, aku pulang dulu. Minta uang buat belanja dong.." Pinta Rosa dengan manja nya.


Tanpa ragu, pria yang dia panggil Jack itu memberikan segepok uang berwarna merah ke tangan Rosa.


"Hanya segini bayaran untuk pelayanan ku, Jack?"


"Kurang? Memang nya kau mau membeli apa, hingga uang 10 juta kau rasa kurang?" Tanya Jack.


"Aku ingin tas chann*l keluaran terbaru, harga nya tak segini."

__ADS_1


"Baiklah, aku transfer saja. Aku tak punya banyak uang cash." Ucap Jack sambil mengutak atik ponsel nya.


"Cukup?" Tanya pria itu sambil menunjukan bukti transfer di ponsel nya.


"Lebih dari cukup, terimakasih. Hubungi saja jika kamu butuj servis." Rosa mengedipkan sebelah mata nya genit, lalu pergi dari ruangan itu, meninggalkan Jack yang masih polos tanpa sehelai benang pun setelah bertarung panas bersama Rosa.


"Wanita matre!" Umpat nya sambil menyesap sebatang rokok dan menyalakan nya, menghisap nya perlahan, tak lama asap mengepul dari mulut nya.


"Zen, bagaimana kabar mu? Seharus nya baik-baik saja kan?" Gumam nya, teringat kenangan masa lalu nya membuat Jackson berdecih dan mematikan rokok nya, lalu bangkit dan masuk ke dalam kamar mandi.


...


Ica celingukan mencari Zen, sedari tadi pria itu tak masuk ke kamar, jadi Ica penasaran kemana kira-kira pria itu.


"Bibi.."


"Iya Non?"


"Lihat Daddy gak?" Tanya Ica.


"Tuan muda ada di taman belakang, Nona."


"Baik, terimakasih Bi." Ica pergi menyusul Zen, dia takkan pernah menyangka apa yang pria itu persiapkan untuk nya di taman itu.


"By.."


"Apa ini Dad?"


"Kita tidur disini malam ini, mau?"


"Mau dong Dad." Jawab Ica antusias dengan senyum riang nya.


"Jadi udah gak marah lagi sama Daddy?"


"Siapa yang marah sih Dad, Ica cuma kesel kalau Daddy ngelakuin itu seenaknya."


"Iya-iya sayang, Daddy minta maaf. Ayo bermain kembang api." Ajak Zen, tentu saja Ica langsung setuju.


Kedua insan itu bermain kembang api dengan di selingi canda tawa yang membuat suasana makin romantis. Tentu nya Zen punya seribu satu cara untuk meluluhkan hati gadis nya, dia akan sangat memanjakan wanita yang dia cinta, dan saat ini semua nya milik Ica, gadis sederhana yang punya hati tulus.


"By.."


"Iya Dad, kenapa?"

__ADS_1


"Daddy ingin bicara serius."


"Bicara saja Dad, ada apa?"


"Seperti yang kamu tau, Daddy jatuh cinta padamu. Daddy sudah meyakinkan hati Daddy sendiri bahwa ini bukan sekedar rasa nyaman atau obsesi, tapi Daddy benar-benar mencintai mu By. Apa kamu percaya?"


Ica mengedip-ngedipkan mata nya tanda tak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar. Zen mengungkapkan perasaan nya, akhirnya perasaan nya terbalas. Kini bukan hanya dia yang mencintai Zen, tapi Zen juga sebaliknya.


"Benarkah? Daddy gak lagi bercanda kan?" Zen tersenyum lalu menggeleng, susah payah dia meyakinkan hati nya bahwa Ica adalah gadis yang dia pilih untuk menjadi pendamping hidup.


"Daddy serius sayang, Mau jadi pacar Daddy?"


"Kenapa harus tanya, Dad. Ya jelas Ica mau, mau banget malah." Jawab Ica tanpa berpikir dua kali.


"Jadi, sekarang kita pacaran?" Zen mengangguk, dengan senyum manis nya.


"Yee, setidaknya status Ica sudah jelas sekarang. Ica berhak mempertahankan Daddy dari wanita-wanita nakal yang ingin menggoda Daddy."


Zen tak menjawab, dia meraih Ica ke dalam pelukan nya, menghujani kepala gadis nya dengan kecupan penuh kasih sayang.


Ica mendongak, lalu mencium bibir Zen duluan. Tentu saja Zen ikut membalas ciuman kekasih nya tak kalah mesra nya, membuat penjaga yang berada di sekitar tenda itu balik badan.


"Apa kita bisa melakukan nya, By?"


"Disini?" Tanya Ica setelah ciuman mereka terlepas.


"Kenapa nggak, By?"


"T-tapi Dad,"


"Baiklah, ini adalah hari jadi kita. Jadi Daddy tak mau memaksakan keinginan Daddy."


"Terimakasih Dad.."


"Iya sayang, kemarilah.." Zen kembali memeluk Ica erat. Kini status nya sudah berbeda, mereka adalah sepasang kekasih, bukan sekedar partner ranjang lagi.


...


🌷🌷🌷



__ADS_1


cieee status nya beda yaπŸ˜™πŸ˜™


__ADS_2