Partner Ranjang Mr Zen

Partner Ranjang Mr Zen
Bab 77


__ADS_3

"Alberto adalah teman masa kecil Daddy.." Ica terperanjat.


"Lalu?"


"Dulu, Daddy pernah punya pacar semasa kuliah. Dia menginginkan pacar Daddy, ya jelas Daddy menolak karena wanita bukan untuk di tukar, karena dia bukan barang."


"Terus gimana Dad?"


"Apalagi By, Albert marah besar dan semenjak itu dia menjauhi Daddy. Dulu, orang tua kami juga sangat akrab, tapi semua nya berubah setelah kematian papa sama mama, mereka seolah menghindar dari Daddy. Padahal sebelum nya mereka sangat dekat dengan Daddy."


Ica terlihat mencerna ucapan Zen, apa pria itu tak menyimpan curiga? Dari gelagat nya saja sangat mencurigakan menurut Ica.


"Apa Daddy tidak bertanya, kenapa mereka menjauh?"


"Jangan kan bertanya, Daddy baru menginjakan kaki di teras rumah nya saja pintu sudah di tutup, di kunci rapat-rapat."


"Apa Daddy tidak curiga? Menurut Ica tingkah mereka mencurigakan, Dad."


"Ya kamu benar sayang, tapi sekarang Daddy tak pernah bertemu dengan mereka lagi, entah dimana mereka sekarang. Hanya ada Albert di negara ini."


"Rencana Daddy apa?"


"Daddy sudah membuka kembali kasus 15 tahun silam, meski pun berkas-berkas nya sudah hilang, setidaknya pasti masih ada petunjuk nya By."


"Daddy harus menemukan dalang dari kematian orang tua Daddy, bagaimana pun mereka sangat bersalah, menurut Ica ini sangat tak adil Dad."


"Maksud mu sayang?"


"Mereka bisa berkeliaran bebas menikmati hidup, padahal mereka telah membunuh 3 orang sekaligus, apa itu setimpal Dad? Menurut Ica sih, tidak!"


"Iya sayang, Daddy juga berfikiran sama."


"Ica lelah Dad pengen tidur, boleh?"


"Boleh sayang, tidur di kamar ya.." Zen mengusap sayang rambut gadis nya.


"Di ruangan ini ada kamar Dad?" Tanya Ica, nampak nya gadis itu belum percaya di ruangan ini ada ruangan lain kecuali kamar mandi.


"Ada By, ayo.." Zen menarik tangan gadis nya, menggeser rak buku di dekat meja kerja dan terlihat lah sebuah pintu berwarna hitam dengan ukiran indah.


Ica menganga, benar saja ada ruangan rahasia di ruangan direktur.


"Udah, tutup mulut nya nanti ada lalat masuk sayang."


"Kalau disini emang ada kamar, kenapa waktu itu Daddy malah main di kamar mandi?" Tanya Ica.


"Itu hanya sensasi sayang, di kasur sudah biasa!"


"Hiss, Daddy nyebelin. Tau gak? Lutut Ica lemes nya berjam-jam gara-gara layanin Daddy di kamar mandi sambil berdiri." ketus Ica membuat Zen terkekeh.

__ADS_1


"Maaf ya sayang, habis nya kamu enak."


"Aku bukan makanan!" Ica berjalan memasuki kamar dan membaringkan tubuh nya.


"Yaudah, tidur dulu ya. Nanti Daddy bangunin kalau Daddy sudah selesai bekerja."


"Iya Dad, yang semangat kerja nya kan udah di kasih nusuk tadi."


"Tentu saja Daddy semangat sayang, kamu kan doyan makan jadi Daddy harus bekerja keras supaya kamu makan enak terus."


"Uuu sweet nya Daddy tampan ku.."


"Daddy keluar dulu ya sayang, selamat beristirahat."


Zen menutup pintu nya perlahan, dia kembali fokus mengerjakan pekerjaan penting nya.


....


Seorang wanita tengah berdiri di depan pria yang nampak angkuh, dagu nya terangkat juga kaki yang dia silangkan dia atas kursi kebesaran nya.


"Apa tujuan mu kesini, Nona Rosania?"


"Hanya ingin menawarkan kerja sama."


"Untuk?" Tanya pria itu, nampak sangat menakutkan dengan berewok yang memenuhi wajah nya.


"Aku punya dendam pribadi pada Azzendra, bisa kah kita bekerja sama untuk menghancurkan nya? Aku dengar kau juga tak menyukai pria itu."


"Kau datang pada orang yang tepat, tapi aku tak mau menghambur-hamburkan uang atau tenaga untuk membuat nya limbung dan jatuh dari persaingan bisnis tanpa imbalan!"


"Katakan, apa mau mu?" Tanya Rosa dengan berani.


"Kau bersedia memberikan tubuh mu?"


"Tentu saja, itu bukan lah hal yang sulit untuk ku. Asal kau bisa membuat Zen terpuruk, kita bisa melakukan nya kapan pun dan dimana pun!" Jawab Rosa dengan senyuman nakal nya.


"Deal, kita memulai kesepakatan ini di atas materai? Oke?" Rosa mengangguk dan menandatangani berkas kerja sama itu tanpa berpikir dua kali.


"Takkan semudah itu aku menyerah Zen, cinta dalam hati ku kini berubah menjadi dendam, lihat saja nanti jika kau jatuh miskin, apa gadis itu akan tetap ada di samping mu? Rasanya tidak, pasti akan sangat menyenangkan melihat mu menangis karena di tinggal oleh gadis itu." Batin Rosa bersorak gembira, dia benar-benar tak memikirkan resiko apapun, dia sudah di butakan oleh dendam sepihak.


"Kau tau siapa aku kan?" Rosa menganggukan kepala nya.


"Jadi, putuskan hubungan mu dengan pengusaha kere itu dan aku ingin jadi satu-satunya pria yang bisa memasuki mu selayaknya kesepakatan yang kau ucapkan tadi."


"Oke, itu mudah." Jawab Rosa datar, membuat pria itu tersenyum penuh kemenangan.


"Bagaimana kalau kita uji coba sekarang? Aku perlu melihat kinerja mu, apa goyangann mu memabukan atau tidak!" Pria itu menyeringai nakal menatap Rosa.


Tapi mental Rosa yang memang sudah terbiasa pun langsung menyambut pria itu dengan hangat.

__ADS_1


"Apa kita bercint* disini?" Tanya Rosa, tak ada ranjang disini, hanya ada sofa dan beberapa rak buku yang tersusun rapi.


"Kenapa? Kau tak mau? Sofa itu cukup empuk untuk kita bertarung."


"Not bad lah, setidaknya sofa itu cukup luas untuk bercint*." Jawab Rosa, pria itu langsung menerjang tubuh Rosa hingga membuat wanita itu terjatuh tepat ke tengah sofa.


"Sabar lah, takkan ada yang mengganggu kan?"


"Tentu saja." Pria itu menatap Rosa dengan penuh gairahh.


"Baiklah, kita mulai. Aku pastikan kau akan mengerang menyebut nama ku." Ucap Rosa dengan penuh percaya diri.


Tangan nya mulai membuka kancing kemeja pria itu satu persatu, hingga ke bawah dan melemparkan pakaian itu ke sembarang arah.


Rosa mulai melayangkan kecupan-kecupan basah di dada pria itu.


"Lakukan penyatuan saja, kali ini aku hanya mengetes goyangan mu saja, bukan pemanasan!"


"Begitu ya? Kamu tak sabar?"


Rosa menyibak dress nya, menurunkan segitiga berenda yang dia pakai, juga membuka pengait celana pria itu dengan sekali gerakan saja.


....


"Uhhh, teruss Bby. Kau sangat bagus, lakukan dengan cepat!" Racau pria itu setelah beberapa menit penyatuan.


"Secepat ini? Bahkan ini belum setengah jam."


"Aku sudah lama berpuasa karena istri ku sakit, kau tau itu! Jadi tak usah banyak bertanya dan lakukan dengan cepat,"


Rosa menurut meski sebenarnya dia sangat dongkol karena dia belum cukup puas dengan penyatuan ini.


Beberapa detik kemudian, cairan hangat membanjiri inti tubuh Rosa. Wanita itu segera berjongkok dan cairan itu kembali menetes keluar.


Pria itu duduk dengan nafas yang tersengal setelah pelepasan nikmat nya setelah sekian purnama berpuasa.


"Kau hebat Ros, inti sangat nikmat! Sudah lama aku tak klim*ks sedahsyat ini."


"Kau akan sering mendapatkan sensasi pelepasan ini jika kau benar-benar bisa membuat Zen bangkrut!"


"Berat jika membuat nya bangkrut Bby, paling hanya membuat saham nya anjlok saja."


"Itu pun tak masalah dari pada tidak sama sekali."


"Bagaimana kalau satu putaran lagi? Aku yakin kau bahkan belum puas kan?"


"Baiklah, dengan senang hati." Jawab Rosa dengan senyum berbinar nya.


...

__ADS_1


🌷🌷🌷


Si Rosa kagak ada kapok-kapoknya🙄🙄


__ADS_2