Partner Ranjang Mr Zen

Partner Ranjang Mr Zen
Bab 51


__ADS_3

Sepasang anak manusia itu tengah menikmati makan malam mereka dengan tenang, tapi sesekali Zen melempar pandangan mesoom nya pada Ica yang tengah makan.


"By, buka dikit kancing nya.." Pinta Ica, membuat para maid kompak membalik badan mereka.


"Malu Dad, jangan macem-macem lah. Ini di meja makan, nanti ada yang liat." Tolak Ica, karena menurut nya permintaan Zen sangat memalukan untuk nya.


"Dikit aja By, satu kancing."


Ica memutar mata nya jengah, lalu menuruti keinginan Zen, membuka satu kancing atas nya, hingga menampakan dua bulatan kenyal nya yang masih tertutup cup berwarna merah maroon.


Zen tersenyum penuh minat pada buah kenyal gadis nya, benda itu selalu membuat nya tak bisa tidur.


"Puas?" Ketus Ica, membuat Zen tersenyum lebih lebar.


"Sangat Baby, aku tak sabar ingin mengulumm puncak nya."


"Saring omongan nya Dad, malu. Walaupun mereka gak liat, tapi mereka punya telinga." Sinis Ica.


Zen tergelak melihat ekspresi kesal Ica, sudah bisa di pastikan jika gadis itu kesal, pasti nafsuu makan nya akan lebih menggila, terbukti Ica makan 3 kali nambah dengan porsi yang membuat Zen menganga.


"By, kamu ini harus bisa kendalikan nafsuu makan mu itu sayang. Badan mu kecil tapi makan nya kayak porsi kuli."


"Jangan mengejek Dad, atau aku tak mau memberi mu jatah?" Ancam Ica, membuat Zen bungkam seketika.


...


Zen duduk di sisi ranjang, sedangkan Ica sedang berada di ruang ganti.

__ADS_1


"Sudah setengah jam, tapi Ica belom keluar juga. Dia lagi apa sih? Ganti baju apa ganti kulit?" Gumam Zen, dia sudah bosan menunggu.


Tapi tak lama, akhirnya pintu itu terbuka dengan menampilkan tubuh Ica yang di baluti pakaian tipis berwarna merah maroon, membuat nya sangat kontras karena kulit nya yang putih bersih.


Zen segera menggeser duduk nya saat Ica mendekat, dia mengira Ica akan duduk di samping nya, tapi salah. Gadis itu malah duduk santai di pangkuan pria tampan itu.


Tangan mungil Ica membelai wajah sang Daddy dengan lembut, sesekali melabuhkan ciuman basah di bibir nya, membuat pria itu memejamkan mata nya.


Jari jemari lentik Ica mulai merayap melucuti kancing Zen, hingga pakaian Zen itu terlepas begitu saja. Zen melempar pakaian itu ke sembarang arah, dia juga beraksi meraba buah kenyal Ica dari luar pakaian dinas nya.


Bibir mereka bertaut mesra, begitu pun tangan mereka yang tak tinggal diam. Ica mulai memijat pelan senjata sang Daddy yang berada di bawah nya, sedangkan Zen masih anteng dengan meremass buah kenyal sang gadis dengan gemas, sesekali memilin puncak nya hingga membuat Ica bergerak-gerak tak karuan.


Ica bangkit dari pangkuan Zen, otomatis pagutann bibir mereka pun harus terlepas sejenak. Ica membuka kancing pengait celana bahan Zen, melorotkan nya hingga ke lutut, tak lupa gadis itu juga membuka celana boxer sang Daddy, hingga terlihat sudah senjata Zen yang siap bertempur.


Tanpa ragu, Ica segera memasukan terong ungu itu ke dalam mulut nya, menggerakkan kepala nya maju mundur, hingga membuat Zen menggeram nikmat.


Zen memejamkan mata nya dengan kepala yang mendongak, kedua tangan nya menahan di belakang tubuh nya, dia selalu di buat tak berdaya oleh gadis nya.


"Kenapa Dad? Apa kulumaan Ica gak enak?" Tanya Ica dengan kening yang mengernyit.


"Sangat nikmat sayang, tapi kalau di teruskan Daddy pasti meledak sebelum kita sempat berkeringat bersama."


Ica tau, melakukan pemanasan seperti ini adalah kelemahan Zen, dia akan cepat kalah jika Ica terus melakukan itu pada senjata nya.


"Buka semua nya untuk ku sayang, mari kita bermain menunggang kuda liar." Ica menurut, gadis itu membuka setiap helai benang yang ada di tubuh nya dengan gaya sensual, hingga membuat Zen tak tahan dan segera membanting Ica ke ranjang.


Ica menggantungkan kedua tangan nya di leher kokoh Zen, gadis itu mulai melenguhh pelan saat Zen mulai mengerjai leher nya, meninggalkan bekas-bekas kemerahan tanda cinta.

__ADS_1


"Emmm.." Lenguh Ica, sesekali gadis itu menjambak kecil rambut Zen.


"Kita mulai, kamu siap?"


"Cepatlah Dad,"


"Sesuai permintaan mu sayang, ini pasti akan sangat menyenangkan!" Zen membuka lebar kedua kaki sang gadis, pria itu menggesek-gesek terong nya di belahan daging tanpa tulang itu.


"Dad.." Panggil Ica dengan tubuh yang bergerak-gerak tak karuan.


Zen tersenyum puas saat melihat Ica begitu tak sabar dia masuki, hingga Zen langsung mendorong seluruh miliknya ke dalam inti sang gadis, membuat Ica refleks mencakar punggung Zen karena kaget.


"Daddy, kenapa langsung di masukin semua. Kan ngilu.." Keluh Ica saat Zen belum bergerak.


Zen tak menjawab, pria itu malah menggerakan pinggang nya maju mundur hingga membuat Ica mendesahh nikmat di bawah tubuh Zen.


...


"Di atas sayang.." Zen menarik tangan Ica dan mendudukan nya di pangkuan tanpa melepas sesuatu yang sudah masuk sedari tadi.


"Bergerak." Pinta Zen, Ica menurut dan bergerak naik turun dengan tempo cepat, mereka sama-sama mendesahh nikmat dengan kegiatan yang mereka lakukan saat ini.


Hingga Zen baru melepas Ica dari kegiatan penyatuan itu tepat tengah malam, itu pun karena Ica merengek meminta berhenti dengan alasan inti nya terasa ngilu.


Zen memeluk sang gadis dengan erat dengan tubuh polos nya, hanya di tutupi sehelai selimut.


....

__ADS_1


🌷🌷🌷


Jangan lupa mintak like, komen, vote, gift, tap favorit, happy reading πŸ’œπŸ’œπŸ’œ


__ADS_2