
"Duduk." Perintah pria itu saat melihat Hani hanya diam di ambang pintu yang tertutup.
Hani mendekat dan duduk di samping pria berkacamata transparan itu.
"Kita ngobrol dulu sebentar sebelum kita melakukan nya."
"Ngobrolin apa?" Tanya Hani.
"Dari sekian banyak nya perusahaan, kenapa harus bar yang kamu pilih?"
"Tuan pasti sudah tau alasan nya, karena pendidikan saya rendah, jadi tak ada yang mau menerima orang tanpa ijazah." Jawab Hani santai.
"Disini kamu tinggal sama siapa?"
"Sendiri, aku merantau kesini. Di kampung pun aku tak punya siapa-siapa."
"Bagaimana kalau kau berhenti bekerja dan menjadi partner ranjang ku?" Tanya pria itu dengan senyum manis nya.
"M-maksud anda?"
"Aku akan memberikan apapun kebutuhan mu, aku yang akan membiayai semua nya, hanya saja kau harus menjadi partner ranjang ku."
"Haruskah seperti ini?"
"Aku sudah bilang, aku ketagihan milik mu yang sempit itu." Jawab pria itu, lengkap dengan senyuman nakal nya.
"Aku butuh waktu, setidaknya aku bisa memikirkan apa yang akan aku lakukan untuk menghabiskan uang mu." Cetus Hani membuat pria itu terkekeh geli.
"Aku bekerja, jadi selama itu aku takkan kehabisan uang!"
"Memang nya apa pekerjaan mu?"
"Hanya sekretaris di salah satu perusahaan dengan gaji tertinggi." Jawab Pria itu santai, dia memutar puntung rokok nya ke dalam asbak dan memulai aksi nya.
Tangan nya merayap di antara tubuh Hani, membuat wanita itu menahan nafas sejenak.
"Aku tunggu jawaban mu besok, aku harap jawaban mu tak mengecewakan!" Bisik pria itu dengan sensual, bahkan dengan jahil nya meniup telinga Hani, membuat gadis itu merinding disko.
Pria itu mulai mengecupi wajah Hani, turun hingga ke leher dan membuka resleting seragam Hani dengan mulut nya. Hani merasakan tatapan pria itu berbeda dengan sebelum nya, jadi dia menghindari kontak mata dengan pria yang entah siapa nama nya.
__ADS_1
Hani meremas rambut pria itu dengan manja nya, dia merasa kegelian saat merasakan mulut pria itu bermain di area buah kenyal nya.
"Ahhhsss..." Hani meringis saat tak sengaja gigi pria itu menggigit kecil puncak buah nya.
"Sakit? Maaf aku tak sengaja."
"Ya, tak masalah. Lanjutkan saja.." Pinta Hani, tak menampik bahwa sensasi hubungan ini memang sangat membuat candu.
Pria itu membuka rok yang di pakai Hani, merobek kain tipis yang menghalangi mulut nya dengan hutan lebat milik gadis nya.
Hani memekik saat lidah pria itu mulai menjilati inti nya, bahkan sesekali memutar-mutar di kacang kecil tersembunyi milik nya. Tentu saja, Hani bergerak tak karuan karena sensasi nikmat yang pria itu berikan sangat luar biasa.
"Ronde pertama, kita main disini saja. Kamu sudah sangat basah, Honey." Hani menganggukan kepala nya, mengiyakan ajakan pria itu.
Pria itu mulai menggesekan benda panjang itu di ujung hutan lebat, perlahan tapi pasti dia mendorong senjata nya hingga masuk perlahan. Hani meremas ujung sofa, meski bukan yang pertama kali, tapi rasa sakit dan ngilu masih terasa meski tak sesakit saat itu.
Pria itu menekan kuat senjata nya hingga mentok dan menyentuh titik denyut terdalam milik gadis itu, pria itu bergerak pelan tapi penuh nafsuu.
Setelah beberapa menit dia bermain perlahan dan melihat ekspresi gadis yang menyatu dengan nya itu mulai menikmati, baru lah dia menambah ritme kecepatan permainan nya.
"Jangan keras-keras, sakit.." Pinta Hani, dengan nafas yang tak beraturan.
"Lebih enak pelan-pelan atau cepat, Honey?" tanya pria itu tanpa menghentikan gerakan pinggang nya.
....
"Hentikan, ini sudah terlalu lama."
"Aku masih belum keluar, tahan sebentar lagi." Jawab pria itu tetap menghujam inti Hani dengan cepat dari belakang.
Hani meringis menahan perih di inti nya, minta berhenti pun percuma, pria ini takkan berhenti sebelum dia merasa puas.
"Aaarrgghhh.." Pria itu mengerang, cairan hangat menyembur masuk ke dalam rahim sang gadis.
"Cepat jongkok." Pinta pria itu sambil menarik tangan gadis yang terkulai lemas sambil menelungkup.
Hani menurut dan berjongkok di lantai hotel, hingga beberapa tetes cairan kental berwarna putih itu mengotori lantai, Pria itu segera mengusap cairan itu dengan tissu, juga dengan inti gadis yang baru saja selesai dia gagahii.
"Cairan apa itu?"
__ADS_1
"Bibit anak, kalau sampai masuk ke dalam rahim, perut kamu yang rata ini pasti menggembung seperti balon."
"Ohh begitu ya, wujudnya seperti air santan."
"Kau tak lelah? Cepat lah tidur, atau mandi dulu?"
"Aku tak terbiasa mandi tengah malam, besok saja sebelum check out." Jawab Hani, setelah memastikan semua nya bersih, dia pun tertidur dengan posisi memunggungi pria itu.
Tapi tengah malam, posisi tidur kedua nya sangat mesra. Dimana Hani yang tertidur lelap di atas dada bidang pria itu, juga tangan pria itu yang melingkar erat di pinggang Hani.
...
Pagi hari nya, Hani terbangun. Dia menguap lebar sambil merenggangkan otot-otot nya yang terasa kaku setelah permainan semalam.
"Sudah bangun? Aku berangkat kerja dulu." Pamit pria itu dengan menenteng tas kerja dan jas yang dia lampirkan di lengan.
"Itu jas nya kenapa gak di pakai?"
"Gak keburu, di kejar deadline. Harus sampai kantor 15 menit lagi, aku pergi dulu." Pria itu mengecup singkat kening Hani dan pergi dengan terburu-buru.
"Pria gila kerja, tapi kok aku suka ya? Masa aku jatuh cinta sama pria yang nama nya aja aku lupa nanya." Gumam Hani sambil mengetuk-ngetuk kepala nya kesal, bagiamana bisa lupa menanyakan nama pria yang sudah menggagahi nya dua kali.
"Bodoh sekali kau Hani." Rutuk Hani tak habis-habis.
Hingga suara ponsel membuat nya mengalihkan sejenak merutuki kebodohan nya itu dan melihat isi pesan di benda persegi itu.
"Makan yang banyak dan pertimbangkan keputusan mu tentang tawaran ku tadi malam, aku tunggu!" Isi pesan yang membuat Hani mendengus, tanpa harus bertanya pun dia tau siapa yang mengirim pesan ini.
Hani mengetik cepat untuk membalas pesan pria itu.
"Siapa nama mu?" Terkirim dan centang biru, tanda nya pesan nya sudah di baca.
Tring..
Hani dengan cepat menyambar ponsel nya, tapi baru saja akan membuka pesan balasan, ponsel nya malah mati karena dia lupa mengisi baterai nya semalam.
"Huh ada-ada aja, mungkin belum saat nya aku tau nama nya!"
...
__ADS_1
🌷🌷🌷
Inisial nya BAS ya😊 ada yang tau?🤣🌻