
Setelah mendapat jarak yang bagus, Aji lalu langsung menembakkan bolanya dengan begitu keras yang mana berbuah menjadi gol. Sepakan yang sangat keras tersebut tak mampu dibendung oleh kiper lawan.
Kami pun lalu langsung berlari menuju Aji dan memeluknya. Berkat golnya, kini kita kembali imbang menjadi 1-1. Skor imbang 1-1 ini bertahan hingga turun minum. Kami pun lalu langsung meninggalkan lapangan dan segera langsung beristirahat di pinggir lapangan.
"Sori tadi ya, bola yang seharusnya aku kirimkan ke kalian malah direbut musuh dan malah menjadi gol buat mereka. Aku sangat menyesal akan hal itu," ucap ku pada pemain lainnya atas kesalahan ku tadi yang berbuah gol untuk lawan.
"Sudah ga papa Lang. Yang penting kita sekarang sudah imbang. Tinggal kita cari gol lagi nih biar bisa menang," ucap Aji.
"Iya Lang, bener kata Aji. Jangan terlalu dipikirkan," ucap Ruben dengan tersenyum lebar. Entah kenapa senyuman milik Ruben itu membuat perasaan ku menjadi lebih lega.
"Kita kan satu tim. Kalau kalah, kalah bareng. Kalau menang, menang bareng," tambah Aji.
"Baiklah, makasih teman-teman," ucap ku.
***
Prittttt. Bunyi peluit tanda babak kedua dimulai telah berbunyi. Kini giliran kami yang akan memulai bolanya.
Di babak kedua ini, aku harus bermain lebih fokus dan hati-hati supaya kesalahan ku tidak terulang. Aku kini sebisa mungkin tidak akan menguasai bola terlalu lama. Jika ada ruang kosong untuk teman dan ada kesempatan untuk mengumpan, aku pun akan langsung mengumpan.
Aji terlihat melambai-lambai meminta bola yang sedang aku kuasai ini. Ia lalu bergerak ke sisi kosong area pertahanan lawan. Sayang, bola yang aku kirimkan itu masih di baca oleh kiper lawan yang dengan langsung sigap mengamankan bola tersebut.
Ia kini langsung melempar bola tersebut jauh ke depan menuju satu pemain yang dari tadi berada di daerah pertahanan kami. Pemain tersebut berhasil menerima lemparan kiper yang cukup kencang tersebut. Ia kini berhadapan satu lawan satu melawan Renaldi.
__ADS_1
Ia terlihat berusaha mengecoh Renaldi, akan tetapi begitu sulit baginya untuk bisa melewati Renaldi. Selain karena badan Renaldi yang besar, kemampuan bertahannya juga sangat di atas rata-rata.
Pada akhirnya Renaldi berhasil menghalau pergerakan penyerang 10-4 tersebut. Kini bola kembali menjadi milik kami.
Di menit ke-5 babak kedua, sebuah serangan yang sangat rapih dari kami hampir saja bisa menjebol gawang milik 10-4. Berawal dari umpan Ahsan ke Renaldi di daerah pertahanan, Renaldi kemudian mengumpan panjang ke arah Aji. Aji dengan sempurna bisa mengontrol bola dari Renaldi dengan sempurna.
Ia kemudian berhasil melewati satu orang pemain lawan sebelum mengirim umpan yang matang kepada ku. Aku yang menerima umpan matang dari aji tersebut kemudian langsung menembakkan bolanya ke arah gawang sisi kanan. Sayang, tembakkan ku hanya mengenai mistar gawang sebelum bola keluar meninggalkan lapangan pertandingan.
Suara riuh penonton langsung terdengar dan mereka sepertinya sedikit kecewa karena aku gagal mencetak gol. Berbeda dengan suara sorak penonton dari kelas 10-4 yang terlihat lega atas kegagalan ku menjebol gawang mereka barusan.
Hanya tersisa sekitar 4 menit lagi sebelum pertandingan berakhir. Kami harus bisa mencetak gol kemenangan sebelum itu. Jika hingga akhir pertandingan nanti skor masih imbang 1-1, maka kita akan menentukan pemenangnya lewat adu pinalti.
Aku kini menguasai bola di sisi kanan pertahanan lawan. Aji terlihat sedang mencari posisi yang kosong di sisi depan, sementara Ahsan mencari posisi di sisi tengah. Renaldi menjadi pemain terakhir yang berada di garis tengah lapangan berjaga-jaga bila terjadi serangan balik.
Aku pun tak ada pilihan lain selain mengoper ke belakang ke arah Renaldi. Setelah aku berikan bolanya kepada Renaldi, ia pun lalu menggiring sedikit ke depan. Dari pergerakannya, sepertinya Renaldi sedang mencari ruang yang tepat untuk langsung menembakkan bolanya dari jarak yang cukup jauh. Sepertinya dia sudah tau kalau memaksakan mengumpan kepada Ahsan atau Aji malah akan bisa terpotong dan terjadi serangan balik.
Setelah menemukan ruang tembak, Renaldi langsung saja menendang bolanya ke arah gawang. Tendangannya itu sangat cepat. Bahkan lebih cepat dari tendangan milik Aji yang menjadi gol di babak pertama tadi.
Kiper 10-4 sebenarnya sudah bisa membaca pergerakan bola, ia pun berhasil menyentuh bola tendangan Renaldi tersebut, akan tetapi karena saking keras dan cepatnya tendangan Renaldi, bola tersebut pun tetap masuk ke dalam gawang dari 10-4.
Suara penonton kini langsung riuh. Mereka terlihat sangat gembira dengan gol yang tercipta barusan tadi. Gol yang sangat indah dan fantastis. Skor pun kini berubah menjadi 2-1 untuk keunggulan kami.
"Niceeee !!!! Keren Di," puji Aji yang mengarahkan ajakan tos kepada Renaldi.
__ADS_1
"Wah keren banget Di," kini giliran Ahsan yang memuji Renaldi.
Aku pun kini mendekat ke arah Renaldi sambil memberikan pujian dan sebuah tos kepadanya. Renaldi tampak tersenyum tipis saat ini. Ini pertama kalinya aku melihatnya tersenyum tipis seperti itu.
Waktu kini tersisa sekitar 2 menit saja hingga peluit panjang akan berbunyi. Kami kini pun akan lebih fokus menjaga pertahanan sehingga bisa mempertahankan keunggulan kami ini.
Pemain dari kedua tim kini sudah terlihat kelelahan. Bahkan aku sudah sangat sulit untuk berlari dengan kecepatan maksimal ku. Aku pun lalu merasa kalau aku sudah tidak kuat lagi melanjutkan pertandingan kali ini. Aku lalu membuat tanda bahwa aku mau diganti.
Tomi yang melihat tanda dari ku pun langsung bersiap-siap di pinggir lapangan untuk melakukan pergantian pemain dengan ku. Saat bola sedang meninggalkan lapangan, aku pun langsung buru-buru menuju sisi lapangan untuk melakukan pergantian pemain dengan Tomi.
Sekitar satu menit lagi hingga pertandingan berakhir. Tim kami terlihat menjaga bola dengan baik agar bola tidak sampai direbut oleh pemain 10-4.
Suara penonton dari kedua belah pihak masih terlihat sangat bersemangat untuk mendukung tim mereka masing-masing hingga pertandingan benar-benar berakhir. Aku saat ini merasa sedikit pusing dan nafas ku sangat pendek. Aku benar-benar merasa kelelahan kali ini. Sejak aku keluar dari lapangan tadi, aku sudah hampir menghabiskan satu botol air penuh.
"Ayo, Ayo, Ayo, Semangat !!! Semangat !!!," bunyi teriakkan supporter dari kelas 10-7. Aku tidak menyangka bahwa pertandingan akan sampai semeriah ini.
Priitttttt. Bunyi peluit tanda berakhirnya pertandingan akhirnya berbunyi. Dengan ini, kami pun berhasil memenangkan pertandingan dan melangkah ke babak selanjutnya.
Suara teriakan penonton kembali terdengar sangat meriah di akhir laga ini. Mereka bahkan selalu terlihat bersemangat dari awal hingga akhir pertandingan. Setelah selesai pertandingan, tak lupa para pemain saling berjabat tangan.
***
Bersambung
__ADS_1