
Setelah selesai menghabiskan satu mangkuk ronde, kami bertiga lalu langsung menuju ke tempat kami memarkirkan sepeda kami tadi. Setelah itu, kami bertiga pun langsung pulang menuju ke rumah kami masing-masing.
***
Minggu pagi 14 Oktober, saat ini aku sedang bersiap-siap untuk kembali berkunjung ke rumah kakek dan nenek yang terletak di seberang kota sana. Karena tidak ada hal yang aku rencanakan di hari Minggu ini, maka aku pada akhirnya memutuskan untuk berkunjung ke rumah kakek-nenek. Terakhir kali aku datang ke sana adalah ketika awal-awal aku masuk SMA. Pada waktu itu aku datang bersama ibu dan Hana. Berbeda dengan sekarang yang mana aku akan berangkat ke sana seorang diri dengan menaiki bus umum.
Setelah semuanya siap, aku pun lalu berpamitan pada ibu dan Hana.
"Kamu yakin gak mau ikut?" tanya ku pada Hana.
"Mmm pingin sih tapi aku ada kelompok hari ini nanti jam 11 siang," ucap Hana yang menunjukkan raut wajah kecewa tersebut.
"Ya sudah besok kapan-kapan lagi," ucap ku sambil mengusap-usap rambut Hana sehingga jadi agak berantakan. "Ya sudah, aku berangkat dulu yah," ucap ku lagi yang lalu langsung bergegas pergi.
Setelah keluar dari rumah, aku langsung menuju ke halte yang mana dilalui bus yang menuju ke arah rumah kakek-nenek. Aku penasaran kira-kira ekspresi kakek dan nenek nanti akan sepeti apa yah? Lagi pula, aku juga belum memberitahukan perihal kedatangan ku pada mereka berdua.
Langit pagi ini tampak agak mendung di bagian tenggara dan timur, akan tetapi tampak cukup cerah di bagian utara dan barat. Entah kenapa saat melihat langit yang seperti itu, aku merasa begitu takjub dan seakan-akan seperti sedang berada di dunia lain. Alam memang selalu memberikan ku kejutan lagi dan lagi tiada henti.
Untuk membuat ku tidak terlalu merasa bosan di perjalanan, tentu saja kali ini aku membawa earphone yang mana sudah aku pasang sejak keluar dari rumah tadi. Sementara untuk lagu yang aku putar, tentu saja kalian sudah mengetahuinya yaitu Green Day. Salah satu hal yang merepotkan dari pada memakai earphone saat sedang berjalan sendiri seperti ini adalah kalian tidak akan mendengarkan apa pun jika semisal ada orang yang memanggil kalian dari arah belakang atau samping, kecuali suara tersebut benar-benar cukup keras untuk dapat terdengar di telinga kalian.
Karena hari ini adalah hari Minggu, banyak sekali terlihat orang-orang yang sedang berada di jalanan saat ini. Ada yang sedang berlari, berjalan, ada juga yang sedang berjalan dengan hewan peliharaan mereka.
__ADS_1
Entah kenapa aku begitu suka sekali ketika melihat orang yang sedang mengajak hewan peliharaan mereka jalan-jalan terutama hewan peliharaannya itu adalah Anjing. Entah kenapa hal itu terlihat begitu lucu dan menggemaskan.
Sebenarnya dulu aku sudah pernah meminta izin ibu agar aku bisa memelihara anjing, akan tetapi ibu tidak pernah mengizinkannya dan tak pernah memberitahu ku alasannya. Setiap kali aku tanya tentang alasannya, ibu pasti hanya bilang "tidak boleh". Pada akhirnya, hingga saat ini aku pun masih belum mengetahui dengan pasti apa alasan ibu yang sebenarnya sehingga melarang ku untuk memelihara anjing.
Untuk alasan tertentu, sebenarnya aku lebih menginginkan anjing dari pada kucing sebagai hewan peliharaan. Entah kenapa aku pikir anjing lebih lucu dari pada kucing. Selain itu anjing juga terlihat lebih pintar dan juga bisa lebih diajak berinteraksi dengan manusia dari pada kucing. Entahlah itu hanya pendapat ku saja.
***
Saat ini aku sudah berada di halte dan sedang menunggu kedatangan bus. Termasuk aku, saat ini ada 5 orang yang sedang menunggu kedatangan bus di halte ini.
2 orang adalah sepasang kakek-nenek yang mana mungkin berusia sekitar 60an tahu. Jika melihat kakek-nenek di jalanan seperti ini, aku jadi langsung teringat tentang kakek-nenek ku.
Sementara 2 orang yang lain adalah muda-mudi yang mana usianya mungkin seusia anak-anak kuliahan. Untuk saat ini, aku masih belum bisa menyimpulkan apakah mereka itu sepasang kekasih atau bukan. Yang jelas mereka berdua tampak begitu akrab dan sama-sama sedang membawa tas ransel yang berukuran cukup besar.
***
Setibanya di dalam bus, aku cukup terkejut karena suasana bus saat ini sudah hampir penuh. Saat ini aku hanya melihat sekitar 3 kursi saja yang masih kosong. Jika aku duduk sekarang di salah satu kursi yang masih kosong, itu berarti kursi yang masih kosong hanya akan tinggal 2 saja.
Aku lalu memilih untuk duduk di samping seorang remaja laki-laki yang mana terlihat seperti satu usia dengan ku. Aku pun tersenyum dan bilang "permisi" terlebih dahulu sebelum aku benar-benar duduk di kursi kosong di sampingnya itu
***
__ADS_1
Di saat perjalanan sudah sampai setengahnya, hujan lebat tiba-tina saja turun. Bukan hanya sekedar hujan lebat biasa, tetapi juga disertai angin yang cukup kencang. Angin yang cukup kencang tersebut membuat dahan-dahan pohon yang terletak di samping kiri-kanan jalan terlihat sampai melengkung. Aku pun khawatir jikalau dahan-dahan yang ukurannya cukup besar itu sampai patah dan jatuh ke bawah, yang mana bisa saja menimpa mobil, motor, atau bahkan orang yang sedang melintas di bawahnya.
"Wah hujannya ngeri juga yah," ucap remaja lelaki itu dengan tiba-tiba. Beruntung, aku yang sedang memasang earphone di kedua telinga ku bisa mendengar apa yang remaja laki-laki itu katakan.
"Iya, anginnya yang bikin ngeri," jawab ku.
"Ngomog-ngomong kau mau kemana?" tanyanya yang masih menatap keluar jendela kaca bus.
"Ke rumah kakek, kalau kau sendiri mau kemana?" tanya ku balik.
"Wah ke rumah kakek nenek yah... Kalau aku sedang dalam perjalan menuju ke suatu tempat," jawab nya.
"Suatu tempat? Maksudnya?" tanya ku lagi.
"Suatu tempat ya suatu tempat. Tidak ada maksud lain. Oiya dari penampilan mu kau sepertinya seorang anak SMA yah?" tanya nya lagi.
"Iya benar sekali. Aku anak SMA. Kalau kau sendiri?" tanya ku balik.
"Kalau aku baru saja masuk kuliah. Ini adalah semester pertama ku," jawabnya yang mana sangat membuat ku terkejut. Jika dilihat dari penampilan dan wajahnya, bahkan suaranya, ia benar-benar terlihat seperti anak SMA. Namun ternyata ia sudah masuk ke jenjang kuliah.
"Wah sudah masuk kuliah yah? Aku kira tadi kau masih anak SMA, sama seperti ku," jawab ku dengan raut muka yang terkejut.
__ADS_1
***
Bersambung