
Minggu, 7 Oktober. Hari dimana sebagian orang telah menunggu-nunggunya. Termasuk aku.
Hari ini, aku dan yang lainnya seperti yang sudah direncanakan sebelumnya, akan pergi berlibur ke kota Magelang. Karena cukup banyak yang ikut, kami pun lalu memilih untuk sekalian menyewa sebuah bus kecil.
Pagi ini, kebetulan sekali langitnya sangat cerah. Aku harap, langit yang cerah ini akan bertahan sampai hari ini berakhir. Atau paling tidak sampai nanti kami sampai rumah kami masing-masing.
Saat ini, waktu sudah menunjukkan pukul 06.00. Masih ada sekitar 1 jam lagi hingga kami berkumpul di sekolah. Sebelumnya, kami memang sudah sepakat untuk berkumpul di sekolah tepat jam 7. Bus pun akan menunggu kami di depan area sekolah sana.
Semua barang-barang yang aku butuhkan, sudah aku packing semalam. Sehingga, pagi ini aku hanya perlu untuk mengeceknya sebentar sebelum berangkat. Sebelum itu, tentu saja aku akan menyantap habis sarapan ku terlebih dahulu agar tidak kelaparan nantinya.
Sarapan yang sedang aku makan saat ini adalah sereal cokelat dan roti. Ditambah satu gelas susu putih. Kali ini, aku memang sengaja menambah porsi sarapan ku agar tenaga ku bertahan lama.
***
"Aku berangkat dulu ya bu," ucap ku sambil berjalan menuju ke ruang depan.
"Oh iya, hati-hati Lang," jawab ibu yang masih terlihat sibuk di dapur.
Karena liburan kali ini tidak sampai menginap, barang bawaan yang aku bawa pun tidaklah terlalu banyak. Hanya barang-barang dan cemilan secukupnya saja.
Agar tidak bosan saat dijalan, aku juga membawa earphone yang mana saat ini aku juga sudah memakainya. Saat ini, lagi yang sedang aku putar adalah lagu dari band favorit ku yaitu Green Day yang berjudul Homecoming.
Ada fakta unik tersendiri dari lagu Homecoming ini. Pertama, ketiga personel dari Green Day yaitu Billie Joe, Mike Dirnt, dan Tre Cool mendapat jatah bagian nyanyiannya sendiri-sendiri. Mereka mendapat giliran untuk menjadi vokal utamanya. Selain itu, panjang atau durasi dari lagu ini juga tidak lazim seperti durasi sebuah lagu pada umumnya. Pada umumnya, sebuah lagu akan berdurasi sekitar 3-5 menit atau sekitar itu. Namun, Homecoming sendiri memiliki durasi sepanjang lebih dari 9 menit. Sebenarnya selain Homecoming, masih ada satu lagu lagi dari Green Day yang durasinya 9 menit lebih, yaitu Jesus Of Suburbia.
__ADS_1
Tanpa terasa, kini aku sudah hampir sampai di sekolah. Kira-kira tinggal 100 meter lagi dan aku akan sampai.
Akhirnya, kini aku telah sampai. Saat aku sampai, aku langsung melihat jam di tangan kiri ku yang saat ini menunjukkan pukul 06.47. Masih tersisa sekitar 13 menit lagi hingga waktu berkumpul datang.
Saat ini, sudah cukup banyak anak yang sudah datang seperti Cindy, Sofia, Celine, Fani, Ayu, dan Renaldi. Aku pun cukup heran hari ini, tumben sekali Renaldi berangkat sendirian tanpa Aji.
***
5 menit lagi hingga pukul 7 pagi tepat. Saat ini, cuma tinggal 2 orang yang belum datang. Yang pertama tentu saja kalian sudah bisa menebaknya, yaitu siapa lagi kalau bukan Ruben, si raja telat. Yang kedua adalah Aji. Entah kenapa Aji hingga kini belum datang juga. Padahal ia adalah salah satu koordinatornya. Jika dipikir-pikir lagi, mungkin ini pertama kalinya aku tahu Aji yang hampir terlambat. Tidak seperti biasanya yang mana selalu datang paling awal.
Tepat 2 menit sebelum pukul 7, Aji kini sudah terlihat sedang datang dari arah selatan. Tentu saja saat ini Aji terlihat begitu tergesa-gesa. Namun, saat baru pertama kali melihatnya ini, pikiran ku justru lebih fokus ke penampilannya yang sekarang.
Penampilan Aji saat ini, terkesan seperti bukan penampilannya yang biasanya. Rambutnya terlihat lebih klimis, kemeja yang sangat rapih, sabuk, sepatu, dan lain-lain. Saat Aji sudah semakin mendekat, wangi parfumnya pun langsung tercium oleh ku dan mungkin juga oleh yang lain. Entah kenapa Aji saat ini seperti bukan Aji yang biasanya.
"Tentu saja masih ada satu biji yang belum datang," timpal Ahsan sinis.
"Satu biji? Belum datang? Oh jangan-jangan, Ruben belum datang?" ucap Aji yang langsung mengerti arti kata yang diucapkan Ahsan barusan.
"Iyalah siapa lagi kalau bukan si biji kuaci itu. Kalau gak telat, bukan biji kuaci namanya," gumam Ahsan mengejek Ruben yang masih belum datang itu.
Tepat pukul 07.03 akhirnya orang yang ditunggu-tunggu pun datang. Ruben terlihat berlarian dari ujung jalan sana menuju kemari. Yang paling mencuri perhatian dari Ruben saat ini adalah barang bawaannya yang terlihat begitu banyak. Bahkan barang bawaannya itu terlihat lebih besar dari pada postur tubuhnya sendiri.
"Oi lama sekali sih kau ini. Bisa gak sih satu kali aja gak telat?" gumam Ahsan pada Ruben yang baru datang itu.
__ADS_1
"Eh bukannya saat ini aku masih tepat waktu?" tanya Ruben agak heran dan dengan raut wajah tak bersalah.
"Gak telat pala kau, lihat nih udah jam 7 lebih," ucap Ahsan sambil memperlihatkan jam tangannya yang mana jujur aku baru pertama kali melihat Ahsan memakai jam tangan. Mungkinkah itu jam tangan baru? Entahlah.
"Widihhh jam tangan baru nih... Wah pasti tadi kau itu cuma niat pamer kan? Jam tangan murahan gitu aja mau dipamerin, hahaha," ucap Ruben yang entah bagaimana malah balik meledek Ahsan.
"Maksud ku itu kau lihat sekarang jam berapaaa? Haaaa? Kau pikir sekarang masih jam berapa? Berani-beraninya bilang dengan muka gak berdosa kalau kau belum telat," ketus Ahsan.
"Tadi di rumah ku masih jam 7 kurang seperempat, kok di jam tangan mu udah jam 7 lebih ya? Apa jangan-jangan zona waktu di rumah ku dan di rumah mu berbeda ya?" ucap Ruben.
"Otak kau itu yang beda. Mana mungkin zona waktu rumah kita berbeda. Cuma beda satu kecamatan doang masa beda zona waktu. Ehhhh tunggu-tunggu... Tadi barusan kau bilang jam dinding di rumah mu masih pukul 7 kurang seperempat?" tanya Ahsan.
"Iya, masih jam 7 kurang seperempat. Memangnya kenapa?" tanya Ruben.
Plakkkkk. Alih-alih mendapar jawaban, Ruben malah kena geplak di bagian bahunya.
"PANTAS SAJA KAU SEKALU TELAT, TERNYATA YANG SALAH ITU BUKAN CUMAH OTAK KAU AJA, JAM DI RUMAH MU ITU JUGA SALAH COKKKK," teriak Ahsan dengan penuh emosi yang mana langsung disambut gelak tawa yang lainnya, termasuk aku.
"Hahhaha, ya sudah ayo kita cepat naik ke bus. Sudah ditunggu tuh," ucap Aji yang entah sejak kapan saat ini ia sudah mengenakan kacamata hitam.
***
Bersambung
__ADS_1