
"Wah tuh kan acaranya udah mulai," ucap Ruben.
"Oi oi oi. Kita telat gara-gara siapa? Kenapa kalimat mu tadi seolah-olah salah ku atau salahnya Galang? Heyyyyyy..." timpal Ahsan.
"Hahahaha," Ruben tertawa dengan ekspresi tanpa dosa.
Kami bertiga pun lalu langsung mencari tempat kosong untuk mengikuti acaranya. Kami pun mulai celingukan mencari kuris yang masih kosong.
"Eh liat tuh di sebelah sana, kayanya masih ada yang kosong deh," ucap Ruben sambil menunjuk kursi empuk warna merah yang ada di barisan depan panggung sana.
Plak. Ahsan memukul punggung Ruben dan berkata, "Itu untuk para guruuu, bukan untuk pecundang seperti mu itu."
Aku lagi-lagi hampir tertawa melihat tingkah mereka berdua itu. Mereka bagaikan air dan minyak.
Kami lalu mulai mencari kursi yang masih kosong lagi. Karena kami datang agak telat, kami pun agak kesulitan untuk mencari kursi yang masih kosong.
"Oi lihat, di sebelah situ sepertinya masih ada lumayan banyak kursi yang kosong," ucap ku yang tidak sengat melihat sebuah deretan kursi kosong.
"Wah kau benar, ya udah ayo cepat ke sana," Ruben lalu bergegas dengan langkah yang cepat. Aku dan Ahsan lalu mengikutinya dari belakang.
***
"Sekarang kita masuk pada acara pengumuman pemenang lomba melukis. Juara ke tiga diberikan kepada ananda Reyhan Laksmana dari kelas 11 IPS 2. Kepada Ananda Reyhan, kami persilahkan untuk maju kedepan." ucap salah seorang guru seni yang membacakan pemenang lomba melukis itu. Suara tepuk tangan lalu menyertai pemenang juara tiga itu saat berjalan menuju panggung.
"Selanjutnya, untuk pemenang lomba melukis juara ke-2, jatuh kepada... Ananda... Atika Asyifa dari kelas 10-4. Kepada ananda Atika, dipersilahkan untuk maju ke depan," lanjut guru seni tersebut yang lalu disertai oleh suara tepuk tangan hadirin.
__ADS_1
"Selanjutnya, untuk pemenang lomba lukis juara pertama jatuh kepada... Ananda... Rindi Baskoro... Dari kelas 12 IPA 1," ucap guru seni itu yang lalu lagi-lagi disambut tepuk tangan dan suara riuh dari para hadirin. Kali ini, suasananya lebih heboh dari pada saat pengumuman juara 2 dan juara 3.
***
Selanjutnya adalah pengumuman lomba menulis cerpen. Kali ini, Bu Esti yang akan membacakannya. Beliau pun kini sudah berada di atas panggung dan sudah mulai berbicara.
"Juara 3 lomba menulis cerpen adalah ananda Angela Cindy dari kelas 10-7. Kepada ananda Angela Cindy, dipersilahkan maju ke depan," ucap Bu Esti yang langsung disambut tepuk tangan dan suara riuh yang meriah. Aku sangat senang Cindy bisa mendapatkan juara 3. Aku ingat, dia sempat kesulitan waktu menulisnya, tapi pada akhirnya, ia malah bisa mendapatkan juara 3. Sungguh anak yang hebat.
Cindy pun kini mulai berjalan menuju ke panggung. Anak-anak 10-7 terlihat begitu heboh dengan keberhasilan Cindy menjadi juara tiga ini.
"Wah Cindy hebat yah," ucap Ruben.
"Iya, hebat sekali," jawab ku.
Meskipun Cindy telah berhasil mendapatkan juara 3, akan tetapi ia terlihat seperti sedang malu-malu. Aku tahu kalau Cindy tidak terlalu nyaman dengan suasana yang sangat heboh ini. Kalau aku di posisinya sekarang, mungkin aku juga akan melakukan hal yang sama dengannya sekarang.
***
Kini, salah seorang guru pun sudah berada di atas panggung untuk mengundang para pemenang untuk maju ke depan menerima penghargaan. Tanpa banyak bicara, guru itu langsung membacakan nama para pemenang.
Namun, setelah guru itu selesai membacakan nama juara 1 sampai 3, tidak ada nama Risal di situ. Entah kenapa aku merasa sedikit kecewa dan tentu juga merasa bersalah. Padahal, aku lah orang yang merekomendasikan Risal untuk mengikuti lomba puisi ini.
Aku tidak tahu mengapa, tetapi aku sepertinya masih belum bisa menerima hasil lomba puisi ini. Aku pikir pasti ada yang salah dengan juri atau penilaiannya. Aku pun berencana untuk menemui Risal setelah ini.
***
__ADS_1
Akhirnya, tiba pada acara pengumuman lomba memasak. Kali ini, aku juga merasa yakin bahwa Ruben dan yang lainnya pasti akan menjadi pemenang. Sejauh yang aku tahu, rasa masakan Ruben sangatlah enak. Rasanya bahkan sudah bisa disejajarkan dengan rasa masakan restoran atau tempat makan yang lain.
***
Pengumuman juara 2 dan 3 sudah selesai diumumkan dan nama 10-7 belum juga terpanggil. Entah kenapa, aku jadi merasa khawatir. Aku pasti akan tidak habis pikir jika masakan Ruben dan yang sampai tidak mendapatkan juara apa pun. Ya walaupun aku memang belum sempat mencicipi atau bahkan tahu masakan apa yang dimasak Ruben, tapi aku masih sangat yakin pada masakan mereka.
"Dan pemenang juara 1, lomba memasak, jatuh kepada... Se...Pu... Luh... Tu---juh....," ucap guru tata boga itu yang langsung di sambut teriakan histeris para anak 10-7.
"Woooooooii kita menangggggg," Ruben langsung berteriak. Teriakannya sangatlah kencang. Apalagi, Ruben berada tepat di samping kiri ku saat ini.
"Oi brisik," tegur Ahsan.
Ruben nampak tak memperdulikan Ahsan. Ia tetap berteriak dan sangat histeris sampai pada akhirnya ia maju ke depan untuk mendapatkan penghargaan.
***
Setelah acara pengumuman tadi selesai, kami lalu langsung kembali ke kelas untuk menunggu satu acara lagi, yaitu acara api unggun. Acara api unggun dijadwalkan akan dimulai pukul 18.45. Artinya, masih ada sekitar 40 menit lagi hingga acara itu dimulai.
Suasana kelas saat ini masih dalam euforia juara 1 lomba masak. Meskipun sebenarnya kelas kita juga memperoleh juara tiga lomba menulis cerpen, akan tetapi yang menjadi pokok euforia adalah lomba masak itu.
Sejujurnya, saat ini aku masih penasaran tentang puisi milik Risal. Aku memang belum membaca puisinya yang dia ikut sertakan di lomba puisi ini, akan tetapi aku masih tidak percaya kalau ia tidak mendapatkan juara.
Aku sebenarnya ingin sekali menanyakan masalah ini pada Risal langsung, tapi aku rasa aku masih belum cukup dekat dengannya untuk menanyakan hal-hal semacam itu. Saat ini, seperti biasa, Risal sedang duduk menyendiri di kursi miliknya sambil mendengarkan musik dengan earphone besarnya itu dan tak ketinggalan juga komik yang juga selalu menemaninya.
Tiba-tiba, aku baru teringat. Ternyata aku belum mengucapkan selamat pada Cindy atas keberhasilannya menjadi juara tiga. Aku terlalu fokus memikirkan masalah lomba puisi sampai-sampai melupakan Cindy yang telah berhasil mendapatkan juara 3. Aku pun lalu menatap ke arahnya yang duduk tepat di samping kanan kursi ku dan bersiap-siap untuk memberikan ucapan selamat padanya.
__ADS_1
***
Bersambug