Sampai Bertemu Malam Ini

Sampai Bertemu Malam Ini
Chapter 143 : Bertukar Pesan WA


__ADS_3

"Tapi apa kak?" tanya Hana penasaran.


"Gak papa, gak papa hehe," jawab ku yang mencoba berpura-pura tidak apa-apa.


"Hmmm aneh sekali," timpal Hana.


Pada akhirnya, kami sampai di rumah. Saat kami berdua baru datang, ibu langsung menyambut kami yang mana sedang duduk di ruang tamu. Sepertinya, ibu seperti sedang menunggu kami pulang. Raut wajah lega langsung terlukiskan lewat gambaran wajah ibu saat ini. Sementara itu Alex, kucing kecil yang aku pungut waktu itu, saat ini terlihat sedang tidur tepat di samping ibu. Alex tampak begitu pulas tidur di samping ibu. Sepertinya, sebelum tidur, ibu terlebih dahulu mengelus-elus bulunya yang lembut itu.


"Kami pulanggg," ucap Hana sesaat setelah masuk ke dalam rumah.


"Wah kalian sudah pulang... Gimana jalan-jalannya?" tanya ibu.


Hana kini terlihat langsung berlari ke arah ibu dan langsung memeluknya, "Tadi menyenangkan sekali hehehehe. Pertama kami pergi ke kebun binatang, lalu setelah itu kami pergi pantai hehehe."


"Wah kedengarannya memang seru sekali. Kamu sudah makan Hana?" tanya ibu yang kini terlihat lihat mengelus-elus rambut Hana itu.


"Sudah hehehe, tadi sebelum pulang kami makan dulu," jawab Hana yang masih belum melepaskan pelukannya itu.


"Tadi siapa aja yang ikut?" tanya ibu lagi.


"Aku, kakak, kak Ruben, kak Ahsan, kak Celine, terus dua temannya kak Celine siapa namanya kak? Kak De... Vi? Kak Devi?" ucap Hana yang terlihat sedang mengingat kembali nama-nama yang tadi ikut.


"Iya benar kak Devi," timpal ku.


"Terus yang satu lagi itu namanya siapa kak? Orangnya pendiam banget, Hana jadi sudah mengingat nama kakak itu," ucap Hana.


"Heheheh itu kak Fani," jawab ku.


"Oooooo," ucap Hana.


"Kalau begitu Hana kamu mandi dulu sana, ibu sudah siapin kamar mandi sama air panasnya sekalian. Kamu cuma tinggal mandi," ucap ibu.


"Wah beneran buuu? Asikkkk... Yeayyy... Makasih ya bu," Hana kini langsung bergegas menuju kamar mandi.


"Kelihatannya semuanya semakin baik ya Lang?" tanya ibu.

__ADS_1


"Semakin baik? Apanya bu?" aku masih belum mengerti apa yang sedang ibu maksud dengan semakin baik itu.


"Pertemanan mu. Semakin hari, semakin banyak saja yang menjadi teman mu. Ibu jadi semakin senang hehehe," senyum lembut yang menghangatkan kini tergambar dengan jelas di wajah ibu.


"Oh itu. Iya... Aku juga tidak menyangkanya. Aku beruntung sekali dikelilingi oleh orang-orang yang baik yang mau menjadi teman ku tanpa mengharapkan apa pun. Padahal, mungkin aku ini terlihat seperti orang aneh yang tidak bisa bersosialisasi di mata orang lain," jawab ku.


"Iya, teman-teman yang baik itu juga merupakan bentuk kebahagiaan yang patut disyukuri. Tidak selamanya kamu akan bertemu dengan orang-orang seperti mereka," jawab ibu.


"Iya, tadi aku juga bertemu dengan seorang nenek waktu sedang menuju ke pantai. Ia bilang, cara yang paling cepat untuk seseorang merasa bahagia adalah dengan mensyukuri segala apa yang telah dimiliki," timpal ku.


Oiya ngomong-ngomong kenapa Cindy dan Sofia tidak ikut? Kamu mengajak mereka juga kan? Jangan hanya karena kamu terus mendapatkan teman baru, kamu jadi melupakan teman lama lohh," ucap ibu.


"Kami sudah mengajak mereka kok bu, tapi..." ucapan ku lagi-lagi terhenti.


"Tapi kenapa Lang?" tanya ibu penasaran.


"Mmmm me... Mereka sedang sibuk bu, jadi mereka tidak bisa ikut untuk kali ini," ucap ku agak berbohong mengenai masalah Cindy.


"Oh begitu yah... Ya sudah kamu juga mandi sana terus langsung istirahat. Besok kan kamu masuk sekolah," ucap ibu.


Saat tubuh ku sudah menyatu dengan kasur, pikiran ku kembali terbang dan merenung tentang kenangan yang hari ini tercipta. Sebagian besar memori yang aku ingat tentang hari ini entah kenapa adalah senyum menyejukkan milik Celine.


Wajah gadis itu selalu saja terngiang-ngiang di pikiran ku saat ini. Bahkan ketika aku sedang memandangi sang bulan yang terlihat setengah itu dari balik jendela kamar ku yang aku biarkan terbuka itu, aku masih saja tetap bisa melihat wajah gadis itu entah di suatu tempat.


Di saat aku tengah melamun itu, tiba-tiba saja ponsel yang aku taruh di atas kasur itu bergetar tanda ada sebuah pesan masuk. Saat aku mengeceknya, ada sebuah pesan masuk dari nomer yang belum aku simpan di ponsel ku.


"Tadi seru banget, kapan-kapan lagi yah? Hehehe," tulis pesan tersebut yang dikirim lewat WA tersebut.


"Maaf, ini siapa yah?"jawab ku yang masih belum mengetahui nomer WA milik siapa itu.


"Eh maaf, oh iya kamu belum tau yah... Ini aku Celine... Tadi aku mendapatkan nomer mu dari teman mu," balasnya.


Deg. Hati ku yang tadinya masih berdegup normal, kini tiba-tiba saja langsung berdegup dengan kencang. Sebelum itu, aku merasa bahwa hati ku berhenti terlebih dahulu selama beberapa saat sebelum kembali berdegup dan sangat kencang. Tangan ku pun menjadi sedikit gemeteran.


"Oh iya Lin, aku juga menikmatinya," jawab ku menoba mengirimi jawaban terbaik.

__ADS_1


"Hehehe syukurlah kalau kamu juga merasa senang. Oh iya ngomong-ngomong si Hana lagi ngapain?" tanyanya lagi lewat pesan WA.


"Hana tadi langsung mandi sesampainya di rumah," jawab ku.


"Oh begitu yah... Adik mu menggemaskan sekali yah Lang hehehe," jawab Celine.


"Ya seperti itulah. Banyak yang bilang seperti itu," balas ku.


"Coba lihat ke langit deh," tulis Celine lagi.


"Lihat ke langit? Ada apa emangnya?" tanya ku.


"Gak ada apa-apa, tapi coba lihat ke langit deh," tulis Celine lagi.


"Ini aku udah lihat ke langit, terus?" balas ku yang kini sudah beranjak dari tempat tidur ku dan duduk dekat jendela sambil memandangi langit seperti apa yang Celine minta.


"Kamu lihat bulannya?" tanyanya lagi.


"Iya, aku lihat, bentuknya setengah kan?" balas ku.


"Iya setengah, kasihan yah bulannya," balasnya lagi.


"Kasihan kenapa emangnya?" tanya ku.


"Iya kasihan, bulannya tampak sendirian malam ini," balasnya.


"Oh itu hehehehe. Aku dan Hana juga berpikiran seperti itu waktu di perjalanan pulang tadi," balas ku.


"Wah begitu yah... Ya udah, selamat istirahat Lang... Selamat malam," tulisnya.


"Oh iya, selamat malam juga. Selamat istirahat juga," jawab ku.


Aku tidak menyangkan bahwa Celine akan mengirimi ku pesan malam ini. Aku jadi penasaran kenapa Celine mengirimi ku pesan yah? Terus, dari mana ia mendapatkan nomer ponsel ku ini? Apakah dari Ruben? Atau Ahsan? Dan kenapa juga ia tidak meminta pada ku langsung yah? Entahlah.


***

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2