
"Boleh, kebetulan juga aku lagi gak ada acara. Terus nanti mau berangkat bareng apa ketemu di sana?" tanya ku.
"Enaknya gimana yah?" tanya Celine balik.
"Terserah sih," jawab ku.
"Mmm, kalau berangkat bareng aja gimana?" Nanti aku yang ke rumah mu gak papa," balas Celine.
"Eh jangan gitu... Aku aja yang ke rumah mu. Oiya ngomong-ngomong rumah mu di daerah mana? Share lokasi aja deh ya hehehe," balas ku.
"Oke deh," Celine lalu langsung menge-share lokasi rumahnya.
"Oke, nanti kira-kira sekitar setengah 7 kurang aku sudah di depan rumah mu. Sampai nanti yah," tulis ku.
"Okee... Sampai nanti..." balas Celine.
Setelah Celine menulis pesan itu, entah kenapa aku merasa menjadi lebih senang lagi. Aku tidak tahu kenapa bisa begitu.
***
Karena ibu dan Hana sepertinya baru akan pulang setelah jam setengah 7, maka aku membuat telur dadar untuk lauk makan malam ku. Jika aku menunggu ibu pulang, maka aku akan terlambat datang ke rumah Celine.
Setelah selesai makan, aku langsung mengirimi ibu pesan bahwa aku akan pergi hingga sekitar pukul 9 bersama Celine. Aku juga sudah bilang kalau aku sudah membuat makan malam ku sendiri, jadi ibu tidak perlu repot-repot membeli makan malam untuk ku.
***
Saat ini, waktu sudah menunjukkan pukul 18.10. Saat ini, aku sedang dalam perjalanan ku menuju rumah Celine dengan menggunakan sepeda.
Jarak rumah ku dengan rumah Celine yang tertera di Google Maps adalah sekitar 3 km. Jadi, butuh waktu sekitar 15 menit jika bersepeda untuk sampai di rumahnya. Saat ini, aku sudah menempuh jarak sekitar 1 km. Berarti, masih tersisa sekitar 2 km lagi hingga aku sampai di rumahnya.
Malam ini, entah kenapa angin yang berhembus menerpa ku ini terasa begitu hangat. Sorot lampu jalanan terlihat bagaikan sorot sinar bulan yang menentramkan. Suara klakson-klakson kendaraan pun terdengar seperti cuitan para burung di pagi hari yang saling bersahutan.
***
Tepat pukul 18.22, aku sampai di depan rumah Celine. Aku pun lalu langsung mengirimi dia pesan bahwa aku sudah sampai.
Tak lama berselang, Celine keluar dari dalam rumahnya dan lalu mengajak ku untuk masuk ke rumahnya terlebih dahulu. Katanya, setidaknya aku harus menyapa ayah dan ibunya terlebih dahulu dan juga minum-minum sebentar sebelum melanjutkan perjalanan ke Taman Panggung.
__ADS_1
Rumah Celine terlihat sangat besar. Rumahnya dua lantai, pagar rumahnya juga tinggi, halamannya pun luas. Tidak ketinggalan, terlihat berbagai macam tanaman hias tumbuh menghiasi taman rumahnya. Celine dan keluarganya mungkin menyukai tanaman sama seperti ibu ku.
Tepat sebelum aku masuk ke dalam rumahnya, aku terlebih dahulu mencopot sepatu yang aku pakai. Aku lalu mulai memasuki rumah Celine dengan mengikutinya dari belakang. Saat aku pertama kali masuk, aku lalu langsung berpikir, "Wow rumah yang sangat besar dan mewah. Mungkin ini rumah yang paling mewah yang pernah aku masuki selama hidup ku."
Kedua orang tua Celine lalu terlihat sudah berdiri dan menyambut kedatangan ku. Ayah dan ibunya terlihat begitu ramah. Mereka berdua pun memasang senyum ramah saat bersalaman dengan ku.
"Selamat malam tante, om," ucap ku saat sedang bersalaman.
"Malam juga, ayo sini duduk di sini," balas ibunya Celine dengan ramah.
Selanjutnya, aku langsung disuguhi minuman dingin yang rasanya sangat segar. Rasa minuman itu sangat pas tidak terlalu manis.
"Namanya nak Galang ya?" ucap ibunya Celine.
"I-iya tante, saya Galang," jawab ku agak ragu.
"Satu kelas sama Celine?" tanya ibunya Celine lagi.
"Engga tante, kami engga satu kelas. Celine 10-4 terus aku 10-7," jawab ku.
"Oh begitu ya... Tante kira kalian satu kelas hehehe," ibunya Celine sedikit tersenyum.
***
"Kami berangkat dulu yah, mah," ucap Celine.
"Oh iya nak... Hati-hati... N.anti setelah pertunjukannya selesai, langsung pulang yah," ucap ibunya Celine.
"Iya mah... Dahhh," ucap Celine.
Kami berdua pun akhirnya benar-benar berangkat. Kami berdua berangkat dengan berboncengan sepeda milik ku. Jarak dari sini ke Taman Panggung sekitar 3,7 km. Sejujurnya, aku sudah memperhitungkannya dengan berangkat dari rumah Celine sekitar pukul setengah 7, jadi kita akan sampai di Taman Panggung tepat sebelum jam 7. Namun, tadi itu di luar perkiraan ku. Aku dijamu terlalu lama di rumah Celine.
"Ayah, ibu mu baik banget yah line," ucap ku membuka percakapan.
"Ya begitulah hehehe," jawab Celine.
"Mereka juga terlihat sangat menyayangi mu," ucap ku lagi.
__ADS_1
"Iya lah wajar, aku kan anak tunggal," ucap Celine.
"Eh anak tunggal? Aku baru tahu... Wah pantes kedua orang tua mu terlihat begitu sayang pada mu," ucap ku.
"Ibu mu juga kelihatan sangat ramah sekali Lang. Bahkan menurut ku, ibu mu itu jauh lebih ramah dari pada kedua orang tua ku tadi," ucap Celine.
"Eh benarkah?" tanya ku.
"Iya beneran hehehe. Mungkin karena kamu sudah terbiasa dekat dengan ibu mu, kamu jadi kurang menyadarinya," ucap Celine.
"Iya yah, mungkin seperti itu," jawab ku.
"Aku berat gak Lang? Hihihihi. Mau gantian aku yang di depan?" tanya Celine.
"Eh engga kok Lin, enggak. Masa kamu yang mboncengin aku sih? Kayaknya kurang pas deh hehe," jawab ku.
Di saat kami akan melewati perlintasan kereta api, tiba-tiba saja alarm berbunyi dan palang pintunya turun dengan perlahan. Sepertinya akan ada kereta api yang akan lewat. Aku pun langsung berhenti tepat di belakang palang pintu tersebut.
"Wah udah telat, ditambah ada kereta api lewat lagi. Kayaknya kita bakalan telat lama nih," ucap ku.
"Hehehe gak papa kok. Lagian kita telat juga karena mamah sama papah tadi lama ngajak ngobrolnya," jawab Celine.
"Kamu gak papa kalau telat?" tanya ku.
"Iya gak papa," jawab Celine.
"Sebenarnya aku cukup kesal dengan palang kereta api," ucap ku lagi.
"Eh kesal? Kenapa emangnya?" tanya Celine.
"Iya soalnya aku pikir palang pintunya turun terlalu lama. Seharusnya bisa dibuat lebih efisien lagi sepeti hanya dua menit turun sebelum kereta apinya lewat. Kalau begini kan kita jadi lama banget nunggunya," ucap ku.
"Hihihihi ternyata kamu bisa mengeluh juga yah? Aku kira kamu orangnya gak bisa ngeluh atau merasa kesal seperti itu," ucap Celine dengan sedikit tertawa.
***
Akhirnya, palang pintu kereta api sudah kembali terangkat. Aku dan Celine pun kembali melanjutkan perjalanan menuju ke Taman Panggung, tempat diadakannya pertunjukan drama. Masih sekitar 1 km lagi hingga kami berdua tiba di sana.
__ADS_1
***
Bersambung