Sampai Bertemu Malam Ini

Sampai Bertemu Malam Ini
Chapter 108 : Obrolan Di Warung Bakso


__ADS_3

Akhirnya, rangkaian pertandingan di hari pertama telah usai. Dari 4 cabang yang kami ikuti, kami masih meloloskan 2 cabang ke babak 8 besar yaitu futsal dan basket. Sementara itu, cabang bulu tangkis baik tunggal putra maupun tunggal putri harus tersingkir. Meskipun Aji sempat berhasil menang di pertandingan yang pertama, akan tetapi ia langsung kalah dengan cukup telak di babak selanjutnya. Maklum saja, lawannya saat itu adalah dari kelas 12 IPA 2 yang sudah mempunyai reputasi yang cukup baik di bidang bulu tangkis.


Sekarang hari sudah memasuki sore. Setiap siswa yang masih berada di ruangan ini pun terlihat kelelahan. Meskipun begitu, mereka tampak menikmati setiap keringat yang menetes dari tubuh mereka. Rasa bahagia itu, terpancar jelas dari raut wajah mereka.


Satu persatu siswa kini mulai meninggalkan kelas dengan perlahan. Kami sepertinya harus beristirahat yang cukup untuk malam ini supaya besok stamina kita bisa kembali lagi. Aku pun demikian, rasanya jika aku sudah sampai rumah nanti, aku akan langsung tidur saja.


"Oi Lang mau ikut gak?" tanya Ruben yang entah kenapa ia tampak tak kelelahan sedikit pun.


"Ikut kemana Ben? Oiya ngomong-ngomong kau gak merasa kelelahan?" tanya ku.


"Mana mungkin Ruben merasa lelah. Dia kan cuma bermain jadi kiper," ucap Ahsan yang menjawab pertanyaan ku.


"Haaa? Memangnya ada yang salah dengan itu," timpal Ruben.


"Bukan, bukan salah. Tadi kan Galang tanya kenapa kau tampak tak kelelahan sama sekali kan? Ya aku jawab kan kau cuma jadi kiper yang kerjaannya cuma diam di gawang. Tentu saja kau tidak akan lelah hanya dengan diam di gawang kan? Dasar bodoh," jawab Ahsan.


"Haaaa? Kali ini apa maksud mu memanggil ku bodoh? Kau mau membodoh-bodohi kebodohan ku ini ya?" ucap Ruben.


"Apa-apaan tuch? Jadi kau sudah mengakui kebodohan mu itu yah? Syukurlah hahahaha," Ahsan tertawa mendengar kalimat Ruben tadi.


"Tadi kau mau mengajak ku kemana Ben?" aku mengulangi pertanyaan ku tadi karena Ruben belum menjawabnya.


"Oiya sampai lupa, kau mau ikut makan di warungnya bapaknya Sofia gak Lang?" jawab Ruben.


"Ahsan juga ikut?" tanya ku.


"Iya, dia ikut," jawab Ruben.


"Gimana yah, aku sebenarnya tadi mau langsung pulang terus langsung istirahat," jawab ku.


"Udah gak papa. Cuma makan doang kok hehehe," ucap Ruben lagi.


"Apa kau tidak kangen Sofia Lang? Hahaha," ucap Ahsan yang sedikit mengagetkan ku.

__ADS_1


"Eh kangen? Gimana ya... Entahlah," aku mengangkat kedua pundak ku tanda tak mengerti.


"Hahaha meskipun kau gak kangen sekalipun, tapi sepertinya Sofia yang merindukan mu loh hahaha," ucap Ahsan sambil tertawa.


"Eh benarkah? Tau dari mana kalau dia merindukan ku?" tanya ku.


"Entahlah, mungkin hanya firasat ku saja hahaha," Ahsan lagi-lagi tertawa.


"Kasian sekali kau San. Sofia yang sudah kau sukai dari dulu malah jatuh hati pada teman baru mu hahahaha," sindir Ruben pada Ahsan.


"Eh jatuh hati? Apa maksud kalian? Aku benar-benar tidak mengerti," aku sungguh tidak mengerti apa yang sebenarnya mereka maksud itu.


"Bukankah kalimat itu juga berlaku pada mu Ben? Hahaha," balas Ahsan.


"Ehhh?? Ya sudah lupakan saja. Jadi, kau mau ikut gak Lang?" tanya Ruben sekali lagi.


"Jika kau terus menanyai ku seperti itu, ku rasa aku tidak memiliki pilihan lain selain ikut dengan kalian. Mungkin hanya makan sebentar saja tidak begitu masalah," jawab ku.


"Nahhh begitu dongg. Ya udah ayoo," ucap Ruben.


Sesampainya di warung bakso, kita bertiga langsung memesan makanan lalu menunggu makan datang sambil duduk santai. Suasana warung pada sore hari ini cukup sepi. Hanya meja ini dan satu meja lagi yang sedang dipakai pelanggan.


"Wah sayang sekali seperti Sofia sedang tidak ada di sini, kau pasti kecewa kan San? Hahaha," ucap Ruben menggoda Ahsan.


"Haaa? Apa-apaan tuch?" timpal Ahsan dengan logat khasnya.


"Kau benar-benar kelelahan ya Lang? Muka mu terlihat agak suram begitu," celetuk Ruben tiba-tiba mengomentari raut wajah ku.


"Mungkin tidak seperti itu, aku hanya kepikiran tentang apa yang kalian bicarakan tadi waktu masih di kelas itu," jawab ku.


"Oooo, aku kira kau terlalu lelah jadi wajah mu jadi tampak seperti itu. Sudahlah, jangan terlalu dipikirkan hahaha," jawab Ruben.


"Lagi-lagi kau berbicara seperti itu pada ku," jawab ku.

__ADS_1


"Hahaha benar juga yah, tapi beneran deh, tak usah terlalu dipikirkan," Ruben tertawa.


"Kalau memang seperti itu, tapi kenapa kau dan Ahsan yang membahasnya terlebih dahulu tadi?" ucap ku.


"Kenapa ya? Aku juga tidak tahu, oi San kau kan yang memulai duluan, bantu jawab dong," Ruben melirik tajam ke arah Ahsan.


"Eh kenapa aku jadi kena?" Ahsan tampak mengalihkan pandangannya.


"Cihhhhh," gerutu Ruben melihat kelakuan Ahsan barusan.


Tak lama berselang, makanan kami akhirnya datang. Berbarengan dengan itu, Sofia juga terlihat datang ke warung dari arah depan dengan menggunakan sepedanya. Ia masih terlihat menggunakan seragam olahraga sekolah dan masih menggunakan sepatu dan masih juga membawa tas. Sepertinya, ia baru saja pulang dari sekolah.


"Eh kalian datang, wah kali ini Galang ikut lagi yah. Sudah lama kamu gak mampir ke sini ya Lang? Hihihihi," Sofia tersenyum dan langsung ikut duduk di meja kami. Ia duduk tepat di sebelah ku yang kebetulan masih kosong.


"Iya, tadi aku yang mengajak Galang hehehe. Baru pulang dari sekolah Sof?" tanya Ruben.


"Oh begitu, iya ini. Tadi di kelas ku mengadakan rapat sebentar untuk membahas perlombaan berikutnya," jawab Sofia yang kini meletakkan tasnya di meja.


"Ngomong-ngomong kelas mu masih lolos di berapa cabang?" tanya Ruben lagi.


"Wah kelas ku sudah kalah dari semua cabang yang tadi diperlombakan hehehe, kalau kalian?" ucap Sofia.


"Kalau kami masih lolos di 2 cabang. Futsal sama basket. Kalau begitu, besok kelas kalian ikut dukung kelas kami saja hahaha," balas Ruben sambil tertawa.


"Aku tidak bisa menjawab kalau soal itu, tapi aku sendiri pasti akan mendukung kalian besok," ucap Sofia sambil sedikit tersenyum.


"Wah beneran? Makasih loh yaa," balas Ruben.


"Gak perlu berterima kasih begitu, kita kan sudah mengenal lama," balas Sofia.


Karena keasikan mengobrol dengan Sofia, Ruben pun sampai-sampai melupakan makanan yang tadi baru saja datang itu.


"Oi Ben, kau makan dulu lah bakso mu itu. Apa kau sedang tidak ingin makan? Sini biar buat aku aja," ucap Ahsan.

__ADS_1


***


Bersambung


__ADS_2