
Kini aku tengah menguasai bola di lini tengah. Aku benar-benar harus berhati-hati dalam melakukan operan atau giringan agar tidak direbut oleh lawan. Aku melihat Aji melambaikan tangannya tanda meminta bola, akan tetapi aku rasa jika aku mengumpan padanya sekarang, operan ku hanya akan mudah dipotong oleh musuh. Aku pun akhirnya memberikan umpan pendek pada Renaldi yang berada dekat dengan ku.
Renaldi lalu mengoper bola kembali pada ku. Kini, satu orang pemain tengah menekan ku dengan serius. Aku pun terus dibayang-bayanginya kemana pun aku melangkah. Karena tidak ingin direbut oleh lawan, aku pun lalu mengoper bola kepada Ahsan yang berhasil mencari ruang kosong.
Sementara itu, para penonton masih tiada henti-hentinya meneriakkan yel-yel untuk membakar semangat para pemain yang sedang bertanding. Mereka seakan tidak kenal lelah sama sekali.
***
7 menit telah berlalu di babak pertama ini. Namun, skor masih imbang 0-0. Kedua tim sejauh ini masih belum menciptakan peluang yang berarti. Masing-masing tim masih terlihat kesulitan untuk masuk ke daerah pertahanan lawan masing-masing. Alhasil, bila lebih banyak bergulir di lapangan tengah saja.
Meskipun aku tidak sedang menguasai bola, akan tetapi salah satu dari pemain lawan selalu saja menjaga ku kemana pun aku pergi. Aku pun jadi tidak bisa mencari ruang kosong untuk membukakan ruang kepada yang lain. Ditambah lagi, kini energi ku rasanya sudah hampir mencapai batasnya. Aku rasa aku sudah tidak bisa berlari sekencang biasanya. Aku pun sudah tidak bisa berlari terlalu lama lagi. Sepertinya, aku masih perlu latihan meningkatkan stamina jika ingin terpilih di seleksi sepak bola nanti.
Ahsan kini terlihat menggiring bola di sisi kanan lapangan. Ia menggiring dengan cukup cepat. Sreseeettttt. Tiba-tiba salah seorang pemain lawan melakukan tackle pada Ahsan. Ahsan pun terjatuh dan bola meninggalkan lapangan pertandingan. Bisa dibilang, tackle tersebut adalah tackle yang bersih yang tepat mengenai bola.
Ahsan yang terjatuh, kini mendapat bantuan dari pemain yang tadi melakukan tackle kepadanya untuk kembali bangkit. Pertandingan pun kembali dilanjutkan.
Rasanya, pertahanan kelas 10-2 ini lebih rapat dari pada yang dimiliki oleh kelas 10-4 di pertandingan yang pertama tadi. Entah pertahanannya yang lebih baik, atau stamina kami saja yang sudah berkurang? Entahlah.
Priitttt. Wasit akhirnya meniup peluit tanda berakhirnya babak pertama. Kami para pemain lalu langsung meninggalkan lapangan pertandingan dan mulai beristirahat di waktu yang singkat ini.
Karena sudah merasa sangat lelah, aku pun berniat untuk melakukan pergantian pemain. Sepertinya, aku butuh waktu istirahat lebih dari 5 menit dari sekarang.
__ADS_1
"Teman-teman, ada yang mau gantiin aku gak? Aku udah capek banget nih," ucap ku dengan nafas yang sudah berat dan keringat yang sudah membasahi sekujur tubuh ku ini.
"Aku juga nih, ganti dulu, aku udah gak kuat," ucap Ahsan yang juga terlihat sudah hampir kehabisan nafas.
"Waduh gimana nih, ada yang mau main?" tanya Aji.
"Ya udah, gua gantiin dulu sini, tapi cuma lima menit yah? Soalnya takut nanti masih ada pertandingan basket lagi," ucap Tomi mengajukan diri.
"Wah sip Tom. Oiya kita nanti masih ada pertandingan basket yah kalau dapet jadwal. Wah sepertinya kita memang harus atur strategi supaya stamina kita kuat sampai hari ini selesai," ucap Aji.
"Iya tuh, bener," timpal Calvin.
"Kau masih bisa main gak Di?" tanya Aji pada Renaldi.
"Kalau begitu, berarti kita melakukan tiga pergantian pemain sekaligus. Aku, Galang, sama Ahsan keluar, terus Calvin, Tomi, Fahmi masuk. Bagaimana?" tanya Aji.
"Boleh," timpal Ahsan.
"Karena kita masih harus memikirkan tentang pertandingan basket juga, jadi nanti pas sekitaran menit 5 babak kedua, kita ganti pemain lagi. Tomi, Calvin, Fahmi keluar, diganti aku, Galang, sama Ahsan. Gimana?" usul Aji lagi.
Semua pemain tampak setuju dengan usul Aji tersebut. Kita semua saat ini akan sangat memperhatikan energi karena kita juga tidak cuma bertanding di cabang futsal saja, akan tetapi cabang-cabang lain juga.
__ADS_1
Pritttt. Peluit tanda dimulainya babak kedua pun telah berbunyi. Kini, bola dimulai dari sisi kelas 10-4.
Strategi yang dipakai saat ini adalah kita akan bermain bertahan selama 5 menit ini, supaya pemain lawan juga akan cepat mengalami kelelahan karena keasikan menyerang. Setelah itu, pergantian pemain akan kembali dilakukan di sekitar menit ke-5 jalannya pertandingan.
Ternyata, sudut pandang ketika kita sedang bermain dan menonton jauh berbeda. Ketika kita sedang bertanding langsung di lapangan, kita cenderung mengambil keputusan yang tergesa-gesa dan kurang tepat, akan tetapi ketika kita berada di sudut pandang penonton seperti ini, kita akan mengetahui kekurangan, dan keputusan apa yang seharusnya kita ambil ketika sedang menghadapi situasi tertentu.
Sesuai dengan rencana, kini para pemain kelas 10-4 sudah terlihat melancarkan serangan bertubi-tubi ke arah jantung pertahanan tim kami. Beruntung, kita memiliki Renaldi. Ia seperti selalu berada di posisi yang tepat saat mengantisipasi serangan lawan.
Ruben pun tidak kalah cemerlangnya kali ini. Ia beberapa kali bisa menangkis tendangan yang mengarah ke gawangnya.
Disaat 10-4 keasikan menyerang, tiba-tiba saja serangan balik yang dilancarkan oleh kelas kami berbuah gol. Adalah Tomi yang berhasil memotong umpan salah seorang pemain lawan. Dengan cepat ia membawa bola dari daerah pertahanan timnya sendiri menuju ke daerah pertahanan tim lawan hanya dalam waktu beberapa detik saja. Ia yang hanya tinggal berhadapan 1 lawan 1 dengan kiper musuh pun dengan tenang berhasil mencetak gol.
Bukan hanya musuh yang terkejut, aku sebagai timnya juga terkejut. Aku baru tahu kalau Tomi sepandai ini bermain futsalnya. Aku jadi penasaran, berarti dia lebih pandai lagi dalam bermain basket. Menarik.
Sorak sorai penonton pun langsung menggema. Kelas kami yang menonton dari pinggir lapangan tampak begitu antusias menyambut gol dari Tomi tersebut. Kelas kami bahkan sampai-sampai membuat yel-yel dadakan untuk mengagung-agungkan nama Tomi. Skor kini berubah menjadi 1-0 untuk keunggulan kami.
Sepertinya yang telah direncanakan sebelumnya, kini di sekitar menit ke-5 saat bola sedang meninggalkan lapangan, kami melakukan 3 pergantian pemain sekaligus. Fahmi, Tomi, dan Calvin keluar digantikan oleh aku, Ahsan, dan Aji. Tugas kami saat ini adalah paling tidak menahan supaya kelas 10-4 tidak berhasil mencetak gol penyeimbang.
Setelah mengamati permainan dari kursi penonton di pinggir lapangan tadi, aku merasa dapat membuat keputusan yang lebih baik dan lebih tepat. Aku pun merasa lebih tenang ketika sedang membawa bola.
***
__ADS_1
Bersambung