Sampai Bertemu Malam Ini

Sampai Bertemu Malam Ini
Chapter 166 : Selesainya UTS


__ADS_3

**********************************************


Ular bersembunyi di balik semak-semak, manusia bersembunyi di balik kebohongannya.


**********************************************Jumat, 5 Oktober. Hari ini adalah hari terakhir sekolah kami mengadakan UTS. Jadwal mata pelajaran yang diujikan di hari terkahir ini adalah Fisika, Sosiologi, dan PKN. Dari ketiga mata pelajaran tersebut, yang paling tidak membuat ku paham adalah fisika. Entah kenapa aku sudah merasa malas hanya dengan mendengar kata Fisika itu sendiri.


Sejauh ini, aku merasa bahwa nilai yang akan aku dapatkan masih aman. Dalam artian masih di atas nilai KKM. Mungkin dari 12 mata pelajaran cuma satu atau dua yang aku masih belum terlalu yakin apakah aku akan lulus atau tidak.


Hari ini, cuaca begitu cerah. Harum aroma khas pagi hari membuat suasana pagi ini menjadi semakin semangat lagi. Embun-embun yang masih menempel di dedaunan, membuat ada nuansa sejuk di pagi hari yang cerah ini.


Saat ini, aku sedang menunggu Hana di teras depan rumah sambil memandangi tanaman-tanaman yang tumbuh di sekitaran rumah ku. Hari ini, aku akan berangkat bersama Hana lagi setelah sekian lama. Kebetulan, aku dan Hana tidak sedang dalam keadaan tergesa-gesa, jadi kami bisa berangkat bersama.


Aku tidak tahu apa yang sedang Hana lakukan sekarang. Sepertinya ia sedang mencari pulpen atau semacamnya.


"Doorrr" tiba-tiba Hana berlari dan melompat ke arah punggung ku.


"Ayo kak, berangkat," ucapnya yang sudah memakai sepatu itu.


"Ayo," jawab ku.


"Kami berangkat dulu ya bu... Sampai nanti," ucap Hana.


"Iya... Hati-hati... Jalannya jangan terlau ke tengah," ucap ibu.


***


"Akhirnya, UTS tinggal hari ini saja yah hahahaha," ucap Ruben.


"Bukannya UTS sama hari-hari biasa tidak ada bedanya buat kau yah Ben?" timpal Aji.


"Tentu saja ada bedanya. Kalau hari-hari biasa kan kita semua bisa bermain bersama, tapi kalau UTS cuma aku sama Ahsan saja yang bisa diajak bermain," gumam Ruben.


"Hahaha sebenarnya aku sedikit iri pada kalian loh. Di saat yang lain pusing memikirkan UTS, kalian malah terlihat tidak ada beban sama sekali," ucap Aji.


"Hahaha jangan terlalu memuji seperti itu," timpal Ruben.


"Oiya ngomong-ngomong besok jadinya berapa orang yang ikut liburan ke Magelang?" tanya Calvin.


"Bentar yah aku ingat-ingat lagi... Aku, Galang, Renaldi, Ruben, Ahsan, kau (Calvin), Fahmi, Ayu, Cindi, Wita, Risa, Sofia, Celine, Fani, sama Devi. Jadi, semuanya baru ada 16 anak nih," ucap Aji.


"Tomi kira-kira mau gak yah? Atau anak perempuan yang lain gimana?" tanya Calvin.


"Coba saja ajak dia. Semua anak perempuan di kelas kita sudah aku tanyai, tapi yang bisa ikut cuma itu saja," jawab Aji.

__ADS_1


Tiba-tiba saja, aku kepikiran Tora. Kenapa aku tidak mencoba untuk mengajaknya saja yah biar lebih rame lagi.


"Aku ajak teman ku boleh?" tanya ku.


"Boleh lah. Memangnya siapa yang mau kau ajak?" tanya Aji.


"Tora, kelas 10-9," jawab ku.


"Oh Tora yah. Ajak aja Lang, lebih banyak lebih bagus," timpal Ruben.


"Oke. Nanti pas istirahat setelah ujian jam pertama, aku akan mengajaknya," jawab ku.


Aku lalu mengirimkan pesan WA kepada Tora untuk menanyakan keberadaannya di saat istirahat nanti. Aku ingin mengajaknya secara langsung saja dari pada cuma lewat WA.


***


Akhirnya, istirahat pertama telah tiba. Aku pun langsung menuju ke tempat Tora berada. Kata Tora, ia akan berada di perpustakaan ketika istirahat pertama datang.


Sesampainya di perpustakaan, aku langsung celingukan mencari keberadaannya. Tak perlu waktu lama untuk aku menemukannya. Ia terlihat sedang duduk bersama teman-temannya yang lain di salah satu sudut perpustakaan. Aku pun lalu langsung menghampirinya.


"Hallo Lang, ada apa? Tumben kau mencari ku," ucap Tora sesaat setalah aku menghampirinya.


"Ini, anak-anak di kelas ku rencananya akan melakukan liburan ke kota Magelang setelah UTS ini selesai. Kau mau ikut?" tanya ku.


"Hari Minggu besok," jawab ku.


"Wah hari Minggu yah? Mmm... Sepertinya kalau hari Minggu besok gak bisa deh, soalnya aku udah ada acara duluan. Sori yah. Mungkin lain kali waktu deh," jawab Tora yang ternyata sudah mempunyai acara di hari Minggu itu.


"Oh begitu yah... Apa boleh buat... Ya sudah... aku kembali dulu yah," ucap ku yang lalu langsung kembali.


***


"Gimana Lang? Tora bisa ikut?" tanya Aji.


"Katanya dia sudah ada acara hari Minggu, jadi dia gak bisa ikut besok," jawab ku.


"Begitu yah... Yah mau gimana lagi. Kalau Tomi gimana Vin? Mau?" tanya Aji pada Calvin.


"Tomi katanya juga ada acara jadi gak bisa," jawab Calvin.


"Begitu yah, ya sudah... Berarti sepertinya besok yang ikut gak berubah yah..." jawab Aji.


***

__ADS_1


Tet tet tet. Akhirnya bel tanda berakhirnya jam ujian yang ketiga telah berbunyi. Hal ini juga menandakan bahwa UTS pertama ku di tingkat SMA baru saja berakhir. Raut wajah lega langsung tergambar dengan jelas dari wajah teman-teman ku. Kini, kami hanya tinggal menunggu hasil UTS yang akan diumumkan hari Jumat depan di waktu istirahat pertama.


"Oi Lang, ngapain diem aja? Kamu gak mau ngumpulin lembar jawaban mu itu?" tiba-tiba Ruben menegur ku.


"Oh iya. Tadi kan masih rame jadi aku tunggu agak sepi dulu," jawab ku.


"Ya sudah cepat sana, itu tinggal kau tuh yang belum," ucap Ruben.


"Iya, ini aku mau ngumpulin," jawab ku.


Setelah keluar dari dalam ruangan, aku, Ahsan, dan Ruben memutuskan untuk langsung pergi ke kantin untuk bersantai-santai terlebih dahulu. Namun setibanya di kantin, suasananya sungguh sangat ramai. Semua kursi yang tersedia, sudah semuanya terpakai.


"Wah penuh nih, gimana?" ucap Ahsan.


"Ya udah cari warung di luar aja?" tanya Ruben.


"Boleh..." jawab ku.


Kami bertiga lalu langsung pergi ke kedai yang waktu itu pernah kami kunjungi. Kedai dimana tempat pertama kali aku berkenalan dengan Celine.


***


Sesampainya di kedai tersebut, kami langsung memesan minuman terlebih dahulu. Beruntung saat kami baru sampai sekarang ini, masih ada beberapa kursi dan meja yang masih kosong. Kami pun lalu langsung menduduki kursi yang masih kosong itu sehabis selesai memesan minumannya.


"Gimana Lang UTS mu?" Ruben membuka perbincangan.


"Maksud mu?" tanya ku.


"Maksud ku bagaimana prediksi mu dengan hasil UTS mu itu..." jawab Ruben.


"Ohhh... Yah sepertinya secara keseluruhan aku cukup puas. Meskipun aku masih merasa ada satu, atau dua mata pelajaran yang aku rasa akan mendapat nilai di bawah KKM," jawab ku.


"Wah begitu yah," jawab Ruben.


"Tapi tak terasa yah sudah satu Minggu," ucap Ahsan.


"Tentu saja kau gak terlalu merasa, kau kan gak belajar dan tidak memikirkan apa-apa tentang UTS," timpal Ruben.


"Haaa? Bukannya kalimat itu juga cocok buat mu?" timpal balik Ahsan.


***


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2