Sampai Bertemu Malam Ini

Sampai Bertemu Malam Ini
Chapter 213 : Hana Sakit


__ADS_3

"Iya lalu si Alex menambah lagi tawarannya pada Ruben yang mana selanjutnya tawarannya itu sampai di angka 300 ribu. Melihat uang sebayak itu mungkin Ruben sudah tidak bisa lagi menahannya dan pada akhirnya ia pun menerima tawaran dari Alex tersebut," ucap ku.


"Wah sepertinya si Alex benar-benar orang kaya yah. Dia memberikan uang sebesar itu dengan begitu mudahnya," timpal Celine.


"Bukan hanya sampai di situ, pada saat jam istirahat, si Alex menyuruh Ruben untuk membelikannya makanan di kantin. Kamu tau berapa uang yang dikeluarkan oleh Alex? 200 ribu langsung hanya untuk sekali beli makanan. Lalu ia berkata bahwa kembalian uang itu buat Ruben saja," ucap ku.


"Wow," timpal Celine dengan terkejut.


"Bahkan di istirahat kedua pun begitu. Ia menyuruh Ruben untuk kembali membelikannya makanan dengan uang 200 ribu dan sisanya biar untuk Ruben. Kejadian seperti terus berulang hingga hari ke tiga," ucap ku.


"Eh hari ketiga? Lalu dihari keempat, apa yang terjadi?" tanya Celine lagi.


"Untuk suatu alasan, Ruben menolak untuk membelikan makanan Alex lagi. Aku juga masih kurang terlalu mengerti kenapa dia menolaknya," jawab ku.


"Oh begitu yah... Terkadang Ruben memang melakukan hal tidak bisa kita pahami yah hehehe," ucap Celine.


"Ya, begitulah," jawab ku. "Oiya ngomong-ngomong besok kamu kelas dua mau lanjutin jurusan apa?" lanjut ku.


"Mmm sepertinya aku akan memilih jurusan IPA deh, kamu sendiri?" tanya Celine.


"Kalau aku kemaren diskusi sama Ahsan dan Ruben itu memutuskan untuk ambil jurusan Bahasa," jawab ku.


"Eh Bahasa? Emang ada?" tanya Celine agak terkejut.


"Iya ada, tapi dengan syarat paling tidak kita harua mengumpulkan 25 orang yang berminat Bahasa agar kelasnya dibuka. Kalau syarat itu tidak terpenuhi, maka kelas bahasa pun tidak akan dibuka," jawab ku.


"Oh begitu ya... Lalu semisal kelas Bahasa tidak jadi dibuka, kamu mau milih jurusan apa?" tanya Celine lagi.


"Mungkin aku akan lebih memilih IPS deh," jawab ku.


"Oiya Lang, ngomong-ngomong kamu udah punya pacar belum?" tanya Celine tiba-tiba yang mana langsung membuat ku terkejut.


"Eh kenapa tiba-tiba tanya seperti itu?" timpal ku.


"Engga, aku takut kalau semisal kamu sudah punya pacar nanti dikiranya aku merebut mu atau semacamnya kalau kita sedang mengobrol berdua seperti ini. Aku tidak ingin hubungan mu rusak hanya gara-gara kita mengobrol seperti ini loh hehehe," jawab Cindy.

__ADS_1


"Belum, belum kok. Aku tidak punya hal semacam itu. Bahkan membayangkannya saja masih mustahil bagi ku. Lagi pula mana mungkin ada orang yang mau menyukai ku atau semacamnya," ucap ku.


"Heee kenapa kamu berbicara seperti itu? Kalau semisal ada yang menyukai mu bagaimana?" tanya Celine.


"Entah lah aku juga tidak terlalu mengerti hal-hal yang seperti itu," jawab ku.


"Hihihihi jawabannya memang kamu banget," jawab Celine yang mana lagi-lagi mengatakan hal seperti itu lagi.


***


Setelah cukup lama mengobrol, aku pun lalu pamit karena sudah hampir jam setengah 8. Aku harus kembali ke rumah untuk menjaga Hana karena ibu sebentar lagi sudah harus membuka tokonya.


"Kalau begitu, aku duluan dulu yah Lin... Sampai jumpa lagi..." ucap ku.


"Oh iya Lang, hati-hati di jalan... Salam juga buat ibu dan Hana ya..." timpal Celine.


"Oh iyaaa, beress..." aku lalu langsung pergi meninggalkan Celine dan mini market tersebut.


***


Setibanya di rumah, aku langsung mencuci tangan dan kaki sekalian ganti baju. Setelah itu, aku lalu langsung menuju ke ruang kamar milik Hana.


"Apa sebaiknya ibu tidak usah buka toko yah hari ini? Biar ibu bisa merawat Hana seharian," ucap ibu.


"Eh ga usah bu. Aku saja. Ibu bisa buka tokonya. Biar aku saja yang merawat Hana sampai nanti sore. Lagi pula hari ini kan hari libur," ucap ku.


"Kami beneran gak papa? Nanti kalo kamu mau main gimana?" tanya ibu lagi.


"Engga, engga kok bu. Aku pasti bisa," jawab ku yakin.


"Ya udah deh kalau begitu, nanti kalau ada apa-apa langsung panggil ibu saja ya Lang," ucap ibu.


"Iya Bu. Oiya tadi ibu dapat salam," ucap ku.


"Salam? Dari siapa?" tanya ibu penasaran.

__ADS_1


"Dari Celine bu. Tadi pas mau istirahat di minimarket setelah lari pagi, aku ketemu sama Celine di sana. Kami pun setelah itu ngobrol lumayan lama. Saat mau pulang, Celine titip salam buat ibu sama Hana," ucap ku.


"Hmmm Celine yah... Yang waktu itu kamu juga pergi berdua dengannya kan? Hmmm anak ibu sudah besar yah..." ucap ibu agak menggoda.


"Haaa? Maksud ibu apaan sih? Aku sama sekali tidak mengerti," timpal ku.


"Hihihihi saran ibu sih cuma jangan sampai kamu menyakiti hati seorang wanita," ucap ibu yang mana langsung pergi meninggalkan kamar milik Hana ini.


"Eh kakak, sudah pulang," ucap Hana dengan suara yang begitu serak.


"Eh sudah bangun... Wah pasti gara-gara obrolan kakak sama ibu yang terlalu keras sehingga membuat mu terbangun yah? Wah maaf yah..." ucap ku yang langsung mendekat menghampiri Hana.


"Engga kok kak. Hana emang udah waktunya bangun hehehe," jawab Hana sambil mencoba tetap tersenyum.


"Sudah waktunya terbangun? Apa-apaan itu, hahaha. Oiya tadi kamu dapat salam loh," ucap ku.


"Wah salam dari siapa kak?" tanya Hana.


"Dari kak Celine," jawab ku.


"Wah begitu yah... Besok kalau kakak ketemu lagi, sampaikan salam balik ku yah," ucap Hana.


"Hehehe kalau begitu nanti biar kakak kirimi kak Celine sebuah pesan WA saja," jawab ku.


***


Sekitar pukul 10 pagi, kini Hana terlihat sudah kembali tertidur. Sementara itu aku, sambil menjaga Hana sambil membaca buku. Buku yang sedang aku baca ini adalah novel fantasi berjudul "Kesatria Bulan" yang mana saat ini aku sudah membaca di bagian-bagian terakhirnya.


Di saat aku sedang membaca, tiba-tiba saja ada suara bel dari depan rumah. Aku penasaran kira-kira siapa yah datang.


Aku pun lalu langsung menutup dan meletakkan buku novel yang sedang aku baca itu di atas meja. Setelah itu, aku langsung menuju ke ruang depan untuk membukakan pintu dan mengetahui siapa sebenarnya yang datang saat ini.


Ketika aku membuka pintunya, tenyata yang datang adalah Celine. Aku bahkan sampai tidak menduganya kalau yang datang itu Celine.


"Eh Celine? Silahkan masuk," ucap ku yang lalu mempersilahkan Celine untuk masuk dan duduk di ruang tamu. Terlihat Celine membawa sebuah bingkisan di tangan kanan nya. Apakah maksud Celine datang ke sini adalah untuk menjenguk Hana? Entahlah.

__ADS_1


***


Bersambung


__ADS_2