
Setelah Gol penyeimbang yang Tomi cetak tadi, kini permainan kembali lebih seru. Kedua tim sudah mulai habis-habisan dalam melakukan serangan maupun bertahan. Mereka terlihat memberikan semua yang mereka punya untuk pertandingan ini. Mereka seperti tidak ingin menyesal di kemudian hari.
Waktu masih terus berjalan dan babak kedua kini masih menyisakan 7 menit lagi. Calvin terlihat sudah melambaikan tangan tanda sudah minta diganti. Aku yang melihatnya pun langsung bersiap di pinggir lapangan untuk melakukan pergantian pemain.
Sekarang ini, kaki ku rasanya sudah lebih baik lagi. Tenaga ku pun sudah cukup terisi kembali. Kini giliran ku yang akan memberikan semua yang aku punya untuk pertandingan penentuan juara 3 ini.
"Kita lihat, kapten dari kelas 10-7 terlihat memasuki lapangan kembali untuk menggantikan salah satu pemain yang sudah terlihat kehabisan tenaga itu," ucap komentator 1.
"Yap benar sekali bung. Apakah kembalinya sang kapten akan membawa kemenangan bagi tim nya, ataukah malah sebaliknya. Mari kita saksikan bersama-sama," timpal komentator 2.
"Tapi kali ini bola telah kembali bergulir di atas lapangan pertandingan. Para pemain dari kelas 10-7 kini terlihat tengah membangun sebuah serangan. Kita lihat, sang kapten yang baru kembali masuk itu membawa bola dengan tenang. Ia terlihat masih mencari rekan-rekannya yang mempunyai banyak ruang kosong," ucap komentator 1.
"Wohoooo tapi sebuah tackle yang sangat akurat dan bersih dari salah seorang pemain 12 IPS 4 berhasil merebut bola dari kaki sang kapten. Bola pun kini berpindah kepemilikan," timpal komentator 2.
"Yap bola yang kini berada di bawah penguasaan para pemain 12 IPS 4 itu pun langsung digiring kembali ke arah gawang 10-7. Sebuah serangan balik cepat ini apakah akan menghasilkan sebuah gol?" ucap komentator 1.
"Jebrettttt. Sebuah tembakan keras dilayangkan oleh saudara Reza tapi sayang bola masih terbang tipis di atas mistar gawang 10-7. Skor pun masih sama kuat 1-1," ucap komentator 2.
"Hampir saja 12 IPS 4 berhasil memimpin. Beruntung tembakan Reza tadi masih belum menemui sasaran," ucap komentator 1.
"Ayo fokus-fokus," teriak Aji.
__ADS_1
Kini Ruben kembali menendang bola dari garis gawangnya menuju Renaldi. Renaldi dengan tenang lalu membawa bola tersebut ke arah tengah lapangan.
Beruntung sekali tembakan kak Reza masih terlalu tinggi. Kalau tadi tendangannya menjadi gol, aku pasti akan sangat merasa bersalah karena hal itu bermula dari kesalahan ku yang kehilangan bola ketika kami sedang menyerang tadi.
Setiap pemain dari 12 IPS 4 kini membayang-bayangi setiap pemain dari tim kami. Tidak ada orang yang tidak dibayang-bayangi. Bola pun masih tertahan di lapangan tengah yang tengah dikuasai oleh Renaldi itu.
Renaldi pun kini mencoba untuk melewati pemain yang sedang menghadangnya itu. Sementara pemain yang lain masih terus bergerak untuk mencari ruang kosong, akan tetapi kemana pun kami pergi, para pemain musuh yang lain terus membayang-bayangi kami.
Jebrettttt. Renaldi tiba-tiba langsung melakukan tendangan langsung ke gawang. Sayang, tendangannya masih tipis berada di samping kiri gawang.
"Nice Di, tinggal dikit lagi itu," ucap Aji.
Kami pun lalu kembali ke posisi bertahan lagi. Kami harus bermain dengan disiplin kali ini jika tidak ingin kecolongan gol di menit-menit akhir pertandingan.
Kedua kaki milik ku ini rasanya sudah seperti mati rasa. Rasa lelah yang tadi sempat menghilang, kini datang lagi. Aku bahkan sudah tidak bisa menendang bola dengan keras lagi sekarang.
Tomi kini terlihat sudah bersiap-siap untuk melakukan tendangan bebas yang ia ambil sendiri itu. Di depannya kini telah berjajar 2 orang membentuk pagar betis.
Tomi terlihat begitu fokus saat ini. Sementara aku dan Aji sedang berdiri di dekat mulut gawang untuk menyambut bola apabila terjadi kemelut di muka gawang.
Pritttt. Wasit kini telah meniup peluit miliknya. Itu tandanya Tomi sudah diperkenankan untuk mengambil tendangan bebas tersebut.
__ADS_1
"Ya kita lihat, saudara Tomi terlihat sudah mundur untuk ancang-ancang... Dan... Ya... Tendangan yang amat keraaaaassss.... Dan Gollllllll. Wow wow wow wow, lagi-lagi saudara Tomi mencetak gol yang sangat indah. Apakah saat ini sudah lahir penyerang kelas atas lagi di sekolah ini? Yang jelas tadi itu tendangan yang sangat luar biasa. Skor pun kini berubah menjadi 2-1 untuk keunggulan 10-7," teriak komentator 1 menyambut gol tendangan bebas dadi Tomi barusan itu.
"Tendangan yang sangat keras, tendangan yang amat terarah, tendangan yang amat terukur. Benar-benar pemain yang sangat menjanjikan di masa depan," timpal komentator 2.
Tomi yang mencetak gol itu tadi langsung berlari menuju anak-anak kelas 10-7 yang sedang menonton di pinggir lapangan dan merayakan gol tersebut bersama mereka. Kami para pemain yang masih berada di dalam lapangan pun langsung mengikutinya untuk ikut merayakan gol yang sangat indah tersebut.
Ini juga pertama kalinya aku melihat Tomi merayakan golnya dengan begitu heboh. Biasanya, ketika ia mencetak gol, ia tidak bereaksi apa-apa. Ia langsung kembali ke posnya untuk bersiap kembali melanjutkan permainan. Namun, kali ini berbeda. Ia terlihat begitu emosional. Ia terlihat begitu terbawa suasana euforia kemeriahan festival.
Kami para pemain pun lalu saling berpelukan satu sama lain di saat yang bersamaan. Kami pun begitu larut dalam perayaan gol Tomi yang terasa sebagai gol penentu kemenangan tersebut. Karena saking larutnya, kami sampai hampir lupa bahwa pertandingan belumlah berakhir. Masih ada beberapa saat lagi hingga waktu benar-benar habis.
Wasit pun sampai-sampai memperingatkan kami untuk segera kembali ke posisi untuk melanjutkan pertandingan. Kami pun lalu langsung kembali ke posisi kami untuk kembali melanjutkan permainan.
Prittt. Pertandingan pun kembali dilanjutkan. Kini pemain dari kelas 12 IPS 4 langsung melakukan tendangan keras dari arah tengah lapangan sesaat setelah mereka memulai kembali permainan seperti yang kak Taufik lakukan di pertandingan semifinal tadi.
Tendangan yang keras itu pun langsung mengarah ke arah Ruben. Beruntung, Ruben dapat menghalau tendangan keras tersebut sehingga gawang kami masih aman. Bola hasil tepisan Ruben lalu bergulir meninggalkan lapangan pertandingan. 12 IPS 4 pun mendapatkan tendangan sudut.
Tendangan sudut kali ini mungkin akan menjadi kesempatan terakhir untuk mereka menyamakan kedudukan. Sebaliknya, ini adalah pertahanan terakhir kami sebelum pertandingan ini berakhir dan kami akan resmi memperoleh juara tiga.
Kini langkah kaki ku sudah terasa semakin berat. Aku pun sudah tidak memiliki tenaga lagi untuk berduel satu lawan satu dengan lawan. Saat ini, aku hanya berdiri di garis gawang untuk berjaga-jaga apa bila bola tiba-tiba langsung mengarah ke sudut ini.
***
__ADS_1
Bersambung