
"Ya kita lihat tendangan sudut sudah diambil dan bola langsung menuju ke kotak penalti 10-7. Yaaaa. Bola masih memantul, tendangan ke dua, bola masih mengenai salah satu pemain 10-7. Tendanggg lagiiiii... Wow beruntung masih ada pemain yang berdiri tepat di mulut gawang sehingga bola tidak jadi masuk. Dan akhirnya wasit telah meniup peluit panjang tanda pertandingan telah berakhir," ucap komentator 1.
"Ya benar sekali bung. Dengan hasil ini berarti kita telah mendapat pemenang juara ketiga yaitu kelas sepuluhhhhhh tuuuujuhhhh... Saya ucapkan selamat pada para pemain dan tentu saja pada para pendukung yang dengan setia dan selalu semangat memberikan dukungan yang tiada henti-hentinya pada para pemain yang sedang bertanding," timpal komentator 2.
Akhirnya pertandingan telah berakhir. Kami pun kini tengah merayakan kemenangan yang amat terasa berat. Penuh perjuangan dan keringat. Beruntung sekali kemelut yang terjadi setelah sepak pojok tadi tidak sampai berbuah gol.
Kami saat ini pun sedang saling berpelukan. Para anak-anak 10-7 pun kini masuk ke lapangan untuk ikut merayakan kemenangan yang amat membahagiakan ini. Ini adalah persembahan pertama untuk kelas 10-7.
Sorak Sorai tentu tak ketinggalan menghiasi perayaan ini. Kami berpelukan, menari, melompat, tertawa, menangis, semuanya jadi satu. Akhirnya kami melakukannya. Akhirnya kami bisa mempersembahkan sesuatu pada kelas kami.
"Keren Lang, kerennn... Tadi kalau tidak ada kau di garis gawang, pasti sekarang sudah imbang dan pertandingan harus diteruskan melalui adu penalti. Sekali lagi kerennn," ucap Calvin.
"Tidak, tidak. Tadi itu aku hanya kebetulan saja berdiri di situ. Pemain yang paling perlu diberikan pujian tentu saja Tomi. Dia selalu mencetak gol yang sangat penting," jawab ku.
"Ya pada dasarnya semuanya telah bermain bagus. Sekarang mari kita rayakan kemenangan ini," ucap Calvin dengan senyum lebar di wajahnya.
Setelah puas merayakan kemenangan, kami semua pun memutuskan untuk kembali ke kelas. Wajah penuh kebahagian dengan jelas terpancar dari semua anggota kelas yang berada di area lapangan tadi. Semuanya seperti tenggelam ke dalam suka cita menjadi juara.
"Aku sejujurnya masih tidak percaya kalau kita telah berhasil menjadi juara 3," ucap Fahmi.
"Apa maksud mu itu ha? Kau masih meragukan kami?" timpal Ruben.
"Bukan, bukan seperti itu maksud ku. Maksud ku... Gimana ya, aku juga sulit untuk menjelaskannya," ucap Fahmi.
"Sudah-sudah, Ruben mana mungkin mengerti Mi. Lebih baik kau simpan tenaga mu saja untuk hal berguna lainnya, dari pada meladeni Ruben yang pasti nanti tidak akan ada habisnya," timpal Ahsan.
"Haaa apa maksud mu?" balas Ruben.
"Hahahaha lagi-lagi sudah mau dimulai yah?" ucap Aji sambil tertawa.
Sesampainya di kelas, kami langsung duduk di kursi kami masing-masing. Sepertinya akan ada semacam diskusi lagi setelah ini. Ayu pun kini sudah berada di depan kelas untuk segera memulai diskusinya.
***
"Oi Lang mau nonton pertandingan final futsal gak?" tanya Aji.
"Oiya, sudah hampir mulai yah?" jawab ku.
__ADS_1
"Iya, masih sekitar 15 menit lagi. Karena ini partai puncak, pasti penontonnya akan lebih banyak lagi. Lebih baik kita ke sana sekarang supaya bisa dapat tempat yang bagus buat nontonnya," ucap Aji lagi.
"Oh begitu ya. Ya sudah ayo kita ke sana," ucap ku yang kini bangkit dari tempat duduk ku dan langsung menghampiri Aji.
"Ahsan sama Ruben mana?" tanya Aji.
"Oh mere ya. Kalau tidak salah tadi mereka berdua langsung pergi sesaat setelah diskusinya selesai. Mereka sebenarnya mengajak ku, tapi aku menolaknya karena masih merasa cape," jawab.
"Kalau begitu, kita pergi duluan saja," ajak Aji.
"Oke," jawab ku.
Aku, Aji, dan juga Renaldi kini langsung menuju ke lapangan futsal untuk mencari tempat yang enak untuk menonton pertandingan puncak nanti. Di tengah perjalanan, kami bertemu dengan Tomi, Calvin, dan Fahmi yang mana lalu langsung ikut kami untuk memperoleh tempat terlebih dahulu.
"Ruben dan Ahsan tidak sedang bersama kalian?" tanya Aji.
"Enggak nih. Aku kira malah lagi sama kalian. Galang tuh yang biasanya sama mereka," ucap Calvin.
"Aku juga gak tau dimana mereka sekarang," jawab ku.
Sesampainya di area lapangan futsal, kami semua agak terkejut. Ternyata, Ruben dan Ahsan sudah dengan santainya duduk di pinggir lapangan.
"Iya, mereka malah sudah berada di sini. Sepertinya kita mengkhawatirkan orang-orang yang sebenarnya tak perlu dikhawatirkan," ucap Calvin. Kami semua pun lalu langsung menghampiri mereka.
"Oi kalian, dari mana aja," ucap Ruben saat kami baru saja sampai di sisi mereka.
"Aku kira kalian masih belum di sini," ucap Aji.
"Hahaha kau kira aku ini siapa? Ya sudah jangan banyak bicara, cepat duduk. Nanti keburu diduduki sama orang lain loh," ucap Ruben.
"Kalian berdua sudah lama di sini?" tanya Aji yang kini sudah duduk di dekat mereka.
"Tentu saja sudah. Sesaat setelah diskusi tadi berakhir, kami berdua langsung datang ke sini," ucap Ruben.
"Widih... Semangat sekali kalian," jawab Aji.
"Ngomong-ngomong, kalian dukung siapa nih di final? Kak Jo atau kak Taufik?" tanya Calvin.
__ADS_1
"Mmmm susah sih... Mereka terlihat sama kuatnya," ucap Ruben dengan raut wajah yang serius dan alisnya sedikit mengkerut.
"Apa-apaan kau ini? Kau terlihat seperti seorang yang sangat ahli di dunia perfutsalan ini. Bukannya kau itu tak mengerti apa pun? Banyak gaya sekali kau ini," ketua Ahsan yang terlihat memakan kuaci itu.
"Haaa? Apa maksud mu? Tentu saja aku mengerti..." bela Ruben.
"Hahaha lagi-lagi sudah mau mulai yah? Hahaha," Aji mulai tertawa.
"Kalau menurut ku, mungkin kak Taufik dan teman-temannya lah yang akan memenangkan partai final ini," ucap Fahmi.
"Wah aku juga sependapat sama Fahmi. Aku juga berpikir kalau kak Taufik yang akan menang," jawab Ruben.
"Kalau begitu, aku yakin yang akan memenangkan pertandingan nanti adalah kak Jo. Aku sangat yakin itu," ucap Ahsan.
"Hahaha kalian memang selalu berlawanan argumen yah," timpal Fahmi.
"Lalu menurut ku sih... Mmmm kayaknya imbang deh. Mungkin nanti pertandingannya akan sampai babak adu penalti," ucap Aji.
"Kalau menurut ku yang akan menang sih kak Taufik," ujar Calvin.
"Kalau menurut mu Tom, siapa yang akan menang," tanya Fahmi lagi.
"Menurut ku... Yang menang kak Jo," ucap Tomi.
"Kalau kau Di? Siapa menurut mu yang akan menang?" tanya Aji.
"Entahlah. Aku masih belum bisa berpendapat," jawab Renaldi datar.
"Hahaha begitu yah... Kalau kau Lang, siapa menurut mu?" tanya Aji lagi.
"Menurut ku kak Jo sih... Entah kenapa, aku lebih yakin kalau kak Jo yang akan menang," jawab ku.
"Wah berarti prediksinya imbang nih 3-3," ucap Aji lagi.
"Aku jadi gak sabar nih buat nonton pertandingannya," timpal Calvin.
***
__ADS_1
Bersambung