Sampai Bertemu Malam Ini

Sampai Bertemu Malam Ini
Chapter 191 : Lari Pagi


__ADS_3

Cindi hanya tersenyum dan mengangkat kedua bahunya tanda tak mempunyai jawaban. Tak terasa kini kami sudah sampai di depan toko buku milik nenek Cindy.


"Makasih ya Lang udah nemenin aku pulang," ucap Cindy.


"Oh iya... Salam buat nenek Maria ya Cin. Sampai jumpa lagi," ucap ku yang lalu langsung berbalik dan perlahan meninggalkan lokasi itu.


***


Sabtu pagi, 13 Oktober, sekitar pukul setengah 7, aku dan Hana sedang lari pagi mengelilingi area rumah ku radius 1 km. Kami mulai lari pagi sejak pukul setengah 7 tadi. Saat ini, aku dan Hana sudah sama-sama terlihat lelah dan penuh dengan keringat. Kami pun saat sudah tidak dalam kondisi berlari lagi, melainkan berjalan.


"Capek banget kak, berhenti dulu sebentar," ucap Hana yang kini malah berhenti dan langsung duduk di bawah pohon di pinggir jalan.


"Oh iya," jawab ku yang lalu ikut berhenti dan duduk di samping Hana.


Pagi ini adalah pagi yang cerah, oleh karena itulah tadi pagi kita berdua memutuskan untuk lari pagi. Sebenarnya kami juga mengajak ibu, akan tetapi ibu masih harus siap-siap untuk toko bunganya.


"Sambil istirahat sambil cari makan yuk kak?" pinta Hana.


"Makan? Bukannya tadi sebelum kita lari pagi udah sarapan?" jawab ku.


"Iya udah tapi kan karena capek, jadi laper lagi," ucap Hana.


"Hmmm. Ya udah deh kita cari makan lagi. Ngomong-ngomong mau makan apa nih?" tanya ku.


"Apa yah? Yang kira-kira jam segini udah buka apaan yah?" tanya Hana balik.


"Kakak juga kurang tau deh. Mending kita sambil jalan aja," ucap ku.


"Oke deh... Tapi pelan-pelan aja ya kak. Hana beneran capek banget," ucap Hana yang nafasnya masih sedikit tersengal itu.


"Iyaaa," jawab ku.


Kami berdua lalu mulai berjalan perlahan sambil mencari tempat makan yang sudah buka.


***


Akhirnya setelah berjalan beberapa saat, kami menemukan sebuah warung sate ayam khas Madura yang sudah buka. Kami berdua pun lalu langsung menuju ke warung sate tersebut.


Saat kami pertama kali melihatnya tadi, warung sate itu tampak sudah begitu ramai. Meskipun masih pagi, akan tetapi seperti tidak ada habisnya pelanggan yang datang. Dari yang aku lihat, kebanyakan pembeli memilih untuk membawanya pulang dari pada memakannya di sini. Mungkin mereka membeli sate ini untuk makan anggota keluarganya yang lain yang masih berada di rumah.


Sesampainya di warung, ternyata lebih ramai dari pada yang kelihatan. Kami pun cukup kesusahan hanya untuk memesan makanannya. Setelah cukup lama mengantre, akhirnya kami sudah bisa memesan dan saat ini kami sedang duduk di kursi pelanggan sambil menunggu pesanan kami datang.


"Lihat tuh kak posternya," Hana menunjuk sebuah poster yang bertuliskan "Buka Sejak 1980".


"Wah berarti sudah lama juga yah warung sate ini. Hahaha berarti warung ini lebih tua dari pada kamu ya," ucap ku.

__ADS_1


"Dari kakak jugaaa," timpal Hana.


"Hehehe o iya yah..." jawab ku.


***


Akhirnya, pesanan kami pun datang. Wangi harum khas bumbu sate, saos kacang, di kombinasikan dengan lontong membuat selera makan kami langsung memuncak. Kami pun tanpa banyak basa-basi langsung menyantap makanan yang sudah siap berada di atas meja kami.


"Mmmmmm enakkkkk," ucap Hana setelah mencicipi satu potong sate yang penuh dengan saos kacang tersebut.


"Itu saosnya nempel di pipi tuh hehehe," ucap ku sambil menunjuk pipi Hana yang sudah terkena saos kacang tersebut.


"Eh lihat tuh kak ada orang aneh," ucap Hana tiba-tiba sambil menunjuk ke salah satu meja di warung tersebut.


"Aneh? Mana?" ucap ku sambil menoleh ke arah meja yang sedang ditunjuk oleh Hana.


"Ituuu, masa ada orang makan sambil ngomong terus ke kamera," ucap Hana.


"Ihhhh itu... Orang itu bukannya orang aneh Hana. Mungkin dia itu lagi nge-vlog soal makanan. Mungkin dia Instagramer atau youtuber, mungkin juga dia lagi buat konten," ucap ku.


"Haaa apaan tuh kak?" tanya Hana dengan raut wajah yang sama sekali menunjukkan ketidaktahuan.


"Itu loh... Orang yang bikin-bikin video seputar kehidupan sehari-harinya. Mulai dari jalan-jalan, belanja, makan, olahraga, dan lain-lain. Terus hasil rekaman tersebut nanti mereka upload deh ke YouTube atau Instagram," ucap ku.


"Ya sudah lanjut makan lagi," ucap ku.


"Okee kakk," jawab Hana.


***


Setelah selesai makan, kami pun langsung kembali menuju ke rumah. Sepertinya tidak mungkin untuk meneruskan acara lari pagi kami setelah makan seperti ini.


"Kak, ngomong-ngomong soal yang tadi, memangnya mereka nanti bisa dapat uang yah?" tanya Hana sesaat setelah meninggalkan warung sate tadi.


"Maksud mu orang yang makan sambil rekaman tadi?" tanya ku.


Hana mengangguk.


"Ya, mereka nanti bisa dapat uang. Bahkan kalau yang menonton mereka banyak, mereka bisa dapat uang yang banyak banget loh," jelas ku.


"Wah beneran kak?" tanya Hana seakan tidak percaya.


"Iya beneran. Kenapa? Kamu mau jadi seperti orang itu juga? Kamu tertarik?" tanya ku.


"Mmm engga sih hehehe," Hana lalu tersenyum.

__ADS_1


Kondisi jalanan saat ini sudah mulai ramai. Tidak se-sepi saat kami mulai berangkat lari pagi tadi.


"Oiya kalau kakak ngomong-ngomong sudah memutuskan belum besok kalau sudah besar mau jadi apa?" Hana tiba-tiba melontarkan pertanyaan yang mengagetkan ku.


"Eh? Kenapa tiba-tiba tanya seperti itu?" tanya ku.


"Gak papa, Hana cuma pingin tau aja hehe," timpal balik Hana sambil tersenyum.


"Mmm kakak juga sebenarnya belum tahu mau jadi apa. Mungkin lebih tepatnya kakak belum memutuskannya," jawab ku.


"Hihihi jawaban yang kakak banget deh," ucap Hana.


"Jawaban yang kakak banget? Maksudnya?" ucap ku.


"Ya pokoknya gitu deh hehehe," Hana lalu hanya tersenyum.


***


Sesampainya di rumah, kami berdua lalu langsung mandi secara bergantian. Setelah selesai mandi, aku lalu langsung kembali ke kamar ku.


Aku lalu mengecek ponsel yang yang mana terakhir aku cek adalah saat akan berangkat lari pagi tadi. Saat aku cek, ternyata ada sebuah pesan masuk dari Ruben.


"Lang, nanti siang main yuk?" tulis Ruben lewat pesan yang ia kirim lewat WA tersebut.


"Main kemana?" balas ku.


"Ke rumah Ahsan. Ngomong-ngomong kau belum pernah ke sana kan?" balas Ruben dengan cepat.


"Iya sih belum. Ke sana jam berapa?" tanya ku lagi.


"Mungkin sekitaran jam 1 gimana?" tanya Ruben.


"Oke. Nanti aku datang ke rumah mu sekitaran jam segitu," balas ku lagi.


"Jangan lupa bawa sepeda yah," tulis Ruben lagi.


"Oke," balas ku singkat.


***


Saat ini, waktu sudah menunjukkan pukul 9. Saat ini aku sedang berada di toko bunga milik ibu. Setelah ganti pakaian tadi, aku dan Hana langsung menuju ke toko bunga untuk membantu ibu.


***


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2