Sampai Bertemu Malam Ini

Sampai Bertemu Malam Ini
Chapter 6 : Angket Ekstrakulikuler


__ADS_3

Sudah sekitar 4 hari setelah aku menjadi anak SMA. Tak banyak yang terjadi setelah masa orientasi sekolah berakhir. Aku masih saja kaku saat di kelas. Aku selalu saja menyendiri di kursiku setiap jam istirahat. Aku hanya mengamati suasana kelas yang kian hari makin akrab.


Kursi yang sejak pertama kosong hingga kini juga masih tetap kosong. Ternyata, memang jumlah siswa di kelas ini hanya 24 dari maksimal 25 siswa. Jadi, tak heran jika pasti sisa satu kursi yang kosong.


Aku baru mengetahui masalah kursi kosong itu yang ternyata memang siswa di kelas kami hanya 24. Sering terjadi padaku bahwa apa yang aku pikirkan itu sering meleset. Mungkin aku hanya terlalu memikirkannya.


Walaupun masih belum memiliki teman aku sudah cukup banyak menghapal wajah dan nama teman-teman kelasku.


Ayu si ketua kelas. Aji si wakil ketua kelas. Agatha si bendahara. Wita si Sekretaris. Risa si penyanyi yang mewakilkan kelas kami waktu pentas seni. Erni yang sempat menyapaku waktu di minimarket. Ahsan, siswa yang kursinya berada di belakang kursiku. Ema, siswi yang duduk tepat di depan tempat dudukku. Itulah orang di kelasku yang aku hapal nama dan wajahnya. Jika salah satu dari mereka mengajakku berbicara, paling tidak aku sudah tahu nama mereka.


Sepertinya aku telah membuat kemajuan yang luar biasa. Biasanya waktu di SMP dulu, aku hanya mengingat 5 nama dan wajah teman satu kelasku setelah satu tahun ajaran. Sisanya, aku hanya samar-samar mengingat wajah dan nama mereka. Terdengar aneh memang, tapi memang begitulah aku waktu SMP.


***


Hari ini adalah hari terkahir di minggu pertama aku masuk sekolah. Ya, hari ini adalah hari Jumat. Di sekolahku kami hanya melakukan pembelajaran selama lima hari setiap minggunya. Jadi, kami (siswa) punya banyak waktu luang di akhir pekan. Rencananya di hari Sabtu nanti, aku beserta ibu dan adikku akan mengunjungi rumah kakek-nenek di bagian ujung kota ini.


"Aku berangkat dulu bu," ucapku sambil meninggalkan rumah.


"Iya Lang...Hati-hati," balas ibuku.


Kali ini aku berangkat sekolah sendirian. Adikku yang biasanya berangkat bersamaku tadi pagi berangkat bersama temannya. Rasanya agak sepi jika berangkat sekolah sendirian seperti ini.


***

__ADS_1


Lima menit lagi hingga bel masuk berbunyi. Sepertinya semua siswa sudah berangkat semua, hanya tinggal menunggu bel masuk.


"Pengumuman-pengumuman, untuk setiap ketua kelas dari kelas 10 sampai 12, diharap untuk segera berkumpul di depan ruang guru. Terima kasih," tiba-tiba suara pengumuman terdengar dari speaker yang terpasang di pojok depan ruang kelas.


Setelah pengumuman selesai, ketua kelas kami langsung menuju ke tempat yang di sebutkan di pengumuman tadi. Aku pun melihat dari jendela, ketua kelas dari kelas lain juga sudah mulai bergegas.


Suasana kelas yang tadi agak tenang, kini berubah menjadi agak riuh. Mereka bertanya-tanya apakah tujuan dari dikumpulkannya para ketua kelas? Mereka pun saling bertukar opini dengan teman percakapan mereka masing-masing. Lagi-lagi aku hanya mengamati dari kejauhan.


Setalah beberapa menit berlalu, akhirnya para ketua kelas yang tadi di panggil sudah terlihat kembali. Begitupun dengan ketua kelas kami yaitu Ayu. Ia masuk ke kelas dengan membawa cukup banyak kertas. Aku belum tahu isi dari kertas-kertas itu.


"Mohon perhatiannya sebentar teman-teman, ini ada pengumuman," ucap Ayu dengan nada suara yang tegas dari depan kelas. Suasana kelas yang tadi cukup riuh, kini seketika langsung hening.


"Jadi, ada dua berita. Yang pertama yaitu bahwa hari ini kita tidak ada jam pelajaran alias pulang awal dikarenakan guru-guru ada rapat. Yang ke du---," belum sempat Ayu menyelesaikan berita yang kedua, suasana kelas kembali berubah menjadi riuh bahkan lebih riuh dari sebelumnya.


"Tenang dulu teman-teman...," Ayu kembali mencoba untuk menenangkan suasa kelas agar menjadi kondusif kembali. Suasana yang riuh pun berangsur-angsur menjadi kondusif.


"Berita yang kedua yaitu Ini ada angket ekstrakulikuler untuk kalian. Silahkan diisi ekstrakulikuler apa yang kalian minati. Waktu pengumpulan satu minggu. Jadi, kalian harus sudah memutuskan untuk ikut ekstrakulikuler apa sebelum hari Jumat minggu depan. Untuk daftar ekstrakulikuler yang tersedia, sudah ada di angket ini. Kalian tinggal mengisinya saja. Sampai sini apakah sudah paham?" lanjut Ayu.


"Sudah," siswa-siswa kompak menjawab.


"Baiklah kalau sudah paham. Untuk wakil dan sekretaris bisa membatu saya untuk membagikan ini kepada teman-teman?" ucap Ayu lagi.


Setelah itu angket pun dibagikan. Ketika aku menerima angket itu, aku belum punya pikiran apapun tentang ekstrakulikuler apa yang harus aku ikuti. Setidaknya aku masih punya waktu sekitar satu minggu, jadi aku bisa menyimpan angket ini dulu sebelum memutuskan mau ikut ekstrakulikuler apa.

__ADS_1


Setelah memasukkan angket itu ke dalam tas, aku langsung bangkit dari tempat dudukku dan bergegas meninggalkan kelas. Karena hari ini pulang awal, rasanya aku ingin berjalan-jalan keliling sekitar sini sebentar.


Aku pun mulai berjalan meninggalkan pintu gerbang sekolah. Tujuan pertamaku mungkin aku akan mengunjungi komplek ruko yang terletak tidak jauh di sebelah selatan sekolahku, mungkin hanya sekitar 100 meter.


Setelah sampai di komplek ruko tersebut, aku melihat bermacam-macam toko. Ada yang menyediakan alat tulis, toko baju, toko sepatu, toko tas, ada juga yang membuka warung makanan, dan masih ada banyak sekali yang lainnya.


Pandanganku seketika tertuju pada ruko paling ujung yang membuka warung bakso. Sepertinya aku sudah lama tidak makan bakso. Aku jadi ingin makan bakso, lagipula aku juga memang lumayan suka bakso.


Aku pun langsung menuju warung bakso tersebut, lalu memesan. Kemudian, aku langsung duduk di salah satu meja yang masih kosong.


Setelah duduk sambil menunggu pesanan ku datang, aku membuka kembali angket ekstrakulikuler yang tadi dibagikan. Aku melihat daftar ekstrakulikuler yang tertulis di situ. Aku pun mulai berpikir extrakulikuler apa yang cocok denganku.


Di SMPku dulu, siswa diizinkan untuk tidak mengikuti ekstrakulikuler. Jadi waktu SMP, aku pun tidak mengikuti satu pun ekstrakulikuler.


Aku menatap angket itu dalam-dalam. Semakin dalam aku menatap, justru semakin kosong pikiranku. Aku benar-benar tidak punya ide untuk bergabung ke ekstrakulikuler mana.


Akhirnya pesanan ku tiba. Aku memesan bakso dan es teh. Aku lebih suka es teh dari pada es jeruk, karena itulah aku pesan es teh.


Aku memasukkan cukup banyak cuka pada mangkok baksoku. Aku memang suka rasa bakso yang agak asam. Lalu, aku menuangkan satu sendok kecil sambal dan kecap secukupnya. Jujur saja, aku tidak terlalu suka makanan yang terlalu pedas.


Setelah itu, aku mulai mengaduk bakso yang sudah dicampur cuka, sambal, dan kecap itu perlahan-lahan hingga merata. Lalu, aku mulai menyantapnya. Rasa Lezat dan agak panas dari kuah dan baksonya, membuatku untuk sementara melupakan masalah angket ekstrakulikuler itu. Aku pun menyantap semangkok bakso itu dengan lahap.


***

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2