Sampai Bertemu Malam Ini

Sampai Bertemu Malam Ini
Chapter 70 : Muka Merah


__ADS_3

"Tadi Hana ada di depan ku sebelum aku berbalik menghadap mu, akan tetapi ketika aku berbalik lagi, aku sudah tidak melihat Hana lagi," ucap ku sambil terus mencari sekeliling.


"Wah terus gimana dong? Apa langsung kita lapor ke petugas aja dulu?" usul Sofia.


"Sebentar dulu, aku akan mencarinya sebentar," aku mencoba untuk tetap tenang meskipun sebenarnya aku sudah sangat panik.


Aku pun lalu berjalan berkeliling kolam itu sambil mengamati kerumunan orang yang sedang berada di kolam tersebut. Panjang kolam sekitar 20 meter dan lebarnya 10 meter, jadi aku harus mencari Hana dengan teliti. Sementara itu Sofia bergerak ke arah yang berlawan dengan ku.


Saat sedang mencari Sofia, aku tidak meneriakkan namanya, karena jika aku melakukannya aku pasti akan langsung menjadi perhatian orang-orang. Aku pasti akan merasa tidak nyaman jika itu benar-benar terjadi.


Aku dan Sofia pun akhirnya bertemu di salah satu sisi kolam setelah sama-sama berkeliling.


"Gimana Lang, kamu udah melihat Hana?" tanya Sofia.


"Belum, nih. Ini baru pertama kalinya ia menghilang dari hadapan ku seperti ini," ucap ku.


"Apa memang sebaiknya kita lapor petugas aja Lang? Aku khawatir Sofia kenapa-kenapa," ucap Sofia yang terlihat lebih panik dari pada ku.


"Tunggu sebentar lagi. Aku yakin Hana baik-baik saja saat ini. Jika terjadi apa-apa padanya pasti Hana akan langsung berteriak dan pasti orang-orang di sini tidak akan masih setenang ini," ucap ku sambil mencoba menenangkan Sofia.


"Jadi...?" tanya Sofia lagi.


"Jadi mungkin saat ini Hana hanya sedang mengerjai ku dengan bersembunyi dari hadapan ku," jawab ku.


"Ehh begitu ya? Bagaiman kamu bisa tahu?" tanya Sofia.


"Ya memang pada awalnya aku juga merasa khawatir saat tidak melihatnya. Namun, selama aku mencarinya lewat berkeliling kolam tadi, aku jadi kepikiran kalau Hana sebenarnya hanya ingin mengerjai ku saja. Seperti yang aku sudah bilang tadi kan, kalau semisal beneran terjadi apa-apa pada Hana, pasti kerumunan orang di tengah kolam akan langsung heboh dan tidak setenang seperti sekarang ini," ucap ku.


"Tapi, apa alasan Hana melakukan hal semacam itu?" tanya Sofia penasaran.

__ADS_1


"Mungkin tadi Hana melihat saat aku tidak sedang memperhatikannya, lalu kamu datang. Mungkin, di saat itulah Hana terpikirkan untuk menjahili dan membuat ku panik," jelas ku.


"Jadi, apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanya Sofia lagi.


"Mungkin kita harus berpura-pura tetap mencarinya seolah-olah bahwa dia beneran menghilang," ucap ku lagi.


Aku dan Sofia pun lalu melanjutkan pencarian kota terhadap Hana. Kali ini, kami berpura-pura sedang mencarinya karena menurut analisis ku tadi, Hana saat ini hanya sedang bersembunyi dan sedang sedikit mengerjai ku dan Sofia.


Setelah beberapa saat berkeliling kolam, akhirnya aku pun berhasil menemukan keberadaan Hana. Hana ternyata bersembunyi dengan cara menyelam untuk beberapa saat dan bersembunyi di balik bayangan pengunjung lain. Hana terlihat sangat tajam saat memperhatikan ku. Untuk saat ini, aku masih berpura-pura belum melihatnya dan juga masih berpura-pura seolah-olah masih mencarinya.


Beberapa saat kemudian, aku lalu masuk kembali ke dalam kolam dan berdiam diri di tepian. Di saat aku sedang memejamkan mata ku, tiba-tiba saja Hana datang dan langsung berteriak.


"Dooooorrr," teriak Hana mencoba untuk mengagetkan ku.


Aku sebenarnya sudah bisa memprediksi akan hal ini, untuk itu, aku pun berpura-pura terkejut supaya Hana merasa senang.


"Hahahaha kakak bingung ya habis nyariin aku?" tanya Hana setelah ia mengagetkan ku tadi.


"Hehehehe Hana bosen dari tadi gak bisa berenang karena terlalu sesak, jadi Hana muncul ide buat ngerjain kakak sebentar hehe," Hana tertawa dengan senang.


"Eh Hana sudah ketemu?" ucap Sofia yang masih berpura-pura sedang mencarinya. Ia dari tadi masih saja berkeliling untuk berpura-pura mencari Hana.


"Eh kak...?" Hana terlihat sedang mengingat-ingat nama Sofia.


"Kak Sofia, masa kamu lupa sih?" ucap ku mencoba mengingatkan Hana lagi.


"Oh iya, kak Sofia hehehe. Maaf ya kak, Hana lupa nama kakak hehehehe. Soalnya kan Hana baru sekali bertemu kakak," ucap Hana lagi.


"Iya-iya, gak papa kok. Ga usah minta maaf segala," ucap Sofia sambil tersenyum.

__ADS_1


"Kak Sofia datang ke sini sama siapa?" tanya Hana dengan polos.


"Kakak dateng sendirian hehehe," jawab Sofia.


"Eh sendirian? Kenapa kak? Kan gak asik kalau datang ke sini sendirian..." ucap Hana lagi.


"Iya memang sih gak asik kalau sendirian, tapi mau bagaimana lagi, tadi tidak ada yang bisa menemani kakak ke sini. Untuk kakak tadi melihat kakak mu, jadi kakak langsung nyamperin kak Galang deh biar ada temennya," jelas Sofia yang masih memasang senyuman.


"Tapi mungkin kamu agak kecewa ya dengan kondisi kolam renang yang sangat ramai begini? Kamu jadi tidak bisa berenang. Padahal kan kamu sudah pingin banget berenang sejak beberapa Minggu kemaren," ucap ku pada Sofia.


"Tidak juga kok, aku justru senang pergi ke kolam renang hari ini. Aku jadi bisa jadi bertemu dengan mu hehehe," Sofia tersenyum dengan hangat setelah selesai mengucapkan kalimat tadi. Aku tidak terlalu mengerti apa maksud dari kalimatnya itu, hanya saja aku merasa sangat senang Sofia berkata seperti itu pada ku.


"Kamu kenapa Lang? Kok muka mu jadi merah begitu? Kamu kedinginan?" tanya Sofia.


"Eh gak papa kok Sof, aku gak papa," ucap ku yang tak sadar bahwa muka ku berubah menjadi merah tanpa aku sadari.


"Eh kakak kenapa mukanya jadi merah?" kini Hana yang balik bertanya.


"Eh emangnya muka kakak semerah itu kah? Sampai-sampai kalian begitu memperhatikannya?" tanya ku.


Setelah itu, Hana dan Sofia melanjutkan kegiatan mereka di dalam kolam renang, sementara aku kembali naik ke permukaan dan duduk di kursi yang tak jauh dari kolam itu. Entah kenapa aku jadi merasa agak malu karena muka ku berubah menjadi merah begini.


Aku pun lalu mengambil handuk untuk sedikit mengeringkan anggota badan ku. Entah kenapa, berada di permukaan lebih dingin dari pada berada di dalam air saat badan basah begini.


Setelah kering, aku pun mulai menyandarkan punggungku pada tembok yang berada tepat di belakang kursi panjang yang sedang aku duduki ini. Aku pun mulai membayangkan kalimat yang Sofia katakan tadi barusan yang membuat ku sangat senang, sampai-sampai membuat wajah ku menjadi merah.


Berselang beberapa saat, tiba-tiba saja karyawan kolam yang tadi di awal menghampiri ku, kini datang menghampiri ku lagi. Kalau tadi ia bertanya soal dompet yang hilang, kira-kira sekarang apa yang akan ia tanyakan? Entahlah.


***

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2