Sampai Bertemu Malam Ini

Sampai Bertemu Malam Ini
Chapter 161 : Siang Hari Di Toko Bunga


__ADS_3

*******


KITA SAMA-SAMA BERPISAH, TAPI KENAPA CUMA AKU YANG PATAH ?


*******


Sabtu 29 September, seperti biasa aku terbangun di saat pagi. Kali ini, aku bangun sekitar pukul setengah 5 pagi. Saat aku baru saja terbangun itu, aku langsung disambut oleh suara rintikan gerimis yang jatuh di atas genteng.


Bunyi gemercik air yang lembut itu, entah mengapa membuat mata ku sangat berat untuk terbuka. Bahkan tanpa sadar, tangan ku justru menarik selimut dalam-dalam. Pada akhirnya, aku pun tertidur kembali.


Tok tok tok. Tok tok tok. Suara ketukan pintu yang mana kembali membangunkan ku.


"Galang... Ayo bangun... Sarapan dulu..." ucap ibu dari balik pintu kamar ku.


"Oh iya bu... Sebentar lagi aku turun..." jawab ku dengan nada khas orang bangun tidur. Setelah cukup sadar, aku pun langsung turun ke bawah untuk cuci muka sekaligus menyantap menu sarapan pagi ini.


"Wah kakak bangunnya kesiangan nihh... Hmmmm..." sindir Hana yang sudah berada di meja makan.


"Kakak sebenarnya tadi pagi-pagi sekali sudah bangun, tapi karena saat itu turun gerimis, kakak jadi kembali tidur. Saat bangun lagi, ternyata udah jam 7 hehehe," jawab ku yang kini ikut duduk di meja makan.


"Berarti tetap aja dihitungnya bangunnya kesiangan wleeeeee..." ucap Hana sambil menjulurkan lidahnya ke bawah tanda seperti orang yang sedang mengejek.


"Iya-iya deh..." ucap ku sambil mengolesi roti yang baru saja aku ambil dengan selai kacang.


"Oiya kakak hari ini ada acara gak?" tanya Hana.


"Engga, emang kenapa? Tapi kayaknya nanti kakak mau belajar aja deh di rumah. Soalnya besok Senin kakak ada UTS," jawab ku.


"Oh gitu yah... Niatnya tadi Hana mau ajak kakak buat ikut ke toko. Tapi ya sudahlah. Lain kali aja," ucap Hana dengan raut muka sedikit kecewa.


"Jangan cemberut begitu dong... Nanti kamu diledekin sama ayam loh... Kamu mau diledekin sama ayam? Tapi tenang aja... Nanti kakak kalau udah cukup belajarnya pasti pergi ke toko," timpal ku.


"Wah beneran kak?" balas Hana antusias.

__ADS_1


"Iya dong beneran," balas ku.


"Wah asikkkk," ucap Hana kegirangan.


"Ayo-ayo, sarapannya dimakan dulu. Gak baik loh makan sambil ngobrol begitu..." tiba-tiba ibu menegur kami agar supaya cepat menghabiskan makanan kami.


"Iyaaa bu... Siappp," jawab Hana antusias.


Setelah selesai sarapan, seperti biasa Hana dan ibu langsung menuju ke toko bunga. Sementara itu, aku yang akan membereskan piring kotor.


"Kami berangkat dulu ya kak... Inget lohhh nanti dateng... Jangan sampai engga loh ya... Dahhh," ucap Hana yang lalu langsung pergi menuju ibu yang mana sudah berada di depan.


***


Sabtu siang sekitar pukul 10.30. Aku kini telah selesai membaca materi yang telah aku targetkan sebelumnya. Aku pun saat ini tengah bersiap-siap untuk langsung menuju ke toko bunga seperti yang sudah aku janjikan sebelumnya kepada Hana.


Entah kenapa saat aku baru memandang ke arah luar rumah sana, tiba-tiba saja aku terbayang bahwa Ruben dan Ahsan sedang berdiri di depan rumah ku sambil saling terus berdebat. Aku tidak tahu kenapa tiba-tiba bisa terbayang seperti itu. Lagi-lagi aku memikirkan hal yang unik.


Saat aku sudah berada di depan toko, aku melihat Hana sedang dengan serius memperhatikan ibu melayani seorang pelanggan. Ibu terlihat seperti sedang menjelaskan karakteristik suatu bunga pada seorang pelanggan yang sepertinya merupakan pelanggan baru.


"Wah kakak jadi datang ke sini," ucap Hana agak lirih.


"Iya dong. Kakak kan udah janji hehehe,". jawab ku.


"Kakak udah selese belajarnya?" tanya Hana lagi.


"Bukan selesai, tapi lebih tepatnya sedang beristirahat hehehe. Ini nanti rencananya setelah makan siang kakak mau belajar lagi," jawab ku.


"Owhhh begitu ya... Sepertinya jadi anak SMA sulit yah... Harus baca banyak buku gitu," ucap Hana.


"Hahaha enggak sulit kok. Nanti kamu juga bakal ngerasain jadi anak SMA," ucap ku.


"Kira-kira kalau Hana sudah SMA nanti, Hana bakal ketemu temen yang lucu kayak kak Ahsan sama kak Ruben enggak yah? Hana juga pingin ketemu temen yang cantik kaya kak Sofia, anggun seperti kak Cindy, dan keren seperti kak Galang hehehe," ucap Hana.

__ADS_1


"Apa kakak gak salah denger tuh? Masa kakak dibilang keren sih? Hahaha," ucap ku yang sedikit agak terkejut.


Saat aku sedang berbincang dengan Hana, tiba-tiba saja ada seorang pelanggan perempuan yang sangat cantik baru saja datang ke toko bunga. Dari penampilannya, ia sepertinya masih anak SMA. Ia lalu terlihat langsung melihat-lihat bunga dan sesekali menciumi aromanya.


"Wah lihat tuh kak ada kak Dea," ucap Hana.


"Hah kak Dea? Kamu kenal?" tanya ku yang sangat terkejut mendengar kata kak Dea itu.


"Iya kak Dea. Dia juga satu sekolah sama kakak loh... Kakak emang gak pernah lihat kak Dea di sekolah?" tanya Hana.


"Mmm sepertinya belum. Kakak kan lebih sering menghabiskan waktu di kelas waktu di sekolahan, tapi kakak baru-baru ini sepertinya pernah mendengar namanya," ucap ku.


"Wuhhh pantesan... Oiya kak Dea itu sepertinya sekarang kelas 11, jadi wajar juga kalau kakak jarang melihat kak Dea. Kak Dea cantik banget ya kak. Lihat tuh rambutnya, panjang dan indah banget..." ucap Hana yang terlihat sangat kagum melihat kecantikan kak Dea itu.


Di saat kami sedang membicarakannya, tiba-tiba saja kak Dea melihat ke arah sini. Entah dia tahu atau tidak kalau sedang dibicarakan, ia lalu terlihat berjalan ke arah sini.


"Hai Hana," ucap kak Dea dengan nada yang ceria sesaat setelah sampai di hadapan kami berdua.


"Hai juga kak Dea... Wah kakak seperti biasanya yah... Terlihat cantik hehehe," ucap Hana.


"Kamu bisa aja, kakak jadi malu tau hehehe," jawab kak Dea.


"Oiya kak, kenalin... Ini kakak aku, namanya kak Galang. Dia satu sekolahan loh sama kakak," ucap Hana.


"Ohh ini kakak kamu ternyata... Iya kakak sebenarnya juga sudah pernah lihat pas festival sekolah kemaren. Kakak mu keren banget loh hehehe. Oiya hampir lupa. Dea..." ucap kak Dea sambil menjulurkan tangannya mengajak untuk berjabat tangan berkenalan dengan ku.


"Galang," ucap ku sambil menyambut uluran tangannya tadi itu.


"Wah syukurlah kalau kak Dea udah tahu hehehe. Hari ini kakak mau beli bunga apa kak?" tanya Hana lagi.


"Kakak lagi cari bunga buat di tanem hehehe. Ada rekomendasi gak?" tanya kak Dea.


***

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2