Sampai Bertemu Malam Ini

Sampai Bertemu Malam Ini
Chapter 197 : Sampai Di Rumah Kakek


__ADS_3

"Hahaha kau adalah orang yang kesekian mengatakan hal itu pada ku. Memangnya aku ini terlihat begitu seperti anak kecil yah sehingga orang-orang sering mengira kalau kau ini masih SMA?" tanyanya.


"Menurut ku kau itu bukannya seperti anak kecil, namun memang wajah mu itu yang masih terlihat seperti masih seumuran anak SMA," jawab ku.


"Oh begitu ya. Aku senang mendengar jawaban mu itu. Oiya ngomong-ngomong nama mu siapa? Nama ku Gilang," ucapnya sambil menjulurkan tangan kanannya itu pada ku.


"Eh Gilang??? Nama ku Galang... Pftttt hahahaha," kami berdua lalu terlihat tertawa mengetahui nama kami hampir sama. Hanya berbeda huruf a dan i saja.


Setelah itu, aku dan kak Gilang berbincang tentang banyak hal. Hal menarik selain dari pada nama kami yang hampir mirip adalah ternyata kami juga mempunyai hobi dan kesukaan yang hampir sama. Seperti membaca buku, suka berjalan kaki, lebih suka malam, dan lain-lain.


***


Tanpa terasa, kini aku sudah sampai di halte dimana aku harus berhenti. Hujan pun terlihat sudah reda di luar sana.


"Aku duluan yah," ucap ku pada kak Gilang yang sepertinya masih cukup jauh lagi untuk sampai di tempat tujuannya.


"Oh iya, salam buat kakek-nenek mu Lang," jawabnya.


"Oke," jawab ku yang lalu langsung turun dari dalam bus.


Setelah turun, aku tidak langsung bergegas menuju ke rumah kakek, melainkan menunggu bus yang barusan aku tumpangi itu berjalan terlebih dahulu. Setelah bus pergi, aku pun langsung mulai berjalan kaki menuju ke rumah kakek yang jaraknya mungkin sekitar 2 km dari sini. Jarak yang cukup jauh jika ditempuh dengan berjalan kaki.


Karena habis hujan, di sekitar kanan-kiri jalan masih terlihat cukup banyak genangan yang masih belum mengering. Seperti biasa, suasana di sekitar sini selalu terasa sejuk. Mungkin karena masih begitu banyak pepohonan besar yang masih tumbuh dengan leluasa di sekitar daerah ini.


Hujan memang sudah reda, akan tetapi langit masihlah bewarna kelabu. Masih ada kemungkinan kalau nanti akan kembali turun hujan.


Aku berjalan dengan perlahan sambil melihat kanan dan kiri ku yang masih begitu asri. Pohon-pohon besar masihlah menjulang dengan kokoh. Angin semilir yang berhembus pun terkadang menerpa ku yang sedang sendirian ini.


***

__ADS_1


Akhirnya, aku saat ini telah sampai tepat di depan rumah kakek. Aku pun lalu langsung mengetuk pintu rumah kakek.


Namun, setelah beberapa kali mengetuk-ngetuj pintu rumah kakek, kakek dan nenek masihlah belum kunjung keluar. Aku pun kini mulai bertanya-tanya apakah kakek dan nenek sedang berada di rumah atau mungkin sedang pergi?


Aku lalu langsung berjalan menuju ke pintu bagian belakang yang di dekat dapur. Aku lalu kembali mengetuk-ngetuk pintu. Namun tetap tidak ada jawaban.


Setelah beberapa menit mengetuk-ngetuk dan tak ada jawaban. Aku berasumsi bahwa saat ini kakek dan nenek sedang tidak ada di rumah. Yah lagi pula aku memang belum mengabari mereka jika aku akan datang, jadi bukan salah mereka jika saat ini mereka tidak ada di rumah.


Karena tidak ada hal lain yang bisa aku lakukan sekarang, aku pun lalu kembali ke bagian depan rumah dan menunggu di teras yang mana di situ terdapat kursi yang cukup panjang yang mana mungkin aku bisa merebahkan badan ku di sana. Lagi pula aku juga merasa sedikit pegal setelah melakukan perjalanan menggunakan bus tadi.


***


"Galang... Galang..." panggil suara yang tidak asing lagi sambil menggoyang-goyangkan tubuh bagian atas ku. Aku lalu perlahan membuka kedua mata ku. Betapa terkejutnya aku saat aku membuka mata ku dan langsung menemukan bahwa kakek dan nenek lah yang barusan memanggil nama ku. Ya ampun, ternyata aku ketiduran di kursi panjang yang ada di teras depan rumah kakek dan nenek ini.


"Eh kakek, nenek," ucap ku yang langsung bangkit dari posisi tidur ku itu dan langsung menyalami mereka berdua.


"Wah Galang kok gak bilang kalau mau ke sini? Nenek sama kakek kan jadinya pergi tadi... Waduh udah lama yah di sini? Sampe ketiduran begitu..." ucap nenek.


"Sekarang ini jam 11," ucap nenek.


"Oh berarti belum terlalu lama aku tidurnya hehehe. Sebenarnya aku itu sengaja enggak ngabarin kakek sama nenek supaya bikin sedikit kejutan buat kakek sama nenek, tapi malah sekarang malah aku sendiri yang terkejut hehehe," jelas ku sambil tersenyum.


Kakek tersenyum mendengar perkataan ku barusan, "Kamu ini memang mirip sekali dengan ibu mu waktu masih seusia mu. Ya sudah sini masuk dulu." Kami pun lalu masuk ke dalam rumah dan duduk di ruang tamu.


Setelah itu, nenek terlihat langsung menuju ke dapur. Sepertinya ia akan membuat kan minum terlebih dahulu.


"Gimana kabar ibu mu dan Hana di rumah, sehat?" tanya kakek yang saat ini sedang duduk berhadap-hadapan dengan ku.


"Sehat kek. Kakek sendiri bagaimana? Sehat-sehat saja bukan?" tanya ku.

__ADS_1


"Ya kakek masih sehat-sehat saja hahahaha. Oiya kenapa kau tidak datang bersama Hana dan ibu mu sekalian? Kau tidak mengajak mereka berdua ya?" tanya kakek dengan suara khasnya.


"Aku sebenarnya sudah mengajak Hana, tapi katanya dia ada kelompok jadi gak bisa ikut. Sebenarnya dia bilang tadi sih pingin ikut. Kalau ibu sih masih sibuk sama tokonya," jawab ku.


"Oh begitu yah..." timpal kakek.


Tak lama berselang, nenek kembali muncul di ruang tamu. Kali ini nenek datang bersamaan dengan teh hangat yang baru saja ia buat.


"Gimana kabar ibu dan adik mu?" tanya nenek yang mana sama persis seperti apa yang kakek tanyakan tadi pertama.


"Baik nek, baik. Nenek sendiri bagaimana? Baik-baik saja kan?" tanya ku.


"Syukurlah kalau mereka berdua baik-baik saja. Ya nenek baik-baik saja sih tapi akhir-akhir jadi sering batuk-batuk," jawab nenek.


"Waduh... Sudah minum obat belum nek?" tanya ku.


"Sudah... Tapi sepertinya ini bukanlah flu atau semacamnya melainkan mungkin memang sudah penyakit di usia tua," jawab nenek.


"Ya begitulah Lang kalau sudah tua. Pasti aja ada masalahnya. Ayo diminum dulu," ucap kakek mempersilahkan ku untuk meminum tehnya.


"Oiya, ngomong-ngomong kakek sama nenek tadi habis dari mana?" tanya ku.


"Oh itu... Kakek sama nenek habis kondangan. Salah satu cucu teman kakek ada yang menikah... Jadi kakek diundang deh hehehe," jawab kakek.


"Oh... begitu..." timpal ku.


"Tadi di jalan hujan gak Lang?" tanya nenek lagi.


"Hujan sih nek, tapi untung kan tadi aku naik bus jadi gak terlalu berasa. Untung juga pas sampe halte depan situ, hujannya udah reda," ucap ku.

__ADS_1


***


Bersambumg


__ADS_2