
"Tumben kamu berangkat sendirian Lang, gak bareng sama Ruben dan Ahsan?" tanya Aji yang sudah dari tadi sampai.
"Oh mereka katanya ada urusan dulu, jadi aku berangkat sendiri hari ini," jawab ku.
"Oh begitu, ngomong-ngomong yang lain belum pada datang yah," lanjut Aji lagi.
"Iya nih, tadi aku di parkiran juga tidak melihat siapa-siapa. Mungkin mereka bakal Dateng pas mepet waktu nanti," ucap ku.
"Haha iya yah, mungkin saja," Aji sedikit tertawa.
Di saat aku dan Aji berbincang-bincang, Renaldi terlihat fokus dan sesekali meregangkan otot-ototnya sambil pemanasan. Ia sudah terlihat lengkap mengenakan sepatu, pelindung betis, dan kaos kaki.
10 menit menjelang jam 4 sore, sudah ada sekitar 5 anak yang sudah datang dari kelas kami, yaitu aku, Aji, Renaldi, Agung, dan Tomi. Agung dan Tomi tadi terlihat datang bersamaan. Tak lama berselang, giliran Ihsan yang kini datang seorang diri.
Beberapa saat berselang, kini Fajar, Calvin, dan Fahmi terlihat datang secara bersamaan. Berarti tinggal tersisa tiga orang lagi yang belum datang yaitu Ahsan, Ruben, dan Risal.
Sekitar lima menit lagi hingga pertandingan di mulai, tetapi Ruben, Ahsan, dan Risal belum juga datang. Di saat aku sedang menantikan kedatangan mereka, tiba-tiba saja Tora lewat di hadapan ku.
"Wah ternyata lawannya kelas mu ya Lang?" ucap Tora yang baru datang itu.
"Iya Tor. Kok baru datang sih?" tanya ku.
"Hahaha biasa macet," jawab Tora.
"Oh gitu," balas ku singkat.
"Yasudah aku ke sana dulu yah, mau siap-siap juga," ucap Tora sambil menunjuk-nunjuk kerumunan 10-9.
__ADS_1
"Oh iya," balas ku.
Lalu Tora pun langsung bergegas menuju anak-anak 10-9. Dari anak-anak kelas 10-9 yang sedang berkumpul itu, aku sudah tahu beberapa orang diantara mereka. Tentu saja karena banyak anak kelas 10-9 yang ikut latihan mandiri bersama ku di hari Rabu kemaren.
Akhirnya waktu menunjukkan pukul 16.00. Kami semua pun mulai memasuki lapangan. Hingga saat ini Ruben, Ahsan, dan Risal masih belum juga menampakkan diri mereka. Mungkinkah mereka tidak akan datang hari ini? Entahlah.
Lalu kami 10-7 pun mulai berdiskusi untuk menentukan siapa 5 anak yang akan bermain terlebih dahulu. Setelah beberapa saat berdiskusi kami pun sepakat bahwa yang akan bermain dulu adalah Aji, Renaldi, Fahmi, Agung, dan Tomi.
Yang mengisi posisi kiper adalah Fahmi. Aji menjadi pemain depan, dan Renaldi mengisi pos di belakang. Sementara Agung dan Tomi menyesuaikan.
Aku memutuskan untuk tidak main terlebih dahulu karena aku lihat Tora juga belum bermain. Sejujurnya, aku ingin sekali bermain bersamanya walaupun berbeda tim. Dulu waktu SMP, Tora sangat sering mengajakku bermain futsal, akan tetapi aku selalu menolaknya lagi dan lagi. Paling tidak sekarang aku dan Tora bisa bermain dalam satu lapangan yang sama, meskipun di dalam tim yang berbeda.
***
Sekitar pukul 16.10 akhirnya Ruben dan Ahsan menampakkan diri mereka. Mereka terlihat datang dengan berlarian. Mereka pun langsung memakai perlengkapan bermain futsal lalu langsung segera masuk ke lapangan.
"Iya sori kami telat. Ini semua gara-gara si Ruben bodoh," ucap Ahsan.
"Haaa? Kenapa gara-gara aku?" ucap Ruben tak terima disalahkan.
"Hahaha kalian selalu saja terlihat akur yah," ucap Ihsan.
"Siapa juga yang akur," jawab Ahsan dan Ruben bersamaan.
"Hahaha tuh kan," ucap Ihsan sambil tertawa.
Tak lama berselang, kami pun melakukan pergantian pemain. Kali ini giliran Aku, Ihsan, Fajar, Ahsan, dan Calvin yang akan bermain. Skor saat ini masih imbang 3-3. Kami pun lalu mulai memasuki lapangan.
__ADS_1
"Wah akhirnya aku bisa melihat mu main futsal ya Lang hahaha," ucap Tora sambil sedikit tersenyum.
"Aku juga senang akhirnya bisa bermain bersama mu Tor, meskipun kita beda tim," balas ku.
Pertandingan pun kini kembali dilanjutkan. Bola kini sedang dalam penguasaan kelas 10-9. Walaupun Tora kurang suka olahraga, akan tetapi ia terlihat cukup jago juga dalam bermain futsal. Aku pun kini langsung menjaganya supaya tidak bergerak dengan terlalu bebas.
Pertandingan kali ini cukup berimbang. Kami saling bertukar serangan dan gol. Skor pun hampir selalu seimbang. Kedua tim silih berganti mencetak gol.
***
Akhirnya kita sampai pada 10 menit terakhir. Kali ini yang akan bermain adalah Aku, Aji, Ahsan, Renaldi, dan Ruben. Sementara dari kelas 10-9 yang akan bermain di pertandingan kali ini adalah Robi, Adit, Rizky, Ari, dan Ilham. Hampir semuanya adalah anak yang ikut ekstrakulikuler Sepak Bola, kecuali Ilham. Ilham pun sepertinya akan bermain sebagai posisi kiper seperti yang telah ia lakukan dari pertandingan-pertandingan tadi.
Seperti biasa, Renaldi selalu saja terlihat serius. Ia kini terlihat sangat siap untuk pertandingan terakhir ini. Skor saat ini adalah 11-9 untuk keunggulan 10-9. Seperti biasa Aji akan bermain di depan, Ahsan dan Ruben akan bermain di belakang, sementara aku akan bermain sedikit di tengah.
Peluit tandan dilanjutkannya pertandingan pun berbunyi. Bola dimulai dari sisi kami. Kami mencoba untuk membuka ruang pertahanan mereka dengan cara memainkan operan dari kaki ke kaki sambil terus menerus melakukan pergerakan.
Namun, tak semudah yang dibayangkan. Kelas 10-9 terus melakukan pressing ke setiap pemain yang sedang menguasai bola. Selain itu, mereka juga menjaga pemain yang sedang tidak menguasai bola dengan cukup ketat. Hasilnya, kami pun sangat sulit untuk masuk ke area pertahanan kelas 10-9.
Setelah beberapa saat, akhirnya kami bisa mencetak satu gol untuk memperkecil ketertinggalan menjadi 11-10. Berawal dari serangan 10-9 yang berhasil di potong oleh Renaldi dan kemudian dilanjutkan menjadi serangan balik yang amat cepat. Renaldi langsung mengumpan panjang ke arah Aji. Aji pun berhasil mengontrol bola dan berhasil melewati satu pemain bertahan 10-9 sebelum melesatkan tembakan yang cukup keras ke arah pojok kiri atas gawang yang dijaga Ilham itu.
Pertandingan pun kembali dilanjutkan. Kini, tempo pertandingan berjalan begitu cepat. Bola sangat cepat sekali bergerak dari sisi satu ke sisi yang lain. Rasa letih pun kini semakin terasa, akan tetapi kedua tim tetap terlihat sangat bersemangat agar dapat memenangkan pertandingan ini.
Kini Aji terlihat sering melakukan tendangan dari jarak yang cukup jauh. Mungkin dengan stamina yang semakin terkuras, ia merasa kesulitan untuk masuk ke dalam pertahanan 10-9 yang kini di isi oleh 3 pemain bertahan.
Di saat pertandingan terlihat akan berakhir untuk kemenangan 10-9, Renaldi berhasil mencetak gol lewat sundulannya yang menghujam deras masuk ke gawan 10-9. Berawal dari sepak pojok, aku mengumpan dengan bola yang agak cepat dan agak tinggi. Bola yang terbang di sekitar Renaldi pun langsung di sundul ya dan akhirnya berbuah gol untuk kami. Skor pun menjadi imbang 11-11 hingga peluit akhir berbunyi.
***
__ADS_1
Berbunyi