Sampai Bertemu Malam Ini

Sampai Bertemu Malam Ini
Chapter 165 : Setelah UTS Hari Pertama


__ADS_3

**********************************************


Seberapa jauh pun kita berpisah. Namun, jika kita memang sudah ditakdirkan untuk saling bersama, aku yakin suatu saat kita pasti akan bertemu kembali.


**********************************************


Akhirnya, kini kami tinggal melaksanakan ujian yang ketiga atau yang terakhir untuk hari ini. Raut wajah lelah sudah tergambar dengan jelas di wajah kami, para siswa. Namun, ada pengecualian untuk 2 orang. Siapa lagi kalau bukan Ahsan dan Ruben. Hingga detik ini, raut wajah mereka tampak tak begitu berbeda dari sejak saat tadi pagi. Mereka seakan tidak memiliki beban apa-apa saat ini.


Mata pelajaran yang akan diujikan di jam yang ketiga ini adalah sejarah. Aku sendiri sudah cukup banyak membaca materi dan lalu mengulanginya beberapa kali. Aku pun cukup percaya diri untuk menghadapi UTS sejarah ini. Paling tidak, aku masih yakin aku akan mendapat nilai di atas KKM.


***


Tet tet tet. Bunyi bel berakhirnya UTS jam ketiga ini akhirnya berbunyi. Hal ini sekaligus menandai bahwa UTS hari pertama ini telah usai tepat pukul 13.30.


Kami lalu mulai mengumpulkan lembar jawaban kami satu per satu ke meja pengawas yang terletak di depan kelas. Seperti sebelum-sebelumnya, Ahsan dan Ruben menjadi orang pertama dan kedua yang mengumpulkan lembar jawaban tersebut.


Dengan senyum santai di wajah, mereka terlihat seakan-akan bahwa UTS ini bukan suatu masalah yang harus dihadapi dengan serius. Bahkan dari pengakuan mereka sendiri, mereka mengatakan tidak akan belajar tentang apa pun untuk UTS ini.


***


Setelah itu, aku pun memutuskan untuk langsung pulang ke rumah. Berhubung UTS besok mata pelajarannya cukup sulit yaitu Matematika, Biologi, dan Ekonomi, maka aku pun harus mempersiapkannya degan lebih baik lagi.


Sejujurnya, aku lebih agak menyukai Ekonomi dibandingkan Matematika, dan Biologi. Dan jika harus memilih salah satu dari ketiga mata pelajaran tersebut untuk bisa di atas KKM, aku pasti akan memilih Ekonomi.


"Oi Lang mau ikut ke rumah ku gak?" teriak Ruben dari kejauhan.


"Eh memangnya ada apa di rumah mu?" tanya ku yang merasa heran dan terkejut.

__ADS_1


"Tentu saja kita cuma main PS (PlayStation) saja hahaha," ucap Ruben sambil tertawa.


"Wah tapi kalau saat ini aku kayaknya gak bisa belum bisa deh. Lagi pula kan kita masih suasana UTS. Masih hari pertama lagi. Rasanya seperti ada yang salah dan mengganjal jika aku pergi bermain PS," jawab ku.


"Wah yaudah deh, mau bagaimana lagi," timpal Ruben.


"Memangnya yang akan pergi ke rumah mu siapa aja?" tanya ku.


"Hahaha sudah jelas kan? Pastinya cuma aku sama Ahsan hahaha," Ruben tertawa.


"Kalian beneran udah gak bakalan belajar buat UTS? Kalian beneran gak takut kalau nilai kalian jelek?" tanya ku.


"Hahaha kan sudah aku katakan sebelumnya. Aku sudah menyerahkan hasil UTS ku jauh ke depan. Aku sudah menyerahkannya pada keberuntungan ku hahaha. Lagi pula, nilai kan cuma sebatas angka, tidak lebih dari itu," jawab Ruben.


"Oiiiii," kini giliran Ahsan yang melambaikan tangannya dari kejauhan sambil mengendarai sepedanya.


"Tadi Ruben juga udah mengajak ku, tapi sepertinya untuk saat ini, dan untuk sampai hari Jumat, aku tidak bisa pergi bermain dulu deh. Aku mau persiapan ku buat UTS maksimal," jawab ku.


"Wah begitu yah. Ya sudah mau bagaimana lagi hahaha. Ya sudah ayo Ben," ucap Ahsan yang lalu langsung menggowes sepedanya mendahului Ruben.


"Kalau begitu aku juga duluan yah Lang... Dahhhh," Ruben lalu berlari di belakang Ahsan yang sedang mengendarai sepeda itu.


***


Sesampainya di rumah, aku lalu langsung membuka buku Ekonomi ku dan langsung mulai belajar. Entah kenapa, untuk saat ini aku jadi kepikiran tentang cita-cita ku di masa depan. Untuk sesaat, aku terpikirkan untuk menjadi seorang Ekonom yang pandai menganalisis masalah Ekonomi.


Namun, itu cita-cita ku hanya untuk saat ini. Aku tidak tahu apakah keesokan harinya cita-cita ku akan masih sama? Entahlah. Contohnya saja beberapa waktu lalu cita-cita ku adalah menjadi seorang pemain sepak bola profesional.

__ADS_1


Sambil berlajar, aku sambil mendengarkan lagu-lagu dari Green Day. Entah kenapa setiap kali aku mendengarkan lagu-lagu milik mereka, mood ku akan menjadi lebih baik dan bersemangat lagi dan lagi. Apa lagi, lagu-lagu mereka memiliki beat yang cepat sehingga sangat mudah untuk memancing orang-orang yang mendengarkannya menjadi bersemangat.


***


Malamnya, sebelum tidur. Aku menyempatkan diri untuk bersantai sejenak sambil menikmati suasana heningnya malam di balkon lantai dua.


Setelah hampir seharian belajar, kepala ku saat ini sudah sangat merasa jenuh. Terkadang, di saat-saat seperti ini, aku iri dengan Ruben dan Ahsan yang sama sekali tidak merasa terbebani. Namun, aku sendiri juga tidak tahu apakah yang mereka lakukan itu benar atau tidak. Yang jelas, dari sudut pandang ku, mereka itu terlihat sangat bebas sekali.


Bulan malam ini terlihat begitu terang. Rasanya, ia kali ini terlihat lebih terang dari pada biasanya. Mungkinkan bulan saat ini sedang berbahagia sehingga memancarkan cahaya yang lebih terang lagi? Entahlah, lagi-lagi aku berpikiran tentang hal-hal gila. Lagi pula, bulan juga tidak bisa memancarkan cahayanya sendiri melainkan hanya bisa memantulkan cahaya matahari.


Ngomong-ngoming soal bulan, aku jadi terpikirkan hal gila lainnya, yaitu diantara bulan dan bumi, kira-kira mana yang lebih tua yah? Dan berapa tahun selisihnya? Entahlah.


Secangkir cokelat panas yang sedang aku seruput perlahan-lahan ini, terasa begitu nikmat, apalagi diminum di dinginnya hawa malam ini. Sambil menyeruput, sambil aku memejamkan kedua mata ku. Saat aku memejamkan kedua mata ku itu, entah kenapa aku melihat 3 senyum wanita cantik yang sama-sama sedang tersenyum ke arah ku. Mereka itu adalah Cindy, Celine, dan Sofia. Aku tidak tahu kenapa mereka bertiga tiba-tiba muncul saat aku memejamkan mata ku tadi. Aku sungguh-sungghu tidak paham.


Setelah secangkir cokelat panas ku habis, aku lalu langsung masuk ke dalam rumah dan kembali ke kamar ku. Aku lalu langsung bersiap-siap untuk tidur.


***


Keesokan paginya, saat aku baru saja melihat keluar rumah melalui jendela kamar ku. Aku melihat langit bewarna sangat gelap. Bahkan sesekali juga terdengar suara gemuruh yang cukup menggelegar. Sepertinya, beberapa saat lagi akan turun hujan.


Sebaiknya, mungkin aku lebih baik berangkat lebih awal hari ini supaya saat berangkat nanti, hujan belum keburu turun. Aku pun lalu langsung pergi mandi untuk menyingkat waktu ku. Setelah selesai mandi, aku langsung menyantap menu sarapan ku dengan cepat dan lalu langsung bersiap-siap untuk berangkat sekolah.


Beruntung, saat aku berangkat hingga sampai ke sekolah, hujan belum turun. Aku pun cukup merasa lega akan hal itu.


***


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2