
Setelah selesai makan di warung seblak tersebut, aku dan Hana pun berpisah dengan Sofia. Kami berpisah dengan saling mengucapkan kata "selamat jalan, sampai bertemu nanti". Tak ketinggalan kami juga saling melambaikan tangan kami tanda melepas pertemuan.
Aku dan Hana lalu langsung pulang menuju ke rumah. Karena jarak dari sini ke rumah sudah tidak terlalu jauh, aku pun menggowes sepeda dengan perlahan sambil menikmati perjalanan pulang ini dengan Hana.
Entah kenapa jalan yang aku lalui sekarang ini tidak seramai jalan yang aku lalui tadi siang, mungkin karena jalan ini bukanlah jalan utama, tapi entahlah.
"Kakak habis ini ada acara gak kak?" tiba-tiba Hana bertanya pada ku.
"Ga ada, emang kenapa?" jawab ku.
"Kalau begitu, kita jangan langsung pulang ke rumah kak," ucap nya lagi.
"Emang mau kemana?" tanya ku penasaran.
"Kita mampir aja dulu ke toko bunga. Ibu pasti senang," ucap Hana dengan bersemangat.
"Boleh juga. Kalau begitu ayo kita sekalian berikan hadiah untuk ibu," ucap ku.
"Wahhh ide bagus tuh kak... Tapi hadiah apa ya?" tanya Hana.
"Kamu tau gak makanan kesukaan ibu? Atau benda yang paling ibu sukai?" ucap ku.
"Kalau benda yang paling disukai ibu bukannya bunga yah kak?" jawab Hana polos.
"Iya yah benar juga hahahaha. Kalau begitu benda selain bunga yang ibu paling sukai lagi, ada ga?" tanya ku lagi.
"Mmmmmm," Hana terdengad seperti sedang berpikir.
"Atau kita belikan makanan aja? Kalau makanan, kamu tau gak ibu sukanya apa?" tanya ku.
"Sepertinya ibu suka banget makan sayur-sayuran deh kak. Soalnya kalau Hana berada di toko dan kebetulan diajak ibu untuk makan, ibu sering banget pesen makanannya sayur-sayuran gitu dari pada yang lain," jawab Hana.
Aku tidak menimpali lagi jawaban Hana. Kini, entah dari mana, tiba-tiba aku mempunyai ide yang sepertinya bagus untuk aku kasihkan ke ibu nanti. Mudah-mudahan ibu akan menyukainya.
"Eh kakak kok belok ke sini, emang ini jalan pulang?" tanya Hana heran.
__ADS_1
"Kakak sepertinya punya ide yang bagus tentang hadiahnya," jawab ku.
"Beneran kak? Emang apa yang mau kakak beli?" tanya Hana penasaran.
"Rahasia dong... Nanti kamu juga akan tahu hehehehe," jawab ku sambil sedikit tertawa.
"Dasar pelittttt...," ucap Hana sambil memukul-mukul punggung ku.
Meskipun aku sudah memiliki ide untuk membeli apa, akan tetapi aku masih belum tahu kira-kira di mana aku akan membeli barang tersebut. Apakah aku harus membelinya di toko buku, atau aku harus membelinya di toko khusus elektronik? Aku terus berpikir keras di dalam kepala ku dimana aku harus membeli barang itu.
***
Sudah tiga toko yang aku datangi, akan tetapi barang yang aku cari itu selalu saja tidak ada. Pertama ke sebuah toko alat tulis di pinggir jalan, tidak ada. Yang kedua adalah toko elektronik, juga tidak ada. Yang terakhir adalah toko buku dan alat tulis, juga tidak ada.
Saat ini aku pun masih berada di atas sepeda bersama adik ku berkeliling mencari toko yang menjual barang yang sedang aku cari ini. Hana pun dari tadi tidak tahu barang apa yang sebenarnya aku cari. Aku masih merahasiakannya padanya.
"Kakak sebenernya sedang cari apa sih?" tanya Hana lagi.
"Pokoknya rahasia. Nanti kamu juga tahu hehe," jawab ku sambil sedikit tersenyum.
"Tapi kita udah berkeliling tiga toko lohhh," ucap Hana agak kesal.
"Kalau sampe gak ada juga, kasih tau yah?" ujar adik ku sedikit mengancam.
"Hahaha apa-apaan itu," jawab ku sambil tertawa.
Sekarang ini waktu sudah menunjukkan sekitar pukul 13.50. Cuaca pun sungguh terik. Sepertinya aku memang harus cepat-cepat menemukan barang yang aku cari itu, kalau tidak Hana bisa benar-benar bad mood nanti.
"Oke kakak janji, pasti di toko ke empat kita akan mendapatkannya," ucap ku dengan cukup percaya diri.
Hana tampak tidak menanggapi perkataan ku itu. Ia kini sepertinya sedang asik melihat sebuah lahan yang sedang dibangun gedung, tepat di samping jalan yang sedang kita lewati ini. Alhasil, arus lalu lintas pun agak terhambat.
"Kak itu alat yang besar seperti timbangan itu namanya apa?" tanya Hana.
"Oh itu, kalau gak salah namanya Crane. Emang kenapa?" jawab ku.
__ADS_1
"Kakak pernah liat alat itu dipasang atau berjalan di jalan raya?" tanya Hana lagi.
"Sepertinya belum pernah, memangnya kenapa?" jawab ku.
"Hana penasaran alat sebesar itu masangnya gimana ya? Terus kalau mindahin alatnya berarti jalan rayanya penuh dong?" ucap Hana dengan polos.
"Wah kakak juga kurang paham kalau masalah begitu. Sejujurnya kakak juga penasaran bagaiman cara memasang alat sebesar itu di tengah lahan kota sangat padat ini. Entah dari mana, seperti hanya semalam saja, alat itu pasti tiba-tiba sudah terpasang," jawab ku.
***
Akhirnya aku menemukan sebuah toko yang sepertinya menjual barang yang sedang aku cari. Nama toko nya adalah toko "Abadi" yang mana di bawahnya tertulis "menjual berbagai peralatan sekolah dan kantor". Selain menjual peralatan sekolah dan kantor, di sini juga sepertinya menyediakan perlengkapan olahraga juga.
Setelah selesai memarkirkan sepedaku, aku dan Hana lalu langsung masuk ke dalam toko tersebut. Saat baru masuk, rasa sejuk dari AC langsung sangat terasa setelah tadi cukup lama berada di bawah sinar matahari yang sedang terik.
Toko ini cukup luas karena menyediakan berbagai jenis barang. Aku pun lalu menghampiri salah satu karyawan yang sedang berjaga di sebelah situ.
"Permisi mas mau tanya, di sini ada kalkulator engga ya?" tanya ku.
"Oh ada mas, di sebelah situ," jawab karyawan tadi sambil menunjuk ke salah satu sudut di toko ini.
"Oh makasih mas," ucap ku yang lalu langsung menuju ke sudut yang di tunjuk oleh karyawan tadi.
***
"Oh kakak lagu nyari kalkulator yah, tapi emangnya ibu suka sama kalkulator kak?" tanya Hana.
"Kakak sih kurang tau ibu suka kalkulator atau tidak," jawab ku yang masih memilih-milih kalkulator untuk aku berikan pada ibu.
"Kalau gak tau, kenapa kakak malah beli kalkulator?" tanya Hana lagi.
"Soalnya waktu Minggu kemaren kakak lihat ibu lagi ngitung pake kalkulator yang sudah terlihat usang banget. Kata ibu juga itu udah lama banget, mungkin sudah sejak pertama kali buka toko bunga. Jadi, kakak kepikiran buat ngasih ibu kalkulator yang lebih baru. Semoga saja ibu suka hehehe," jawab ku sambil tersenyum.
"Oh begitu ya," timpal Hana lagi.
Setelah mendapatkan kalkulator yang aku inginkan, aku pun lalu langsung menuju ke meja kasir untuk membayar. Aku penasaran, kira-kira di sini bisa sekalian bungkus kado tidak yah? Entahlah.
__ADS_1
***
Bersambung