Sampai Bertemu Malam Ini

Sampai Bertemu Malam Ini
Chapter 37 : Burger


__ADS_3

Sesampainya di taman, kami langsung duduk bersebelahan namun agak berjauhan. Aku sangan gugup pada saat ini.


Akan tetapi, tepat sebelum Cindy mulai menceritakan masalahnya, tiba-tiba ponselnya berdering. Ia pun segera mengangkat telepon yang terus berdiring itu. Dia mengangkat telepon itu di tempat yang cukup jauh dari tempatku duduk, sehingga aku tidak bisa mendengar percakapannya.


Setelah selesai, Cindy lalu kembali ke sini dengan raut wajah yang benar-benar berbeda. Dia terlihat sangat sedih. Aku tidak tahu rasa sakit macam apa yang sedang ia rasakan sekarang. Hanya saja, tatapan matanya itu terlihat seperti langit yang sudah sangat gelap dan siap kapan pun untuk meneteskan air hujan.


"Maaf Lang, mungkin lain waktu ya. Aku disuruh pulang sekarang. Sekali lagi maaf ya," ia tersenyum sedikit lalu langsung pergi meninggalkanku.


Hanya dengan melihat senyumannya itu, aku seperti sudah bisa merasakan rasa sakit seperti apa yang ia rasakan. Senyuman yang bisa membuatmu ikut merasakan rasa sakit.


Aku memandangi Cindy dari belakang yang perlahan menjauh. Ia kini sedang melihat ke kanan lalu ke kiri. Ia tampak akan menyebrang jalan sebelum sampai di rumahnya yang memang berjarak sebuah jalan dengan taman.


Ia tampak berjalan dengan penuh keragu-raguan dan rasa takut. Kakinya, punggungnya, terlihat sedikit bergetar. Ia pun tampak berjalan dengan pandangan agak menunduk. Kedua tangannya terlihat memeluk dirinya sendiri untuk memperkuat hatinya. Aku pun langsung menyadarinya, ia sebenarnya tengah menangis.


***


Sepulang dari taman aku langsung kembali ke rumah. Saat aku sampai di rumah, Hana dan ibuku masih belum pulang. Mungkin mereka masih berada di sekolah atau sedang makan di suatu tempat.

__ADS_1


Aku lalu langsung menuju dapur untuk membuat es sirup jeruk. Rasanya cukup gerah setelah seharian berada di luar ruangan. Apalagi cuaca hari ini cukup terik, ditambah lagi masih ada suatu hal yang masih mengganjal di hatiku. Yaitu masalah apa yang sebenarnya tengah menimpa Cindy.


Sepanjang perjalanan pulang tadi, aku terus memikirkannya. Aku menebak-nebak tentang masalah apa yang sebenarnya sedang ia hadapi hingga membuatnya seperti itu. Di sekolah juga Cindy kini terlihat lebih sering menyendiri dan murung.


Setelah selesai membuat sirup jeruk dingin, aku langsung menuju ke ruang tamu sambil duduk santai di sofa. Semakin aku mengaduk minuman itu, semakin dalam lamunanku tentang Cindy. Aku lalu meminum sirup dingin itu perlahan-lahan. Rasanya sungguh segar. Aku pun lalu membaringkan tubuhku di sofa sambil melamun. Tanpa sadar, aku akhirnya malah tertidur.


***


Pukul 5 sore, aku baru terbangun dari tidurku. Rasanya tidak enak tertidur di sofa seperti itu. Aku pun merasa sedikit pusing setelah bangun.


Aku pun duduk sejenak sambil mengumpulkan "nyawaku" setelah tertidur cukup lama. Aku memandangi lantai ruang tamu sekitar 10 menitan. Aku pun menyadari bahwa ibu dan Hana belum juga pulang.


Aku pun lalu merebahkan diriku lagi di Sofa sambil menatap langit-langit rumah. Terkadang, aku juga melihat keluar jendela. Setelah beberapa lama aku rebahan, aku memutuskan untuk mandi lalu mencari makan di luar saja. Aku pun mulai berjalan ke arah kamar mandi.


Setelah selesai mandi, aku memutuskan untuk membaca novel sebentar sebelum pergi keluar mencari makan. Kali ini, aku membaca novel di ruang tamu. Karena keadaan rumah sedang sepi, aku pun bisa dengan tenang membaca dimanapun.


***

__ADS_1


Malam pukul 19.00 aku mulai pergi keluar rumah untuk mencari makan. Saat aku melangkahkan langkah pertamaku keluar dari rumah, aku belum memiliki ide tentang menu makan malamku saat ini. Sambil berjalan, mungkin aku akan menemukan ide tentang menu makan malam. Aku pun cukup cepat melangkahkan kakiku saat ini.


Aku keluar mengenakan hoodie hitam dan topi karena malam ini hawanya cukup dingin. Entah kenapa aku sekarang jadi teringat video klip dari lagu When I Come Around dari Green Day yang videonya berisi ketiga personilnya yang sedang berjalan-jalan berkeliling kota. Bedanya denganku adalah aku kali ini berjalan sendirian, sementara di video klip tersebut mereka berjalan bertiga. Rasanya cukup asik juga berkhayal seolah-olah sedang berjalan di video klip tersebut.


Semakin jauh aku berjalan, semakin banyak pula macam-macam warung makanan yang aku temui. Mulai dari pecel lele, rumah makan Padang, sate, ayam geprek, nasi goreng, soto, hingga mie ayam dan bakso. Akan tetapi, belum ada yang ingin aku makan untuk menu makan malam, dari warung-warung yang telah aku lewati tadi.


Aku pun melihat ke arah langit untuk sekejap. Entah kenapa rasanya langit malam ini tak secerah kemarin. Bintang-bintang pun terlihat tidak sebanyak kemarin. Kali ini, kemerlipnya bintang terlihat kalah dengan gemerlapnya sorot lampu kota.


Setelah berjalan cukup jauh, akhirnya aku menemukan warung makanan yang menggugah seleraku malam ini, yaitu burger. Aku pun langsung masuk ke warung makan tersebut. Saat aku masuk, suasana di dalam tidaklah terlalu ramai. Mungkin baru sekitar 60 % kursi yang baru terisi oleh pengunjung. Aku lalu memesan dua buah burger sekaligus yaitu beef burger dan cheese burger. Tak ketinggalan, aku juga memesan satu gelas minuman bersoda sebagai pelengkap. Rasanya sudah cukup lama aku tidak makan burger seperti ini.


Aku lalu memilih duduk di kursi kosong de tempat yang paling dekat dengan jendela yang menghadap langsung ke arah jalanan. Aku duduk sambil melihat orang-orang lalu lalang baik yang berjalan kaki maupun yang menggunakan kendaraan. Aku penasaran, berapa banyak penduduk yang menghuni kota ini sekarang, sampai-sampai jalanan di depanku ini terlihat selalu ramai.


Tak lama berselang, seorang pramusaji menghampiriku dengan membawa pesananku. Ia lalu langsung meletakkan dua buah burger itu di depanku. Aku lalu buru-buru langsung menyantap cheese burger terlebih dahulu selagi masih hangat. Aku cukup cepat melahap satu buah cheese burger ini, mungkin tak sampai lima menit aku melahapnya sampai habis.


Setalah itu aku minum terlebih dahulu sebelum lanjut menyantap satu buah beef burger yang masih tersisa. Lagi-lagi aku menyantap burger itu dengan cepat, tak sampai lima menit. Setelah selesai melahap dua buah burger tadi, aku pun lalu mulai menghabiskan minuman bersodaku. Namun kali ini aku meminumnya dengan perlahan-lahan sambil menikmati pemandangan jalan ramai di depanku ini.


***

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2