Sampai Bertemu Malam Ini

Sampai Bertemu Malam Ini
Chapter 127 : Hasil Pertandingan Final


__ADS_3

Kak Jo dan teman-temannya terlihat masih berada di daerah pertahan lawan. Mereka dengan sabar mencoba membuka celah ke daerah yang lebih dekat lagi dengan mulut gawang. Namun, pertahanan dari kelas 11 IPA 5 juga tidak semudah itu ditembus. Tim yang dikomandoi oleh kak Taufik itu, terlihat sangat rapat dalam bertahan.


Kini, bola yang sedang dikuasai oleh 12 IPA 4 itu berhasil di curi oleh salah seorang pemain dari kelas 11 IPA 5. Pemain itu lalu langsung berlari dengan kencang ke arah pertahanan 12 IPA 4.


Kak Jo dan kawan-kawannya pun tak tinggal diam. Mereka dengan cepat langsung kembali turun ke daerah pertahanan mereka untuk menghalau serangan balik ini. Mereka pastinya sudah tahu betapa berbahayanya serangan balik dari kelas 11 IPA 5.


Benar saja, kak Taufik kini terlihat berhasil mendapatkan bola umpan dari salah satu rekannya. Ia pun lalu langsung menendang bola dari jarak yang cukup jauh.


Jebretttt. Bola tendangannya dengan cepat langsung merobek jala gawang 12 IPA 4. Skor kini pun berubah menjadi 2-0 untuk keunggulan kak Taufik dan teman-temannya itu. Di waktu yang hanya tinggal menyisakan 10 menit ini, mereka sudah unggul 2-0. Sungguh situasi yang sangat menguntungkan untuk kelas 11 IPA 5. Sebaliknya, di waktu yang tersisa ini, apakah kak Jo dan teman-temannya bisa menyamakan kedudukan, atau bahkan membalikkan keadaan? Entahlah.


Meskipun kini sudah tertinggal 2 gol, raut wajah kak Jo dan teman-temannya terlihat tak berubah sedikit pun. Mereka masih terlihat tenang dan tak khawatir sedikit pun. Senyum-senyum kecil pun masih sesekali mereka pasang di wajah yang sudah dipenuhi keringat itu.


***


Prittttt. Peluit tanda berakhirnya pertandingan babak kedua telah berbunyi. Pada akhirnya, kak Jo dan teman-temannya berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2. Kak Jo mencetak salah satu dari 2 gol balasan tersebut. Sungguh pertandingan yang amat menegangkan. Disaat semua orang sudah mulai berpikir bahwa yang akan menjadi juara adalah 11 IPA 5, akan tetapi dalam waktu 4 menit, kak Jo dan kawan-kawannya berhasil mencetak gol sebanyak 2 kali.


Karena skor imbang 2-2, pemenang pertandingan sekaligus yang akan menjadi juara 1 akan ditentukan lewat babak adu penalti. Kedua tim kini terlihat sedang menentukan urutan pemain yang akan menendang penalti tersebut. Di samping itu, mereka juga menggunakan kesempatan ini untuk sekaligus menenggak air.

__ADS_1


Setelah berdiskusi dengan wasit, kini yang akan mengambil tendangan penalti yang pertama adalah dari kelas 12 IPA 4. Kini salah seorang pemain dari kelas 12 IPA 4 telah membawa bola dan kemudian meletakan bola tersebut ke titik penalti. Pemain tersebut kini pun sudah mulai bersiap-siap untuk menendang.


"Kita lihat apakah penendang pertama dari kelas 12 IPA 4 akan mampu melaksanakan tugasnya? Dannn... Yaaa... Wohooo ia dengan mulus menceploskan si kulit bundar ke jala 11 IPA 5," ucap komentator 1.


"Ya sekarang giliran pemain dari kelas 11 IPA 5 yang akan menjadi eksekutor tendangan penalti. Bola ditaruh... Ancang-ancang... Ten-danggggg... Ya gol. Walaupun si kiper sudah bisa menebak arah bola, akan tetapi laju bola lebih cepat dari pada refleknya. Skor pun sama kuat 1-1 di babak penalti ini," timpal komentator 2.


"Ya sekarang giliran penendang ke dua dari kelas 12 IPA 4. Dia membawa bola dengan begitu yakin. Mengambil ancang-ancangggggg... Ohhhhhhh sayang sekali bung tembakannya masih tipis melebar," ucap komentator 1.


"Ya sayang sekali. Tentu saja ini menjadi sebuah kerugian yang amat besar bagi kelas 12 IPA 4. Kini penendang dari kelas 11 IPA 5 terlihat sudah meletakkan bolanya. Dia mengambil ancang-ancang... Dan... Gol. Gol yang sangat mudah. Skor kini menjadi 2-1 untuk keunggulan 11 IPA 5," ucap komentator 2.


"Ya kini sang kapten sudah meletakkan bola di titik putih. Dari tatapannya, ia tidak memiliki keraguan sedikit pun. Tatapan yang benar-benar mengintimidasi lawan," timpal komentator 2.


"Saudara Jonathan kini telah mengambil ancang-ancangggg, dan... Golll. Eksekusi yang amat sangat tenang dari seorang Jonathan... Skor pun kini berubah menjadi imbang 2-2," ucap komentator 1.


"Ya, sekarang kira-kira siapa yang akan menjadi eksekutor ke-3 untuk 11 IPA 5? Oh ternyata eksekutor ketiga dari 11 IPA 5 juga adalah kapten mereka, siapa lagi kalau bukan saudara Taufik... Ia kini berjalan dengan tenang menuju titik putih. Ia pun telah meletakkannya dan kini sudah mengambil ancang-ancang... Dannn.... Ohhhhhh tendangannya hanya membentur mistar gawang dan gagal merobek jala dari 12 IPA 5," teriak komentator 2.


"Sayang sekali sang kapten gagal melaksanakan tugasnya dengan sempurna. Skor pun kini tetap imbang 2-2. Keadaan menjadi kembali berimbang setelah tadi kelas 11 IPA 5 sedikit di atas angin," timpal komentator 1.

__ADS_1


"Sekarang penendang ke-4 dari kelas 12 IPA 4 terlihat sudah meletakkan si kulit bundar di titik putih. Ancang-ancang telah diambil... Tembakkk... Gol. Tendangan yang nyaris tak terbaca itu dengan mulus merobek jala 11 IPA 5. Kedudukan sementara menjadi 3-2 untuk keunggulan 12 IPA 4," timpal kometator 2.


Untuk selanjutnya, penendangan ke-4 dari kelas 11 IPA 5 gagal melaksanakan tugasnya. Bola tendangannya masih bisa ditepis oleh penjaga gawang 12 IPA 4. Skor pun masih bertahan 3-2 untuk keunggulan 12 IPA 4.


Kini, penentuan berada di tangan penendang ke-5 dari 12 IPA 4 ini. Jika ia berhasil merobek gawang lawan, maka 12 IPA 4 akan berhasil mengunci kemenangan untuk meraih gelar juara satu.


Suara sorak sorai penonton kini terdengar begitu keras. Suara yang seakan tidak pernah berhenti bergema di lapangan futsal ini.


Yang aku salut dari para pemain kelas 12 IPA 4 adalah mereka selalu terlihat tenang dan tidak gelisah. Baik dalam keadaan unggul maupun keadaan tertinggal. Termasuk pada saat ini. Raut wajah dari penendang ke-5 dari kelas 12 IPA 5 ini terlihat begitu tenang. Ia seakan tak memikirkan jika saja tendangannya gagal atau semacamnya.


Kini ia terlihat sedang bersiap-siap untuk melaksanakan tugasnya itu. Ia lalu langsung menendang bola sesaat setelah wasit meniup peluitnya. Jebrettttt. Gol. Sang eksekutor ke-5 dari 12 IPA 5 ini sukses menjalankan tugasnya. Skor pun kini berubah menjadi 4-2. Skor yang tidak mungkin bisa dikejar lagi.


Dengan hasil ini, kak Jo dan kawan-kawannya berhasil mendapatkan gelar juara 1. Sementara kak Taufik dan teman-temannya harus puas berada di posisi ke-2.


***


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2