Sampai Bertemu Malam Ini

Sampai Bertemu Malam Ini
Chapter 181 : Mengisi Pot


__ADS_3

"Wah kakak tumben langsung datang ke sini. Ada pa memang?" tanya Hana saat aku sedang dalam posisi minum.


"Eh Hana... Gak ada apa-apa kok. Kakak cuma tiba-tiba aja pingin datang ke mari. Oiya ngomong-ngomong ibu mana? Kok kakak tadi engga lihat ibu di depan," tanya ku.


"Oh ibu lagi pergi sesuatu dulu katanya tadi pas mau pergi," jawab Hana.


"Ibu pergi sendiri? Udah lama?" tanya ku lagi.


"Iya, ibu pergi sendiri. Udah sekitaran setengah jam kayaknya. Hana juga kurang inget banget," jawab Hana.


"Oh gitu," jawab ku yang lalu langsung kembali menuju ke depan.


Suasana toko sore ini cukup ramai. 3 karyawan yang bekerja pun semuanya terlihat sedang melayani pengunjung. Andai saja aku paham tentang bunga-bunga, mungkin aku akan membantu ibu jika sedang ramai begini.


"Oiya temen kakak yang akhir-akhir ini sering datang ke mari, kok sekarang belum dateng yah?" tanya Hana.


"Temen kakak? Siapa?" tanya ku yang masih belum mengerti siapa teman ku yang dimaksud Hana itu.


"Itu loh yang warna kulitnya cokelat, tingginya hampir sama kayak kakak, terus yang rambutnya itu agak bergelombang itu loh kak," jelas Hana.


Kalau itu Ruben atau Ahsan, pasti Hana sudah tahu nama mereka. Berarti orang yang dimaksud oleh Hana ini bukanlah di antara mereka berdua. Setelah berpikir sejenak, ditambah dengan ciri-ciri yang disebutkan oleh Hana barusan, aku pun langsung kepikiran satu nama, yaitu Aji.


"Berarti bukan di antara kak Ruben atau kak Ahsan ya?" tanya ku mencoba memastikan.


"Iya, bukan di antara mereka," jawab Hana.


Mendengar jawaban dari Hana, aku menjadi semakin yakin lagi kalau yang dimaksud oleh Hana itu adalah Aji.


"Namanya kak Aji bukan?" tanya ku.


"Mmm kurang tau deh Hana kalau siapa namanya. Yang jelas itu tadi, tingginya hampir sama kayak kakak terus rambutnya agak bergelombang gitu," jawab Hana lagi.


"Yah mungkin itu kak Aji sih. Memang sih kak juga ketemu sama kak Aji terus 2 hari berturut-turut kemaren. Hari ini, teman kakak itu belum dateng yah?" tanya ku.

__ADS_1


"Iya kak, belum dateng. Udah dari kemaren temennya kakak itu gak dateng," jawab Hana lagi.


"Kalau kemaren itu kan kakak sama temen-temen kakak lagi liburan ke Candi Borobudur, jadi wajar kalau kak Aji itu gak dateng," jawab ku.


"Oh iya yah hehehe," Hana lalu tertawa kecil-kecil.


Tak berselang lama, kini ibu terlihat sudah kembali dengan membawa barang belanjaan yang cukup besar. Dilihat sekilas, sepertinya barang yang sedang dibawa oleh ibu itu adalah pot tanaman.


"Eh Galang, kok masih pake seragam?" tanya ibu seketika itu juga.


"Iya bu, soalnya tadi habis pulang langsung mampir ke sini langsung," jawab ku.


"Oh gitu," jawab ibu yang kini mulai mengeluarkan beberapa pot yang tadi dibawanya itu. Ibu kini terlihat memisah-misahkan pot tersebut yang mana tadinya masih tersusun.


"Sini Bu biar aku saja yang memisahkan potnya dari tumpukannya," ucap ku yang lalu langsung melakukan seperti apa yang aku ucapkan.


"Eh beneran Lang? Kamu gak papa?" tanya ibu lagi.


"Iya Bu beneran, masa aku bohongan sih hehehe. Ngomong-ngomong ini ada berapa pot bu?" tanya ku


"Oh begitu," jawab ku. Setelah pekerjaannya aku ambil alih (memisahkan pot) ibu langsung terlihat ikut membantu melayani pelanggan yang masih ramai ini.


Akhirnya, aku selesai memisahkan pot-pot itu satu persatu. Ternyata memisahkan pot itu cukup memakan waktu juga yah.


"Sekarang diapain Bu potnya?" tanya ku lagi.


"Itu dikasih tanah sama pupuk. Hana bisa ajarin kakak dulu?" ucap ibu sambil menyuruh Hana untuk ikut membantu ku.


"Siap buuu," ucap Hana dengan bersemangat.


Hana kemudian mulai menerangkan pada ku langkah demi langkah untuk memasukan tanah dan pupuk ke dalam pot yang ukurannya sedang itu. Selain itu Hana juga sudah bisa mengajari ku tentang perbandingan tanah dan pupuk dalam setiap potnya. Hana juga sudah bisa menjelaskan kegunaan dari setiap unsur-unsur tersebut.


Di saat aku dan Hana sedang sibuk mengisi pot-pot baru itu dengan tanah dan juga pupuk, tiba-tiba saja ada seorang pengunjung yang tidak terduga. Seorang pengunjung yang aku kenal.

__ADS_1


"Eh lihat tuh kak, kak Dea datang," ucap Hana dengan girang sambil melambai-lambaikan tangannya ke arah kak Dea. Sebenarnya sebelum Hana bilang bahwa kak Dea datang, aku juga sudah terlebih dahulu menyadarinya.


"Hai... Eh kalian lagi ngapain tuh? Kelihatannya asik banget?" ucap kak Dea yang langsung berjalan menghampiri kami yang mana saat ini sedang berada di area kebun tepat di samping toko.


"Ini kak lagi masukin tanah sama pupuk ke dalam pot," jawab Hana.


"Wah rajin banget kalian... Kakak boleh ikutan?" tanya kak Dea.


"Tapi nanti kotor loh kak, gak papa?" tanya Hana.


"Hehehe gak papa kok. Lagi pula kakak juga belum mandi. Eh... Hehehehe," kak Dea lalu tersenyum.


"Hehehe kalau begitu ya sudah. Oiya pertama-tama kak Dea pakai sarung tangannya dulu. Itu di sebelah sana ada sarung tangan yang masih menganggur. Kak Dea bisa pakai itu," ucap Hana sambil menunjuk ke sudah rak tempat biasanya sarung tangan di simpan.


"Okeee," kak Dea lalu langsung menuju ke rak tersebut dan mulai memakai sarung tangannya. Setelah selesai, kak Dea pun langsung kembali ke sini lagi.


"Jadi pertama-tama masukin dulu tanahnya kira-kira segini... Lalu, setelah itu baru masukan pupuknya kak... Cukup segini aja," ucap Hana sambil menjelaskan tata cara pengisian pot dengan tanah dan pupuk itu dengan penuh ketelitian.


"Wah hebat, penjelasan kamu detail banget. Masih kecil tapi sudah pandai dalam hal tanaman begini. Benar-benar hebat kamu," puji kak Dea.


"Wah jangan dipuji seperti itu kak, Hana jadi terbang ke langit ini hehehe," ucap Hana sambil tertawa.


***


Akhirnya, kedua puluh pot telah terisi oleh tanah dan pupuk. Karena dikerjakan oleh 3 orang yaitu aku, Hana, dan juga kak Dea. Maka, tidak butuh waktu lama untuk kedua puluh pot tersebut semuanya terisi.


"Makasih banyak ya kak, berkat kakak pekerjaan kami jadi makin cepat selesainya," ucap Hana.


"Wah bukan apa-apa kok. Lagi pula tadi kakak juga cuma ngisi beberapa pot saja. Yang paling banyak tentu kami sama kak Galang," jawab kak Dea dengan senyum tipisnya.


"Hehehe tapi kan tetap saja jadi lebih cepat selesainya," ucap Hana, "oiya sampai lupa nanya. Ngomong-ngomong kakak ke sini mau beli bunga apa kak?"


***

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2