Sampai Bertemu Malam Ini

Sampai Bertemu Malam Ini
Chapter 105 : Pertandingan Futsal melawan 10-2


__ADS_3

Masih sekitar 15 menit lagi hingga waktu istirahat berakhir. Kini Risal terlihat sudah berada di tempat duduknya. Seperti biasa, ia terlihat sedang membaca buku atau komik sambil memakai earphone besar yang menutupi kedua kupingnya itu.


Sementara itu, Ruben dan yang lainnya yang tadi pergi ke kantin masih juga belum kembali. Aku tidak menyangkan bahwa mereka akan selama ini berada di kantin.


"Lang, pemain futsal yang lainnya dimana?" tanya Ayu yang datang menghampiri tempat duduk ku.


"Sepertinya mereka masih berada di kantin, kenapa emangnya?" tanya ku.


"Ini aku baru dapat kabar lagi bahwa tim futsal kelas kita akan segera bertanding lagi," lanjut Ayu.


"Eh benarkah? Kalau begitu biar aku panggil mereka saja untuk segera kembali. Ngomong-ngomong jam berapa kita akan kembali bertanding?" tanya ku lagi.


"Di jadwal tertulis pukul 13.20. Kita akan melawan kelas 10-2 yang dibabak sebelumnya berhasil mengalahkan 10-1," jawab Ayu.


"Oh begitu, ya sudah aku ke kantin dulu," aku bangkit dari tempat duduk ku lalu langsung berjalan menuju ke kantin dengan cukup tergesa-gesa.


***


Sesampainya di kantin, aku langsung mencari keberadaan Ruben dan yang lainnya. Namun, kemanapun aku mencari di area kantin, aku tidak menemukan keberadaan mereka. Jika Ruben dan yang lainnya tidak berada di sini, aku tidak tahu lagi harus mencari mereka dimana.


Aku pun lalu mencoba untuk berkeliling area kelas 10, siapa tau Ruben dan yang lainnya hanya sedang mengunjungi kelas lain saja. Namun, meskipun aku telah berjalan dari kelas 10-1 hingga 10-9, aku masih belum bisa menemukan keberadaan mereka.


Saat aku sedang kebingungan di depan kelas 10-9 ini, tiba-tiba saja ada orang yang menepuk pundak ku dari arah belakang. Aku tidak tahu siapa yang menepuk ku barusan itu. Aku pun lalu langsung berbalik untuk mengetahui siapa yang menepuk pundak ku barusan.

__ADS_1


Ternyata, yang menepuk ku barusan adalah Tora, teman lama ku sejak mulai dari kecil. Rasanya, sudah sangat lama sekali semenjak terkahir kali kita bertemu dan mengobrol walaupun aku dan Tora satu sekolahan. Momen terkahir yang aku habiskan dengannya adalah ketika kami sama-sama bermain futsal antara 10-7 dan 10-9 waktu itu.


"Ada apa Lang? Tumben kamu berada di depan kelas orang lain seperti ini. Ada yang sedang kamu cari?" tanya Tora yang terlihat sedang bersama 2 orang temannya yang lain.


"Oh iya, aku sedang mencari teman-teman ku. Kau masih ingat Ahsan dan Ruben? Aku sedang mencari mereka sekarang," jawab ku.


"Oh mereka, aku melihat mereka barusan sedang bersama yang lainnya juga," jawab Tora.


"Eh beneran? Kau lihat mereka di sebelah mana?" tanya ku.


"Mereka tadi sedang duduk-duduk santai di dekat koperasi sekolah," jawab Tora.


"Oh begitu ya, makasih ya Tor. Aku mau menemui mereka dulu. Bye," aku lalu langsung pergi meninggalkan Tora dan 2 orang temannya itu untuk langsung menuju ke area koperasi.


Sesampainya di area koperasi, aku langsung bisa melihat Ruben dan yang lainnya tengah duduk santai tepat dibawah pohon beringin yang berada tak jauh dari koperasi tersebut. Entah kenapa, untuk sesaat perasaan ku menjadi lebih lega.


"Kalian sudah tau, kalau tim futsal sebentar lagi akan bertanding?" jawab ku langsung kepada poinnya.


"Eh beneran? Jam berapa?" tanya Aji dengan muka yang berubah menjadi terkejut.


"Iya, tadi ayu memberi tau ku kalau tim futsal kita akan kembali bertanding pukul 13.20," jawab ku.


"Ehhhh berarti sudah sebentar lagi dong," kini Ruben yang tampak terkejut.

__ADS_1


Aji lalu terlihat melihat jam tangan yang sedang ia gunakan. Sekarang, waktu sudah menunjukkan pukul 12.57. Aji pun langsung memberi tahu kami bahwa waktu istirahat akan segera berakhir dan waktu pertandingan hanya tinggal sekitar 20 menitan lagi. Kami pun lalu langsung kembali menuju kelas untuk melakukan persiapan sebelum pertandingan dimulai.


Sesampainya di kelas, kami langsung mulai persiapan untuk pertandingan futsal sebentar lagi. Kami para pemain lalu mulai memakai sepatu futsal, mengisi botol air dengan air hingga penuh dan persiapan lain-lain.


Seperti yang tadi pagi, kali ini yang akan bermain terlebih dahulu masih sama yaitu aku, Ruben, Ahsan, Renaldi, dan Aji. Kami pun lalu berdoa bersama terlebih dahulu lalu melakukan tos semangat setelah itu.


Setelah semuanya siap, kami sekelas pun langsung menuju ke lapangan futsal. Perasaan ku saat ini sangat senang karena bisa berkontribusi untuk kelas. Terlebih lagi, aku bisa mengambil beberapa pelajaran dari permainan futsal ini untuk aku gunakan di sepak bola.


Sesampainya di lapangan. Masih ada tim yang sedang bertanding. Yang sedang bertanding saat ini adalah kelas 12 IPA 2 melawan 11 IPA 1. Skor saat ini adalah 2-1 untuk keunggulan 11 IPA 1. Sementara itu, waktu sebentar lagi akan segera berakhir, yaitu tidak lebih dari 2 menit saja.


Akhirnya, peluit tandan berakhirnya babak kedua antara 12 IPA 2 dan 11 IPA 1 telah berbunyi. Dengan ini, pertandingan dengan resmi telah berakhir untuk kemenangan kelas 11 IPA 1 dan mereka berhak untuk melaju ke babak selanjutnya.


Setelah para pemain dari kedua tim tersebut telah meninggalkan lapangan, kini giliran kami dan kelas 10-2 yang memasuki lapangan futsal untuk melakukan pemanasan sebelum pertandingan. Suara-suara pembakar semangat dari para supporter yang hadir mulai terdengar menggema dari setiap penjuru pinggir lapangan. Suasana saat ini, benar-benar meriah.


Aku lalu memeriksa ke arah penonton dari kelas kami apakah Cindy ikut atau tidak. Ternyata Cindy juga ikut menonton untuk pertandingan futsal kali ini. Entah kenapa, mengetahui akan hal itu, perasaan ku jadi berdebar-debar dan ada rasa senang yang datang tiba-tiba.


Beberapa saat kemudian, wasit pemimpin pertandingan memanggil kapten dari masing-masing tim. Aku pun lalu langsung datang menghampiri wasit. Seperti biasa, kami akan melakukan pemilihan bola dan tempat terlebih dahulu dengan cara suit.


Pada kesempatan kali ini, aku berhasil memenangkan suit tersebut. Aku pun ditanyai oleh wasit untuk memilih bola atau tempat. Aku lalu menengok sebentar ke arah Aji dan yang lainnya untuk menanyakan saran mau memilih tempat atau bola.


Mereka lalu menunjuk bola tanda memilih bola terlebih dahulu. Aku pun lalu bilang pada wasit bahwa aku akan memilih bola.


Pritttt. Pertandingan pun kini telah resmi dimulai. Seperti biasa, kami akan mencoba sebisa kami untuk menahan bola di sisi kami terlebih dahulu sambil menunggu momen yang pas untuk melakukan serangan.

__ADS_1


***


Bersambung


__ADS_2