Sampai Bertemu Malam Ini

Sampai Bertemu Malam Ini
Chapter 71 : Selesai Berenang


__ADS_3

"Permisi mas," ucap karyawan laki-laki itu sambil sedikit membungkuk dan tersenyum.


"Iya mas, ada apa?" tanya ku.


"Tempat duduk di sebelah mas itu kosong atau sudah ada yang nungguin?" tanya karyawan laki-laki itu tadi.


"Oh kosong mas," jawab ku.


"Kalau begitu, boleh saya duduk di situ mas?" tanyanya dengan senyum yang lebar.


"Oh boleh mas silahkan," ucap ku sambil mempersilahkan karyawan laki-laki itu untuk duduk. Aku pun sedikit menggeser posisi ku ke arah kiri, sementara karyawan laki-laki itu duduk di sisi kanan ku.


"Rame banget yah mas hari ini," ucap karyawan laki-laki itu membuka percakapan.


"Iya mas, jadi agak susah juga buat renang di kolam," jawab ku.


"Iya emang, ngomong-ngomong ke sini sama siapa mas?" tanya karyawan itu lagi.


"Cuma sama adik satu mas, tapi tadi ketemu sama temen sekolah, jadi sekarang kami bertiga," jawab ku.


"Oh begitu, tapi kok mas malah di sini sendirian, bukannya lagi bertiga?" tanya karyawan itu lagi.


"Adik Sam temenku masih di kolam mas, karena rame aku jadi duluan ke sini. Entah kenapa enggak mood banget buat renang di kolam yang ramai begitu," ucap ku.


"Iya sih, jangan kan masnya, saya aja yang karyawan males kalau lihat pengunjung terlalu banyak begini hahahaha, pasti banyak yang komplain nanti. Semakin banyak pengunjung berarti semakin banyak masalah hahahaha," ucapnya sambil tertawa cukup lebar.


"Oiya ngomong-ngomong masnya anak SMA ya?" tanya karyawan itu lagi.


"Iya mas, saya masih kelas 10. Memangnya kenapa ya mas?" tanya ku penasaran.


"Gak papa mas, cuma rasanya kalau saya lagi ngobrol sama anak SMA itu, rasanya saya kayak lagi ngobrol sama adik saya. Soalnya, saya sudah cukup lama engga ngobrol santai kaya gini sama adik saya, padahal dulu waktu ia kecil, ia sering banget minta gendong sama saya. Maaf ya mas, malah jadi curhat begini," jawab nya.


Jujur saja, mendengar jawaban dari karyawan itu membuat ku menjadi lebih penasaran. Sebenarnya apa yang ia maksud dengan kalimat yang ia ucapkan tadi?

__ADS_1


"Oh iya ga papa mas. Memangnya adik mas kenapa mas?" tanya ku mencoba mencari informasi.


"Belakangan ini, saya sama adik saya lagi engga akur mas, jadi ia sering terlihat menghindari saya begitu," jelas karyawan itu lagi.


Sebenarnya aku ingin sekali menanyakan hal yang lebih jauh lagi, akan tetapi aku masih merasa tidak enak karena kita baru saja bertemu seperti ini.


"Oh gitu ya mas. Saya doakan semoga hubungan kalian bisa menjadi akrab lagi ya mas," ucap ku.


"Iya mas, makasih. Mas nya baik hati banget yah, padahal kita baru ketemu begini tapi masnya bahkan sudah mau mendoakan sesuatu yang baik pada saya. Saya jadi terharu hehehehe," jawab karyawan itu sambil sedikit tersenyum.


Entah kenapa, mendengar pujian seperti itu dari orang lain membuat ku merasa sedikit senang, padahal aku benar-benar tidak mengharapkan pujian apa pun. Aku pun hanya diam sambil menutupi rasa senang ku ini darinya.


"Oiya mas masih ingat dompet yang tadi saya tanyakan?" tanya karyawan itu setelah beberapa saat hening.


"Iya masih mas, ada apa? Apakah sudah ketemu?" jawab ku sekaligus melempar sebuah pertanyaan.


"Ternyata dompetnya itu cuma terselip di tasnya, bikin repot saja," keluh karyawan itu.


"Wah tapi walaupun merepotkan, akan tetapi untung juga ternyata cuma terselip yah, tidak sampai hilang atau tertinggal di tempat lain,"


***


Setelah cukup lama mengobrol dengan karyawan itu, akhirnya ia kini harus kembali bekerja. Jam istirahatnya telah habis.


"Makasih ya mas sudah mau nemenin waktu istirahat saya, sampai jumpa lagi mas, marii..." ucapnya sambil meninggalkan tempat ini dan mulai kembali berkeliling.


Setelah laki-laki itu telah pergi cukup jauh, aku baru teringat bahwa wajah laki-laki itu sedikit familiar. Aku tadi lupa untuk menanyakan apakah kita pernah bertemu sebelumnya atau tidak.


Tak lama berselang, giliran Hana dan Sofia yang datang menghampiri ku. Sepertinya mereka berdua sudah merasa cukup dan ingin segera mengakhiri berada di kolam renang.


"Ayo kak, siap-siap pulang. Hana mau bilas badan sambil mandi dulu bareng kak Sofia," ucap Hana yang langsung mengambil tasnya.


"Eh udahan? Kalau begitu kakak juga harus bilas sama mandi nih," balas ku.

__ADS_1


"Iya dong kak, jangan lama-lama yah... Habis ini soalnya aku sama kak Sofia mau jalan-jalan dulu sebelum pulang," ucapnya lagi lalu pergi bersama Sofia menuju kamar mandi perempuan.


Sofia tidak mengatakan sepatah kata pun tadi, ia hanya terus tersenyum setiap kali Hana selesai mengatakan kalimatnya. Kira-kira kemana mereka mau pergi setelah ini? Entahlah.


***


Setelah selesai membilas badan ku, aku pun lalu langsung menunggu Hana dan Sofia di tempat yang tadi. Ternyata, Hana memang cepat akrab sekali dengan orang lain. Setelah di pikir-pikir lagi, Sofia juga orang yang cukup cepat akrab dengan orang lain. Buktinya waktu pertama kali aku bertemu dengannya, dia sudah sampai membuat perjanjian yang pada akhirnya ia kalah dan harus membonceng ku dari warung bakso milik ayahnya ke rumah ku.


Sebenarnya waktu itu aku juga tidak menganggap perjanjian itu sebagai sesuatu yang serius, akan tetapi tidak dengan Sofia. Ia menganggapnya dengan sangat serius.


Aku lalu melihat-lihat kondisi sekitar sini. Suasana kolam renang masih saja sangat ramai, bahkan semakin siang semakin ramai rasanya.


Banyak sekali pengunjung yang datang lengkap satu keluarga yaitu, ayah, ibu, dan anak-anaknya. Seingat ku aku baru sekali pergi ke kolam renang bersama ayah, ibu, dan juga Hana. Mungkin waktu itu Hana masih berusia 2 tahunan lebih. Kira-kira, Hana masih mengingatnya atau tidak yah? Entahlah.


Saat ini, waktu sudah menunjukkan pukul 11.30. Mungkin setelah ini hal yang pertama aku, Hana, dan Sofia lakukan adalah mencari tempat untuk makan siang.


Tak lama berselang, Hana dan Sofia pun muncul. Mereka kini terlihat berjalan kemari dengan bergandengan tangan layaknya seperti sepasang sahabat yang sudah bertahun-tahun mengenal satu sama lain. Selain itu, mereka juga terlihat sedang menyanyikan suatu lagu, tapi aku belum bisa mendengarnya dari jarak yang sejauh ini.


"Ayo kak, kita cari makan dulu," ucap Hana saat baru datang menghampiri ku.


"Ayo, mau makan dimana emang?" tanya ku.


Hana tidak langsung menjawab pertanyaan ku itu tadi, ia terlebih dahulu menatap ke arah wajah Sofia.


"Ada deh, nanti kakak ikutin kami aja yaa," ucap Hana sambil tersenyum.


"Ikutin? Maksudnya berarti kamu membonceng kak Sofia begitu?" tanya ku memastikan.


"Iya dongggg," jawab Hana dengan percaya diri.


"Eh gak papa nih Sof, Hana ikut kamu?" tanya ku pada Sofia.


"Gak papa kok Lang, aku malah jadi seneng. Aku jadi mulai bisa merasakan gimana rasanya punya adik hehehehe," ucap Sofia sambil tersenyum.

__ADS_1


***


Bersambung


__ADS_2