Sampai Bertemu Malam Ini

Sampai Bertemu Malam Ini
Chapter 99 : Dimulainya Perlombaan


__ADS_3

Senin, 12 September, akhirnya hari yang dinanti-nantikan oleh hampir seluruh penghuni sekolah telah tiba. Tepat hari ini, festival lomba menyambut hari ulang tahun sekolah akhirnya resmi dimulai. Sejak saat berakhirnya upacara tadi, kini setiap kelas sedang mempersiapkan diri untuk segera mengikuti lomba-lomba yang akan dilaksanakan.


Festival akan dimulai tepat pukul 08.15. Masih ada sekitar 15 menit lagi hingga festival benar-benar akan dimulai.


Lomba pertama yang akan digelar adalah Futsal putra. Di saat yang bersamaan juga akan digelar lomba basket, bulu tangkis tunggal putra, dan bulu tangkis putri. Sistem perlombaan adalah sistem gugur. Jadi, siapa yang sudah kalah, maka harus langsung tersingkir dan harus puas hanya menjadi penonton saja.


"Oi Lang sudah siap?" tanya Ruben yang bergaya seperti seorang manager.


"Ya," jawab ku singkat.


"Haaa? Apa-apaan jawaban itu? Coba jawab lebih semangat lagii," ucap Ruben.


"Yaaa," ucap ku lagi.


"Hadeuhhh, ya sudah lah, aku mau berkeliling melihat yang lain dulu," Ruben lalu pergi dan mulai berkeliling kelas melihat persiapan anak-anak yang lain.


Suasana kelas saat ini begitu bersemangat. Setiap orang terlihat sedang mempunyai kesibukan mereka masing-masing. Seperti setiap orang itu memiliki perannya masing-masing.


Beberapa orang terlihat ceria, beberapa orang terlihat begitu bersemangat, beberapa orang terlihat begitu serius, dan masih banyak lagi wajah dan ekspresi yang mereka tunjukkan hari ini.


"Untuk tim Futsal segera menuju ke lapangan. 10 menit lagi akan segera dimulai, jadi kita harus sudah berada di sana paling tidak 5 menit sebelum pertandingan dimulai atau kita akan didiskualifikasi," teriak Ayu dari depan kelas.


Kebetulan kelas kami memperoleh giliran pertandingan yang pertama. Kami akan menghadapi kelas 10-4 di pertandingan yang pertama ini. Kami berharap kami bisa memperoleh kemenangan di pertandingan yang pertama ini.

__ADS_1


Aku dan para pemain futsal yang telah terpilih pun kini segera menuju ke lapangan futsal. Kami berjalan dengan cukup cepat kali ini karena khawatir kami akan terlambat dan malah berakhir didiskualifikasi.


Sesampainya di lapangan, kami sudah disambut oleh para siswa yang sudah berjajar duduk di pinggiran lapangan yang terlihat sudah tidak sabar lagi untuk menonton pertandingan pertama. Baik itu siswa laki-laki atau pun perempuan.


Kami pun lalu langsung menemui panitia untuk melakukan konfirmasi kedatangan. Setelah itu kami langsung menuju wasit dan kelas 10-4 yang terlihat sudah terlebih dahulu datang.


Sebenarnya aku tidak terlalu mengerti kenapa di rim futsal ini aku yang ditunjuk menjadi kapten oleh yang lainnya. Aku sudah mengajukan keberatan tapi yang lainnya malah semakin memaksa ku untuk menjadi kapten.


Sebagai kapten, kini aku berdiskusi bertiga bersama wasit dan kapten dari kelas 10-4 untuk menentukan siapa dahulu yang berhak memiliki bola dan siapa yang berhak memilih tempat. Untuk menentukan hal tersebut, aku dan kapten kelas 10-4 pun melakukan suit batu-kertas-gunting.


Aku mengeluarkan batu, sementara kapten kelas 10-4 mengeluarkan kertas. Otomatis, aku kalah dalam suit ini.


Kapten 10-4 lalu diberi pilihan oleh wasit untuk memilih bola atau tempat. Kapten 10-4 terlihat berpikir sejenak sebelum memutuskan untuk memilih bola terlebih dahulu. Dengan begitu aku mendapat hak untuk memilih tempat terlebih dahulu.


Kami lalu langsung bersiap-siap dan sudah memasuki lapangan. Beberapa saat lagi hingga peluit berbunyi tanda pertandingan dimulai. Pertandingan futsal kali ini akan dilaksanakan sebanyak dua babak, dan masing-masing babak hanya diberi waktu 10 menit. Sementara untuk istirahat sendiri hanya diberi waktu sebanyak 5 menit saja.


Pritttt. Bunyi peluit tanda dimulainya babak pertama akhirnya dimulai. Aku, Ruben, Aji, Renaldi, dan Ahsan adalah yang akan bermain terlebih dahulu kali ini.


Setelah bunyi peluit tadi, bola langsung dikuasai oleh 10-4. Mereka terlihat memain-mainkan bola dari kaki ke kaki. Mereka terlihat bermain dengan tempo yang lambat dan penuh kehati-hatian agar bola tidak sampai direbut oleh kami.


Aji yang bermain sebagai pemain depan pun terlihat terus mengejar bola. Sementara aku dan Ahsan bertugas untuk menjaga pemain yang sedang tidak membawa bola yang berlari ke arah daerah pertahanan kami.


Di pinggir lapangan, kedua supporter dari kedua tim terlihat begitu semangat meneriakkan kata-kata penyemangat untuk tim mereka masing-masing. Terdengar juga alat musik perkusi untuk menambah kemeriahan supporter.

__ADS_1


Kembali ke lapangan, kini pemain 10-4 melakukan kesalahan. Bola yang sedang diumpan dari sisi kanan ke sisi kiri berhasil dipotong oleh Aji. Aji yang memiliki ruang yang cukup pun langsung menembakkan bola ke arah gawang. Sayang, tendangannya masih terlalu tinggi. Jika saja bola tadi mengarah tepat ke gawang, mungkin akan langsung berbuah gol karena tendangan barusan sangatlah keras.


Dari menit ke-5 kami sudah bisa mengontrol jalannya pertandingan. Kami dengan leluasa memainkan bola dengan bebas dari satu sisi ke sisi yang lain dan dari satu kaki ke kaki yang lain.


Kini aku tengah menguasai bola di sisi tengah lapangan. Aku masih menggiring bola untuk mencari rekan yang memiliki posisi yang lebih baik untuk langsung menendang ke arah gawang.


Karena masih belum menemukan ruang, aku pun berinisiatif untuk menggiring bola dan melewati paling tidak satu pemain 10-4 terlebih dahulu. Sayang, saat akan berlari ke arah yang lain, bola yang tadi masih aku kuasai berhasil di curi.


Mereka yang berhasil merebut bola pun langsung berlari dengan kencang menuju ke daerah pertahan ku. Saat jarak pemain yang sedang menguasai bola itu sudah cukup dekat dengan gawang, ia pun langsung menembakkan bola tersebut dengan kuat ke arah pojok kanan bawah gawang.


Ruben yang menjadi kiper tidak bisa menahan bola yang terlihat bergerak sangat cepat tersebut. Skor pun kini berubah menjadi 1-0 untuk keunggulan 10-4.


"Sialllll !!!" ucap ku kesal. Aku merasa sangat bersalah akan gol yang terjadi barusan tadi. Kalau saja tadi aku cepat-cepat mengoper, pasti tidak akan sampai gol begini. Aku pun lalu tertunduk lesu sambil menyesali tindakan ku yang barusan itu.


"Sudah, jangan terlalu dipikirkan, kita balas setelah ini," ucap Aji sambil menepuk pundakku.


Prittt. Pertandingan kembali dilanjutkan. Kini hanya tersisa sekitar dua menit hingga babak pertama berakhir. Kami pun akan berusaha untuk menyamakan kedudukan sebelum babak pertama berakhir.


"Langg," teriak Aji sambil melambaikan tangannya tanda meminta bola dari ku.


Aku yang melihat cukup ruang untuknya langsung memberikan bola langsung kepadanya. Aji berhasil menerima dan menguasai umpan yang barusan aku kirimkan tadi. Aji mengontrol bola sebentar lalu menggiringnya mendekati area gawang dari 10-4.


***

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2